KOMPAS.com – Di tengah kesibukan kota besar, hidup sendiri menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Ada yang merantau untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, atau membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Di balik kemandirian tersebut, terdapat tantangan yang kerap luput dari perhatian, yakni siapa yang menyadari ketika rutinitas seseorang berubah.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat, 5,7 juta orang Indonesia hidup sendiri. Bagi mereka yang menjalani keseharian tanpa kehadiran orang lain di rumah, perubahan kondisi tidak selalu mudah diketahui oleh orang-orang di sekitarnya.
Bayangkan seseorang yang biasanya aktif di grup percakapan, rutin berangkat kerja, atau selalu membalas pesan teman-temannya. Suatu hari, ia tidak lagi muncul seperti biasanya.
Awalnya, mungkin tidak ada yang terlalu memikirkannya. Bisa jadi, ia sedang sibuk, ingin beristirahat, atau sekadar mengambil waktu untuk diri sendiri. Pesan yang belum dibalas mungkin dianggap hal biasa, sementara kabar bisa ditanyakan nanti.
Namun, ketika seseorang tinggal sendiri, tidak selalu ada orang yang melihat langsung kesehariannya. Bukan berarti tidak ada yang peduli, melainkan jarak dan kesibukan bisa membuat perubahan kecil lebih mudah terlewat.
Mungkin yang dibutuhkan bukan hanya lebih banyak cara untuk berkomunikasi, melainkan juga perhatian terhadap perubahan kecil dalam keseharian orang-orang terdekat.
Pesan sederhana seperti, "Apa kabar?" atau "Sudah lama enggak kedengaran, semuanya baik-baik saja?" mungkin terlihat biasa. Terkadang perhatian dimulai dari keberanian untuk menyadari bahwa seseorang tidak beraktivitas seperti biasanya, lalu mengambil langkah untuk menghubunginya.
Bantu saling memperhatikan
Tidak selalu mungkin untuk hadir secara langsung bagi orang-orang terdekat. Oleh karena itu, teknologi dapat membantu mendukung upaya menjaga kepedulian, terutama bagi orang-orang yang tinggal sendiri.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kompas meluncurkan aplikasi Check In 24 pada Rabu (4/11/2026). Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna tetap memperhatikan kondisi orang-orang dalam lingkaran terdekat mereka, termasuk mereka yang tinggal sendiri.
Ketika seseorang tidak membuka ponselnya selama 24 jam, Check In 24 akan mengirimkan notifikasi kepada kontak yang telah dipilih agar mereka dapat mengecek keadaannya.
Notifikasi tersebut bukan berarti sesuatu yang buruk pasti terjadi. Sebaliknya, notifikasi menjadi pengingat bagi kontak terpilih untuk mengambil langkah lebih lanjut, seperti menghubungi orang yang bersangkutan dan memastikan kabarnya.
Kehadiran Check In 24 diharapkan dapat membantu menjaga kepedulian di tengah kesibukan sehari-hari, ketika jarak dan rutinitas sering kali membuat perubahan kecil dalam kehidupan seseorang luput dari perhatian.
Teknologi tidak menggantikan kepedulian manusia. Namun, teknologi dapat membantu mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan orang-orang di sekitar, meskipun tidak selalu berada di dekat mereka.
Di tengah kota yang terus bergerak, kita mungkin tidak bisa selalu berada di sisi satu sama lain. Namun, kita bisa berusaha agar orang-orang yang kita pedulikan tidak luput dari perhatian.