Advertorial

Bursa Kerja Online Kota Bekasi Buka 2.887 Lowongan, Cek di Nyari Gawe

Kompas.com - 27/10/2026, 18:45 WIB

KOMPAS.com – Sebanyak 2.887 lowongan kerja dibuka dalam Bursa Kerja Online Edisi 6 yang digelar Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di PT Metindo Erasakti, Jalan Raya Narogong KM 12,5, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (26/10/2026).

Bursa kerja tersebut melibatkan 23 perusahaan dan membuka 68 jenis posisi pekerjaan. Informasi lowongan dapat diakses melalui aplikasi Nyari Gawe milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Salah satu perusahaan peserta, PT Alzubara Manpower Indonesia, membuka 1.181 lowongan di sektor hospitalitas dan otomotif. Posisi tersebut mensyaratkan pendidikan minimal SMA/SMK, dengan proses seleksi melalui wawancara dan tes kesehatan.

PT Bina Adidaya Mandiri Internasional turut berpartisipasi dengan membuka 377 lowongan, sedangkan PT Bahana Putra Abadi menawarkan 304 posisi dengan penempatan di Bekasi, Indramayu, dan Cirebon.

Kesempatan kerja juga tersedia untuk penempatan di luar negeri, antara lain Turki, Taiwan, dan China. PT Bahana Prestasi, misalnya, membuka lowongan untuk penempatan di Taiwan dengan posisi housekeeping, kitchen steward, dan tukang las.

Gaji yang ditawarkan untuk sejumlah posisi tersebut berada di kisaran Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Calon pekerja juga akan mendapatkan pelatihan bahasa sebelum keberangkatan.

Dalam pemaparan kegiatan, perwakilan perusahaan menegaskan bahwa proses rekrutmen tidak memungut biaya administrasi pendaftaran. Pemerintah juga mendorong pencari kerja memanfaatkan jalur resmi untuk menghindari praktik percaloan.

KDM soroti pengangguran di Bekasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tingkat pengangguran di Kota Bekasi yang masih mencapai 7 persen, meskipun wilayah tersebut memiliki lebih dari 1.500 perusahaan industri.

"Tantangan terberatnya bagi Bekasi adalah angka pengangguran, terutama warga setempat, yang masih relatif tinggi," ujar pria yang akrab disapa KDM itu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (27/10/2026).

KDM pun mendorong pemerintah daerah memperluas akses informasi lowongan kerja melalui layanan daring dan media sosial. Menurut dia, pemanfaatan kanal digital pemerintah dapat membantu masyarakat memperoleh informasi pekerjaan secara lebih mudah.

"Caranya adalah membuka ruangan kerja online. Setelah itu, dilanjutkan kepala daerah kabupaten kota, bisa pakai media sosial TikTok pemerintah daerah. Agar masyarakat punya akses terhadap pemerintah," jelasnya.

Wali Kota Bekasi ingatkan pencari kerja soal calo

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi respons masyarakat terhadap pelaksanaan bursa kerja daring tersebut. Ia mengatakan, sejumlah lowongan bahkan telah menerima pendaftar melebihi jumlah yang dibutuhkan.

"Walaupun baru beberapa hari, ternyata para pencari kerja cukup responsif. Jadi dibuktikan di beberapa lowongan justru sudah overload, terkait dengan jumlah yang ditawarkan dengan jumlah yang mendaftarkan," ujar Tri.

Tri menyampaikan tiga hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan bursa kerja tersebut, yakni mencegah praktik percaloan, menyediakan wadah verifikasi bagi calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri, serta menghadirkan lowongan dengan kualifikasi yang beragam.

Terkait praktik percaloan, ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat mencari pekerjaan. Sebelumnya, terdapat warga yang mengaku tertipu oleh pihak yang menawarkan pekerjaan, baik warga Kota Bekasi maupun dari luar daerah.

"Hari ini sudah tidak ada lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga yang merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga warga di luar Kota Bekasi," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa lowongan yang tersedia menyasar pencari kerja dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA/SMK, hingga sarjana. Untuk posisi tertentu, batas usia pelamar mencapai 45 tahun.

"Dari sisi tingkat pendidikan sangat bervariasi. Ada yang SD, SMP, SMK, SMA, termasuk sarjana. Usia juga sampai 45 tahun. Ini menjadi momentum buat para pencari kerja," jelasnya.

Lowongan kerja di Jawa Barat terus bertambah

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat I Gede Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan, jumlah lowongan kerja yang ditawarkan melalui bursa kerja daring cenderung meningkat seiring pelaksanaan kegiatan di berbagai daerah.

Ia mencontohkan, bursa kerja di Karawang yang menyediakan sekitar 1.400 lowongan. Sepekan setelah kegiatan tersebut, bursa kerja daring kembali digelar dengan tambahan 844 lowongan.

"Alhamdulillah dari sekarang memang lowongan kerja itu cenderung meningkat. Tergantung kabupaten dan kotanya siap atau tidak melaksanakan job fair secara berkala. Seperti kemarin di Karawang sudah melaksanakan job fair 1.400 loker. Kemudian seminggu kemudiannya kita melaksanakan bursa kerja online ini jadi masih ada tambahan 844 loker, lagi," jelas Agung.

Agung juga mendorong perusahaan untuk memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe dengan memasukkan informasi lowongan kerja yang tersedia di masing-masing perusahaan.

Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mencari informasi pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Lowongan dalam Bursa Kerja Online Edisi 6 Kota Bekasi masih dapat diakses melalui aplikasi Nyari Gawe milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau