Advertorial

Rela Bayar hingga Rp 8 Juta Per Bulan, Ini Alasan Profesional Muda Jakarta Pilih Premium Coliving

Kompas.com - 02/11/2026, 13:16 WIB

KOMPAS.com – Memilih tempat tinggal di Jakarta tidak lagi sekadar mempertimbangkan lokasi dan biaya sewa. Bagi sebagian profesional perkotaan, kenyamanan, kemudahan menjalani aktivitas sehari-hari, serta efisiensi waktu turut menjadi faktor penting dalam menentukan hunian.

Pertimbangan tersebut membuat sebagian profesional bersedia mengalokasikan anggaran lebih besar untuk tempat tinggal yang menyediakan fasilitas dan layanan terintegrasi.

Salah satu pilihan yang berkembang adalah hunian premium coliving dengan kisaran biaya sewa Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan.

Kecenderungan tersebut terlihat pada profesional yang tinggal di hunian coliving Rukita Deluxe yang dikelola Rukita.

Hunian tersebut tersedia di berbagai kawasan strategis Jakarta, seperti Menteng dan Harmoni, hingga sejumlah lokasi kost Jakarta Selatan, termasuk Cilandak dan Abdul Majid.

Rukita Deluxe menawarkan fasilitas kamar berperabot lengkap (fully furnished), layanan operasional, serta sistem keamanan berbasis teknologi.

Melalui konsep tersebut, penghuni tidak hanya memperoleh tempat tinggal, tetapi juga berbagai layanan yang mendukung kebutuhan sehari-hari.

Pergeseran prioritas pengeluaran

Kesediaan mengeluarkan anggaran lebih besar untuk tempat tinggal mencerminkan perubahan prioritas sebagian profesional urban dalam mengelola pengeluaran.

Biaya sewa tidak lagi semata-mata dinilai berdasarkan luas kamar atau tampilan interior, tetapi juga manfaat yang diperoleh dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Di tengah mobilitas Jakarta yang padat, kemudahan mengakses transportasi, berkurangnya pekerjaan domestik, serta ketersediaan fasilitas penunjang menjadi pertimbangan tersendiri.

Hal itu dirasakan Sergius (34), seorang senior copywriter yang memanfaatkan layanan kebersihan kamar secara berkala selama tinggal di Rukita.

Baginya, ketersediaan layanan room cleaning, laundry, dan perawatan kamar dapat membantu mengurangi waktu serta tenaga yang harus dikeluarkan untuk mengurus kebutuhan rumah tangga.

Pertimbangan berbeda disampaikan Rio (26), seorang civil engineer yang mengutamakan kemudahan mobilitas dari tempat tinggal menuju lokasi kerja.

Ia memilih hunian dengan lokasi strategis yang dekat dengan tempat kerjanya di kawasan Kemang, Jakarta, serta memiliki akses menuju Stasiun MRT Haji Nawi.

Sementara itu, Nonna Mawikere (49), seorang general manager, memanfaatkan fasilitas hunian untuk menunjang aktivitas pribadi dan pekerjaan.

Sejumlah fasilitas, seperti dapur modern, perpustakaan (library), serta area komunal, memberinya ruang untuk menjalankan hobi memasak serta mendukung rutinitas bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Selain kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, keberadaan area komunal juga membuka kesempatan bagi penghuni untuk berinteraksi dan membangun relasi.

Kegiatan komunitas yang tersedia dapat menjadi ruang sosialisasi dan memperluas jejaring profesional antar-penghuni.

Dari apartemen ke premium coliving, apa pertimbangannya?

Bagi sebagian profesional Jakarta, pilihan tinggal di premium coliving juga muncul setelah membandingkan pengalaman menyewa apartemen dengan kebutuhan mereka saat ini.

Selain harga sewa, pertimbangan tersebut mencakup biaya operasional, fasilitas yang tersedia, hingga kemudahan mengelola tempat tinggal.

Sergius, misalnya, memutuskan pindah dari apartemen yang sebelumnya ditempati ke Rukita Deluxe Vivara Menteng.

Menurutnya, selisih biaya antara kedua pilihan hunian tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan fasilitas dan kenyamanan yang diperoleh.

Area komunal Rukita menjadi ruang bagi penghuni untuk bersosialisasi, menikmati waktu bersama, dan membangun relasi antarpenghuni.

dok. Rukita Area komunal Rukita menjadi ruang bagi penghuni untuk bersosialisasi, menikmati waktu bersama, dan membangun relasi antarpenghuni.

“Kalau dihitung harian, biaya tinggal di sini juga masih lebih murah jika dibandingkan hotel, tetapi kualitas yang didapat jauh lebih baik. Lokasinya tenang dan tidak berisik. Jadi, menurut saya kombinasi antara harga, kualitas, dan kenyamanannya cukup sepadan,” tutur Sergius.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perbandingan biaya hunian tidak selalu berhenti pada harga sewa dasar.

Pada apartemen sewa, penghuni dapat menghadapi sejumlah pengeluaran tambahan, seperti biaya pengelolaan (service charge), internet, kebersihan, perawatan teknis, hingga pengadaan perabot.

Selain biaya, berbagai kebutuhan tersebut juga memerlukan waktu dan perhatian untuk dikelola secara mandiri.

Sementara itu, konsep premium coliving menawarkan layanan yang lebih terintegrasi, mulai dari room cleaning, laundry, perawatan fasilitas (maintenance), Wi-Fi, hingga sistem akses kamar menggunakan smart lock.

Berbagai kebutuhan operasional tersebut dapat dikelola melalui satu tagihan bulanan dengan dukungan aplikasi digital.

Salah satu hunian yang mengusung konsep ini adalah Rukita Deluxe Nismara Abdul Majid, pilihan kost Cipete di Jakarta Selatan dengan kisaran harga sewa Rp 5,7 juta hingga Rp 7,7 juta per bulan.

Dengan model layanan tersebut, penghuni dapat mempertimbangkan biaya tempat tinggal secara lebih menyeluruh, termasuk fasilitas, kemudahan pengelolaan, serta waktu yang dapat dihemat untuk kebutuhan lain.

Premium coliving dan perubahan kebutuhan hunian urban

Perkembangan konsep premium coliving mencerminkan perubahan kebutuhan sebagian masyarakat perkotaan terhadap tempat tinggal.

Hunian sewa tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat beristirahat, tetapi juga sebagai ruang yang dapat menunjang produktivitas, aktivitas sosial, serta keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.

Bagi profesional urban, nilai sebuah hunian dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari biaya, efisiensi waktu, kenyamanan, hingga dukungannya terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental.

Kebutuhan tersebut juga menjadi perhatian bagi pelaku industri properti sewa untuk mengembangkan layanan yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Penyedia hunian tidak hanya berperan sebagai pemilik atau pengelola properti, tetapi juga sebagai penyedia layanan yang mengintegrasikan kebutuhan akomodasi dengan fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari.

Pendekatan itu turut membuka peluang bagi pemilik aset dan investor properti yang ingin mengoptimalkan penggunaan bangunan ataupun lahan menjadi hunian coliving.

Namun, potensi pengembangannya tetap perlu mempertimbangkan lokasi, kebutuhan pasar, biaya pengelolaan, serta kelayakan investasi agar dapat menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Rukita menjadi salah satu penyedia hunian yang menawarkan peluang kerja sama bagi pemilik tanah atau bangunan untuk mengembangkan properti menjadi hunian coliving.

Melalui program kemitraannya, Rukita menyediakan layanan analisis potensi aset hingga perhitungan bisnis untuk membantu pemilik properti mempertimbangkan peluang pengembangan hunian.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai program kemitraan, dapat diakses melalui situs resmi www.rukita.co/partners-with-us atau menghubungi tim Rukita melalui WhatsApp di nomor 0811-9005-2616.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau