Advertorial

Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Abumbun Jaya, UNISM dan UMM Kembangkan Model Pertanian dan Perikanan Terintegrasi

Kompas.com - 30/10/2026, 09:56 WIB

KOMPAS.com – Universitas Sari Mulia (UNISM) bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2026 di Desa Abumbun Jaya, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Adapun program tersebut berupa pengembangan sistem pertanian dan perikanan adaptif terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga di kawasan rawan banjir.

Kegiatan tersebut didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Program itu bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian dan perikanan yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, khususnya kawasan yang menghadapi risiko banjir dan keterbatasan air pada musim kemarau.

Tim pelaksana dari UNISM diketuai Putri Vidiasari dengan anggota Nur Hidayah dan Indra Saputra. Adapun tim pendamping dari UMM diketuai Dr Hany Handajani dengan anggota Prof Henik Sukorini dan Dr Adi Sutanto.

Kolaborasi kedua perguruan tinggi itu mengintegrasikan penerapan teknologi, pelatihan, dan pendampingan langsung lewat dua mitra sasaran, yaitu Kelompok Tani Mitra Lestari dan Kelompok Budidaya Ikan Bina Mina Jaya.

Teknologi pertanian adaptif untuk kelompok tani

Kelompok Tani Mitra Lestari memfokuskan kegiatan pada peningkatan kapasitas produksi dan penguatan manajemen usaha. Salah satu inovasinya adalah pelatihan membuat pupuk kompos organik dengan tambahan spora ektomikoriza dan endomikoriza yang dikembangkan tim pendamping dan berkaitan dengan invensi yang telah dipatenkan.

Inovasi tersebut diharapkan mendukung pengelolaan media tanam dan membuat kelompok mampu menghasilkan pupuk kompos secara mandiri, sekaligus mendorong budi daya yang lebih berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kesesuaian bahan, proses pengomposan, dan kebutuhan tanaman.

Kelompok tani juga dilatih memanfaatkan greenhouse untuk menyediakan bibit hortikultura. Fasilitas itu diharapkan menjaga ketersediaan bibit saat lahan terganggu banjir atau saat kemarau menyebabkan keterbatasan air.

Program tersebut turut memperkenalkan para-para sebagai sarana menanam sayuran di sekitar rumah, yang menjadi alternatif budi daya pada lahan tergenang dengan penyesuaian ketinggian, keamanan konstruksi, dan kondisi lingkungan setempat.

Dari sisi manajemen, kelompok mendapat pendampingan pembukuan agar mampu mencatat biaya produksi, penggunaan bahan, hasil penjualan, dan keuntungan usaha secara lebih teratur. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada penguatan kemandirian ekonomi kelompok.

Akuaponik dan budidaya ikan untuk Bina Mina Jaya

Kelompok Budidaya Ikan Bina Mina Jaya mengarahkan program pada teknologi perikanan yang mendukung produktivitas dan efisiensi usaha. Anggota dilatih menerapkan model budi daya akuaponik dan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang dirancang menyesuaikan kawasan rawan banjir.

Sistem tersebut memadukan pemeliharaan ikan dengan pengelolaan dan pemanfaatan air sehingga berpotensi menggunakan sumber daya secara lebih efisien, apabila didukung pengelolaan dan operasional yang tepat.

Pembuatan pellet ikan dari bahan lokal oleh mitra budi daya ikan Bina Mina Jaya.Dok. Universitas Sari Mulia Pembuatan pellet ikan dari bahan lokal oleh mitra budi daya ikan Bina Mina Jaya.

Kelompok juga dilatih membuat pakan ikan dari bahan baku local. Langkah ini diharapkan membuka peluang pakan alternatif dan membantu kelompok mengevaluasi biaya produksi.

Inovasi lain adalah sistem akuaponik bertenaga surya untuk mendukung kebutuhan energi budi daya dan meningkatkan efisiensi operasional sesuai kapasitas perangkat yang digunakan.

Program itu turut menerapkan teknologi sex reversal pada ikan nila, yakni pendekatan untuk menghasilkan populasi ikan berjenis kelamin tertentu lewat perlakuan pada fase perkembangan yang sesuai, dengan memperhatikan prosedur teknis, keamanan, dan ketentuan budi daya yang berlaku.

Dari sisi pemasaran, kelompok mendapat pendampingan pemanfaatan media sosial dan lokapasar (marketplace) untuk memperluas jangkauan konsumen dan akses pasar.

Kolaborasi untuk keberlanjutan program

Tim UNISM dan UMM berperan memberikan pelatihan, demonstrasi teknologi, pendampingan praktik, serta evaluasi penerapan inovasi pada kedua mitra.

Pendekatan itu menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam penerapan, pemeliharaan, dan pengembangan usaha. Dengan begitu, kelompok mitra mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Integrasi pertanian dan perikanan dinilai penting bagi warga Desa Abumbun Jaya yang perlu menyesuaikan aktivitas produksi dengan dinamika lingkungan.

Ke depan, keberhasilan program diharapkan terlihat dari meningkatnya keterampilan masyarakat, keberlanjutan penggunaan teknologi, kemampuan pengelolaan usaha, serta berkembangnya pemasaran produk pertanian dan perikanan.

Kosabangsa 2026 diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat dikembangkan di desa lain dengan tantangan lingkungan serupa.

Lewat sinergi UNISM, UMM, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat, program tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun sistem produksi pangan yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Tim pelaksana UNISM dan tim pendamping UMM menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan Program Kosabangsa 2026.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau