KOMPAS.com – Satu perjalanan ke Malaysia bisa menghadirkan banyak cerita. Pagi menikmati kuliner lokal, siang menjelajahi budaya setempat, lalu pada hari berikutnya berpindah ke pantai atau pulau dengan suasana yang berbeda.
Bagi pelancong Indonesia, Malaysia memang menjadi salah satu tujuan populer untuk bepergian ke luar negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 643.690 perjalanan wisatawan nasional (wisnas) sepanjang Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, Malaysia menjadi negara tujuan utama dengan pangsa 32,64 persen.
Kuala Lumpur mungkin menjadi salah satu tujuan yang paling familier. Namun, perjalanan ke Malaysia menawarkan lebih banyak pilihan untuk dijelajahi di luar ibu kota.
Ada destinasi yang dikenal dengan kekayaan kulinernya, ada yang menawarkan bentang alam dan suasana pulau, hingga kota yang cocok untuk liburan keluarga atau mengenal budaya lokal lebih dekat.
Dengan konektivitas melalui Kuala Lumpur, perjalanan pun dapat dilanjutkan ke berbagai destinasi lain di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak.
Menjelajah Malaysia lebih jauh dari Kuala Lumpur
Setiap pelancong punya cara berbeda untuk menikmati liburan. Ada yang menjadikan kuliner sebagai tujuan utama, ada pula yang mencari wisata alam, pengalaman budaya, atau destinasi yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.
Kilim Geoforest Park di Langkawi menawarkan bentang alam karst dan wisata perairan yang dapat dijelajahi dengan perahu.Bagi pencinta kuliner, Penang dapat menjadi salah satu tujuan yang menarik untuk disinggahi. Kota ini dikenal dengan beragam makanan yang mencerminkan perpaduan budaya setempat, mulai dari berbagai hidangan kaki lima hingga kuliner khas yang mudah ditemukan di kawasan George Town.
Wisatawan yang ingin menikmati alam dapat mengarahkan perjalanan ke Langkawi. Gugusan kepulauan yang terdiri dari 99 pulau ini menawarkan pantai dan bentang alam, termasuk Kilim Karst Geoforest Park dengan lanskap karst serta ekosistem mangrove yang dapat dijelajahi menggunakan perahu.
Sementara itu, Kota Kinabalu menawarkan lanskap alam khas Sabah serta akses ke wisata pulau di sekitarnya sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin memadukan pengalaman kota dengan aktivitas alam dan pesisir.
Untuk pengalaman yang lebih dekat dengan budaya lokal, pilihan dapat mengarah ke Kota Bharu, Kuala Terengganu, atau Kuching. Kota Bharu memiliki Pasar Siti Khadijah yang menawarkan makanan, hasil bumi, dan kerajinan lokal, serta cita rasa Kelantan.
Sementara itu, Kuala Terengganu dikenal dengan Pasar Payang, batik, songket, dan kerajinan tradisional.
Di Kuching, wisatawan dapat mengenal lebih jauh budaya Sarawak, salah satunya melalui Borneo Cultures Museum.
Suasana Pasar Siti Khadijah di Kota Bharu, Kelantan, yang menawarkan beragam makanan, hasil bumi, batik, hingga kerajinan lokal.Untuk wisatawan yang bepergian bersama keluarga, Johor Bahru dan sekitarnya dapat menjadi pilihan. Salah satu atraksinya adalah LEGOLAND Malaysia Resort di Iskandar Puteri, Johor, yang menawarkan beragam wahana dan aktivitas bertema LEGO.
Pilihan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan ke Malaysia dapat disesuaikan dengan minat masing-masing, mulai dari berburu kuliner dan mengenal budaya lokal hingga menikmati alam atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Batu Caves di Selangor menjadi salah satu destinasi ikonik Malaysia yang menawarkan perpaduan wisata budaya, religi, dan lanskap gua batu kapur.Terhubung ke lebih banyak destinasi melalui KLIA Terminal 1
Semakin banyak destinasi yang ingin dijelajahi, semakin penting pula kemudahan konektivitas dalam menyusun rencana perjalanan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Terminal 1 dapat menjadi titik penghubung bagi pelancong yang ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah Malaysia.
Peran tersebut turut diperkuat oleh posisi KLIA dalam OAG Megahubs Index 2026. KLIA menempati peringkat keempat sebagai bandara paling terkoneksi secara internasional di dunia serta menjadi yang tertinggi di Asia.
Konektivitas itu didukung oleh jaringan Malaysia Airlines. Melalui jaringannya, Malaysia Airlines menghubungkan pelancong dari Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan ke 16 destinasi di Malaysia yang tersebar di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak, dengan dukungan Firefly yang turut memperluas konektivitas ke destinasi-destinasi pilihan di Malaysia.
Dengan jaringan tersebut, pelancong memiliki lebih banyak pilihan untuk merancang perjalanan sesuai destinasi yang ingin dikunjungi.
Setelah tiba di Kuala Lumpur, misalnya, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Langkawi, Kota Bharu, Kuching, Kota Kinabalu, ataupun kota lain di Malaysia.
Kemudahan berpindah antardestinasi tidak hanya bergantung pada jaringan penerbangan yang luas. Ketepatan waktu juga menjadi aspek penting, terutama bagi pelancong yang memiliki penerbangan lanjutan atau agenda perjalanan yang telah terjadwal.
Malaysia Airlines sendiri mencatat rata-rata On-Time Performance (OTP) sebesar 91,70 persen secara year-to-date, dengan capaian 94,16 persen pada September 2026.
Nyaman dan fleksibel sepanjang perjalanan
Malaysian Hospitality menjadi bagian dari identitas layanan Malaysia Airlines, tecermin melalui keramahan, kepedulian, dan perhatian kepada penumpang sepanjang perjalanan.Selain konektivitas dan ketepatan waktu, kenyamanan selama perjalanan juga menjadi bagian penting dari pengalaman terbang.
Sebagai maskapai nasional Malaysia, Malaysia Airlines menghadirkan “Malaysian Hospitality” sebagai bagian dari identitas layanannya. Nilai ini tecermin melalui keramahan, kepedulian, dan perhatian yang diberikan kepada penumpang sepanjang perjalanan.
Komitmen terhadap layanan tersebut turut mendapat pengakuan internasional. Pada Skytrax World Airline Awards 2026, Malaysia Airlines meraih posisi pertama untuk kategori Best Airline Staff in Asia serta peringkat ketiga World's Best Cabin Crew.
Pada Skytrax World Airline Awards 2026, Malaysia Airlines meraih posisi pertama untuk kategori Best Airline Staff in Asia serta peringkat ketiga World's Best Cabin Crew.Malaysia Airlines juga meraih World's Best MICE Airline 2026 dan Asia's Best MICE Airline 2026 dalam World MICE Awards.
Rangkaian penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan terhadap layanan Malaysia Airlines untuk berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk rekreasi dan bisnis.
Namun, pengalaman perjalanan yang nyaman tidak hanya ditentukan oleh pelayanan selama penerbangan. Fleksibilitas juga dibutuhkan ketika rencana perjalanan harus disesuaikan.
Untuk memberikan keleluasaan dan rasa tenang selama perjalanan, Malaysia Airlines menghadirkan tarif Flex sebagai salah satu pilihan tarif Economy. Tarif ini menawarkan perubahan tanggal perjalanan tanpa batas, opsi refund, serta layanan prioritas untuk check-in, boarding, dan penanganan bagasi.
Dengan tarif Flex, Anda juga dapat memilih penerbangan yang lebih awal pada hari yang sama, sesuai ketersediaan serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dengan beragam pilihan destinasi, konektivitas melalui KLIA Terminal 1, performa operasional, serta layanan yang mendukung kenyamanan dan fleksibilitas, pelancong dapat merancang perjalanan ke Malaysia sesuai pengalaman yang ingin dicari, mulai dari wisata keluarga dan kuliner hingga eksplorasi budaya dan alam.
Penang menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner dan budaya, dengan beragam pengalaman lokal yang dapat dijelajahi, termasuk warisan Peranakan.
Sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026–2027, Malaysia Airlines mengajak pelancong untuk menjelajahi lebih banyak destinasi di Malaysia melalui konektivitas yang tersedia dari Kuala Lumpur.
Untuk merencanakan perjalanan berikutnya dan menikmati manfaat tarif Flex, mulai dari perubahan tanggal perjalanan tanpa batas, opsi refund, hingga layanan prioritas untuk check-in, Anda dapat memesan penerbangan langsung melalui situs malaysiaairlines.com atau aplikasi Malaysia Airlines.