Advertorial

Hidup Sendiri di Kota Besar, Siapa yang Memastikan Kita Baik-Baik Saja?

Kompas.com - 31/10/2026, 11:43 WIB

KOMPAS.com – Di tengah kesibukan kota besar, hidup sendiri menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Ada yang merantau untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, atau membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Di balik kemandirian tersebut, terdapat tantangan yang kerap luput dari perhatian, yakni siapa yang menyadari ketika rutinitas seseorang berubah.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat, 5,7 juta orang Indonesia hidup sendiri. Bagi mereka yang menjalani keseharian tanpa kehadiran orang lain di rumah, perubahan kondisi tidak selalu mudah diketahui oleh orang-orang di sekitarnya.

Bayangkan seseorang yang biasanya aktif di grup percakapan, rutin berangkat kerja, atau selalu membalas pesan teman-temannya. Suatu hari, ia tidak lagi muncul seperti biasanya.

Awalnya, mungkin tidak ada yang terlalu memikirkannya. Bisa jadi, ia sedang sibuk, ingin beristirahat, atau sekadar mengambil waktu untuk diri sendiri. Pesan yang belum dibalas mungkin dianggap hal biasa, sementara kabar bisa ditanyakan nanti.

Namun, ketika seseorang tinggal sendiri, tidak selalu ada orang yang melihat langsung kesehariannya. Bukan berarti tidak ada yang peduli, melainkan jarak dan kesibukan bisa membuat perubahan kecil lebih mudah terlewat.

Mungkin yang dibutuhkan bukan hanya lebih banyak cara untuk berkomunikasi, melainkan juga perhatian terhadap perubahan kecil dalam keseharian orang-orang terdekat.

Pesan sederhana seperti, "Apa kabar?" atau "Sudah lama enggak kedengaran, semuanya baik-baik saja?" mungkin terlihat biasa. Terkadang perhatian dimulai dari keberanian untuk menyadari bahwa seseorang tidak beraktivitas seperti biasanya, lalu mengambil langkah untuk menghubunginya.

Bantu saling memperhatikan

Tidak selalu mungkin untuk hadir secara langsung bagi orang-orang terdekat. Oleh karena itu, teknologi dapat membantu mendukung upaya menjaga kepedulian, terutama bagi orang-orang yang tinggal sendiri.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kompas meluncurkan aplikasi Check In 24 pada Rabu (4/11/2026). Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna tetap memperhatikan kondisi orang-orang dalam lingkaran terdekat mereka, termasuk mereka yang tinggal sendiri.

Ketika seseorang tidak membuka ponselnya selama 24 jam, Check In 24 akan mengirimkan notifikasi kepada kontak yang telah dipilih agar mereka dapat mengecek keadaannya.

Notifikasi tersebut bukan berarti sesuatu yang buruk pasti terjadi. Sebaliknya, notifikasi menjadi pengingat bagi kontak terpilih untuk mengambil langkah lebih lanjut, seperti menghubungi orang yang bersangkutan dan memastikan kabarnya.

Kehadiran Check In 24 diharapkan dapat membantu menjaga kepedulian di tengah kesibukan sehari-hari, ketika jarak dan rutinitas sering kali membuat perubahan kecil dalam kehidupan seseorang luput dari perhatian.

Teknologi tidak menggantikan kepedulian manusia. Namun, teknologi dapat membantu mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan orang-orang di sekitar, meskipun tidak selalu berada di dekat mereka.

Di tengah kota yang terus bergerak, kita mungkin tidak bisa selalu berada di sisi satu sama lain. Namun, kita bisa berusaha agar orang-orang yang kita pedulikan tidak luput dari perhatian.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau