KOMPAS.com – Marketing and Media Alliance (MMA) Indonesia segera menggelar MMA IMPACT Indonesia 2026 pada Kamis (5/11/2026) di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta.
Forum pemasaran yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini mempertemukan para pemimpin bisnis senior Indonesia, mulai dari ketua dewan, eksekutif puncak, direktur, pemilik bisnis, dan pendiri, hingga para pengambil keputusan.
Tahun ini, forum mengusung tema "Advancing Marketers’ Ability to Create Value" yang berangkat dari visi MMA, yakni memperkuat kemampuan pemasar dalam menciptakan nilai bagi bisnis. Acara berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.
Pasar iklan digital kian dominan
Forum tersebut hadir saat pasar periklanan Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang berkelanjutan.
Merujuk laporan PwC tentang prospek hiburan dan media global 2026 sampai 2030, pendapatan iklan di Indonesia diproyeksikan mencapai 18,9 miliar dollar AS pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) lebih dari 8 persen.
Iklan digital menjadi motor utama pertumbuhan tersebut. Pendapatannya diperkirakan naik dari 10,7 miliar dollar AS pada 2025 menjadi 16,8 miliar dollar AS pada 2030, dengan CAGR 9,4 persen. Dengan proyeksi itu, hampir 90 persen pasar iklan Indonesia akan berada di kanal digital pada akhir dekade ini.
Agenda MMA IMPACT Indonesia 2026 berfokus pada area yang paling banyak mendorong pertumbuhan tersebut.
Lewat 14 sesi, forum membahas cara pemasaran menciptakan, mengukur, dan menjaga nilai bisnis, sekaligus menempatkan pemasaran dan periklanan sebagai mesin pertumbuhan perusahaan.
Setiap sesi dirancang agar para pemimpin pulang membawa kerangka kerja yang bisa langsung diterapkan di organisasi masing-masing, berdasarkan wawasan berbasis bukti dari para pakar industri.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar hadir sebagai Tamu Kehormatan.
Lewat keynote bertajuk "The Power of Human Storytelling in a World Hungry for Meaning", ia akan berbagi wawasan strategis kepada para pemimpin bisnis.
Sesi tersebut mengulas mengapa, di tengah maraknya konten algoritmik dan konten buatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), cerita yang berakar pada pengalaman manusia tetap menjadi sumber paling kuat bagi makna merek, loyalitas konsumen, dan pertumbuhan bisnis.
Chief Executive Officer (CEO) MMA Global Greg Stuart juga akan datang langsung dari New York, Amerika Serikat. Kunjungan itu menjadi tonggak baru keterlibatan MMA dengan industri pemasaran Indonesia sejak MMA Indonesia berdiri pada 2018.
Dalam keynote pembuka bertajuk "The Age of Opinion in Marketing Is Ending", Stuart akan memaparkan bagaimana kecerdasan data, ilmu perilaku (behavioral science), dan analitik prediktif kini menggantikan insting sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran.
Menurutnya, pergeseran tersebut mengubah cara para pemimpin pemasaran menciptakan dan mempertahankan nilai bisnis.
Ia mengatakan bahwa, kepemimpinan pemasaran yang kuat dimulai dari memahami bagaimana pelanggan benar-benar berperilaku, lalu menggunakan bukti tersebut untuk mengantisipasi apa yang akan mendorong pertumbuhan berikutnya.
“Para CEO dan Chief Marketing Officer (CMO) Indonesia kini membawa kecerdasan data dan wawasan perilaku konsumen ke dalam keputusan terpenting mereka, sehingga tercipta nilai yang dapat dijelaskan, diulang, dan diperbesar skalanya. Seiring disiplin itu makin mengakar di kawasan, pengalaman Indonesia menawarkan perspektif berharga bagi pasar di seluruh dunia," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (29/10/2026).
Chairperson MMA Indonesia Sutanto Hartono mengatakan bahwa, pemimpin yang akan membentuk babak berikutnya industri kami adalah mereka yang memandang pemasaran sebagai pendorong nilai perusahaan, serta membangun kapabilitas dan kredibilitas untuk mewujudkannya secara konsisten.
“Inovasi di media, platform digital, dan perdagangan menunjukkan bahwa nilai yang bertahan lama lahir dari perpaduan teknologi, kreativitas, dan kepercayaan konsumen dalam setiap keputusan bisnis. Dengan semangat inilah (yang) kami ingin membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi,” tuturnya.
Country Head dan Board Director MMA Indonesia Shanti Tolani mengatakan bahwa, para pemimpin pemasaran Indonesia memiliki kemampuan luar biasa dalam menerjemahkan ide-ide inovatif menjadi koneksi yang lebih dalam dengan konsumen dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi industri.
“Pencapaian mereka layak mendapat pengakuan global. Kami berterima kasih kepada para pakar yang hadir untuk berbagi wawasan, pengalaman, dan pelajaran di balik kesuksesan mereka, agar semakin banyak pihak dapat mewujudkan ambisi menjadi dampak nyata," ujarnya.
Bagi para pemimpin pemasaran Indonesia, forum tersebut menjadi kesempatan untuk menguji asumsi dengan bukti, bertukar pandangan dengan sesama pemimpin industri, dan pulang dengan argumen yang lebih tajam tentang nilai yang diciptakan pemasaran. Informasi agenda dan pendaftaran dapat diakses melalui situs mmaglobal.com.