Advertorial

Shantell Vocal Ensemble Raih Grand Prix di Kompetisi Paduan Suara Internasional di Georgia

Kompas.com - 28/10/2026, 14:01 WIB

KOMPAS.com – Paduan suara wanita asal Jakarta, Shantell Vocal Ensemble, meraih juara pertama di dua kategori dalam Sing and Smile Choral Singing Competition di Tbilisi, Georgia, yang digelar 20-25 Oktober 2026. Capaian itu membuat mereka berhak menyandang gelar juara Grand Prix pada kompetisi tersebut.

Di bawah arahan pelatih David Hartono Chendra dan Luciana Dharmadi Oendoen serta penasihat artistik Avip Priatna, Shantell Vocal Ensemble menjadi juara pertama kategori Female Choir dan kategori Folklore.

Ketua Shantell Vocal Ensemble Tusyana Suryadi mengatakan bahwa, dengan perjuangan yang tidak mudah di tengah kesibukan masing-masing anggota yang memiliki berbagai profesi dan rentang usia, Shantell Vocal Ensemble masih semangat untuk terus berlatih dengan bimbingan para pelatih Luciana Dharmadi Oendoen dan David Hartono Chendra.

“Akhirnya, hasil terbaik sebagai pemenang Grand Prix pada kompetisi paduan suara Sing and Smile di Tbilisi, Georgia ini dapat kami capai," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/10/2026).

Tampil dengan busana dan lagu bernuansa Indonesia

Dengan mengedepankan budaya Indonesia, Shantell Vocal Ensemble tampil mengenakan pakaian tradisional yang terinspirasi dari desain busana Sumatera Utara.

Pada kategori Folklore, mereka membawakan tiga lagu, yakni "Paris Barantai", lagu tradisional dari Banjar, Kalimantan Selatan, dalam aransemen Ken Steven; "Las Amarillas", lagu tradisional Meksiko, aransemen Stephen Hatfield; dan "Sajojo", lagu tradisional Papua Barat Daya karya David Rumagesan (Black Brothers) yang diaransemen Vatara A Silalahi. Ketiganya dibawakan dengan koreografi yang apik.

Pada kategori Female Choir, Shantell Vocal Ensemble membawakan "La Fede" karya Gioacchino Rossini, "Salve Regina" karya Josu Elberdin, dan "Cikala Le Pong Pong", lagu tradisional Pakpak, aransemen Ken Steven.

Enam negara ikut serta dalam kompetisi internasional tersebut, yakni tuan rumah Georgia, Slovakia, Republik Ceko, Serbia, Kazakhstan, dan Indonesia.

Indonesia menjadi satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang berpartisipasi. Shantell Vocal Ensemble juga tercatat sebagai paduan suara pertama dari Indonesia yang mengikuti kompetisi ini sepanjang penyelenggaraannya.

Berdiri sejak 2004

Shantell Vocal Ensemble dibentuk pada Jumat (20/8/2004) oleh Avip Priatna bersama murid-murid menyanyi wanitanya karena kecintaan pada musik paduan suara.

Berdomisili di Jakarta, para anggotanya berusia mulai dari pertengahan 20 tahun hingga lebih dari 70 tahun dengan beragam profesi, antara lain ibu rumah tangga, karyawan perusahaan, kepala sekolah, guru, dan notaris.

Shantell Vocal Ensemble rutin mengikuti kompetisi paduan suara internasional dan menggelar konser amal sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Belum lama ini, Shantell Vocal Ensemble viral di berbagai kanal media sosial lewat video penampilan lagu "Ratu Sejagad" ciptaan Dani Mamesah dengan aransemen paduan suara oleh Arif Dharma.

Penampilan mereka dinilai rapi, harmonis, dan penuh penghayatan. Dengan busana kebaya, video itu mendapat respons positif dari generasi muda (Gen Z) sebagai friendship goals sekaligus retirement goals, yang menggambarkan impian memiliki kelompok pertemanan yang tetap aktif, produktif, bugar, dan berkarya di usia matang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau