KOMPAS.com — Potensi perikanan darat Desa Sungai Batang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas usaha masyarakat.
Selama ini, melimpahnya potensi perikanan di desa tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pengembangan teknologi pengolahan dan pengelolaan bisnis. Akibatnya, nilai ekonomi hasil perikanan warga belum berkembang secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, Universitas Sari Mulia (Unism) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2026 untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi desa.
Melalui program itu, warga Desa Sungai Batang mendapatkan pelatihan inovasi teknologi tepat guna sekaligus strategi pengembangan usaha berbasis Business Model Canvas (BMC).
Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa 2026 Indra Saputra mengatakan, program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui perpaduan inovasi teknologi dan penguatan kapasitas usaha masyarakat.
“Penerapan teknologi pengolahan ikan kami padukan dengan BMC agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami cara mengelola dan mengembangkan usaha secara terarah, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/10/2026).
Melalui pendekatan BMC, masyarakat dibekali pemahaman untuk merencanakan produksi, mengenali target pasar, menentukan nilai jual produk, menghitung biaya operasional, hingga menyusun strategi pemasaran.
Dengan begitu, hasil pengolahan perikanan diharapkan tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk penerapan program, Tim Kosabangsa menyerahkan sejumlah bantuan inovasi teknologi kepada kelompok mitra di Desa Sungai Batang pada 19 Oktober 2026.
Bantuan tersebut mencakup empat unit modul solar panel untuk pengering ikan bertenaga matahari, empat set paket penanaman sayuran dengan metode hidroponik, serta empat kandang burung puyuh beserta 200 ekor puyuh.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan patent feed additive untuk mendukung peningkatan produktivitas unggas.
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Ketua Mitra 1 Kelompok Pengolahan Ikan, Yanto, dan Ketua Mitra 2 Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Sri Rezeki Dyah Putri S.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan Kepala Desa Sungai Batang, Suladi.
Rangkaian bantuan itu diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha masyarakat, mulai dari pengolahan hasil perikanan hingga budi daya sayuran dan unggas.
Penggunaan pengering ikan bertenaga matahari, misalnya, menjadi salah satu upaya untuk mendukung proses pengolahan hasil perikanan.
Sementara itu, bantuan hidroponik dan budi daya puyuh memberikan alternatif kegiatan produktif yang dapat dikembangkan oleh kelompok masyarakat.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, program Kosabangsa juga mengintegrasikan edukasi mengenai pangan bergizi. Salah satu materi yang diberikan adalah pemanfaatan ikan sebagai sumber protein bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak.
Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan masyarakat tidak hanya diarahkan pada pengembangan kegiatan ekonomi, tetapi juga peningkatan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi.
Universitas Sari Mulia (Unism) bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membekali warga Desa Sungai Batang di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pelatihan inovasi teknologi tepat guna dan strategi bisnis modern berbasis Business Model Canvas (BMC).Pelaksanaan program Kosabangsa 2026 melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari Unism dan UMM.
Tim pelaksana dari Unism diketuai Indra Saputra dengan anggota Muhammad Zulfadhilah dan Novalia Widiya Ningrum. Adapun tim pendamping dari UMM diketuai Ristika Handarini bersama anggota Warkoyo dan Dana Marsetiya Utama.
Kegiatan tersebut juga melibatkan enam mahasiswa dari tiga program studi (prodi) untuk mendukung pelaksanaan program sesuai bidang keahlian masing-masing.
Dari Prodi Akuntansi, Yuliani Yana Lestari dan Sapitri berperan dalam penguatan aspek pengelolaan usaha dan keuangan. Sementara itu, Suraya Akbar dan Muhammad Rama Alfannur dari Prodi Teknologi Informasi mendukung aspek teknologi.
Adapun Intan Rahma Sari dan Suci Mauridha dari Prodi Kebidanan berkontribusi dalam edukasi kesehatan dan gizi keluarga.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang tersebut memperkuat pendekatan pemberdayaan masyarakat yang memadukan aspek teknologi, pengelolaan usaha, serta kesehatan dan gizi.
Pada kesempatan itu, masyarakat, Kelompok Mitra 1 dan Mitra 2, Pemerintah Kecamatan Martapura Barat, serta Pemerintah Desa Sungai Batang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Kosabangsa 2026.
Apresiasi juga disampaikan kepada Tim Pelaksana Unism, Tim Pendamping UMM, serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas dukungan pendanaan program.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat tersebut, potensi lokal Desa Sungai Batang diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif. Penguatan teknologi pengolahan, diversifikasi usaha, dan edukasi gizi diharapkan turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.