KOMPAS.com – Memilih mobil untuk menunjang mobilitas sehari-hari tidak hanya soal desain dan kenyamanan. Performa mesin, efisiensi bahan bakar, serta kemampuan kendaraan menghadapi beragam kondisi jalan juga menjadi pertimbangan penting.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, teknologi hybrid menjadi salah satu alternatif karena memadukan efisiensi dengan kepraktisan mesin bensin. Salah satu mobil yang mengusung teknologi ini adalah Suzuki Fronx Hybrid, yang diuji untuk melihat performa dan efisiensinya dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.
Tim Otomotif Kompas.com menjajal mobil tersebut melalui rute perkotaan hingga kawasan pegunungan. Pengujian mencakup respons mesin, kenyamanan suspensi, kemampuan melewati tanjakan dan jalan berkerikil, serta konsumsi bahan bakar.
Suzuki Fronx Hybrid dibekali mesin K15C berkapasitas 1.462 cc yang dipadukan dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung performa sekaligus efisiensi bahan bakar.
Saat digunakan di jalan perkotaan, respons mesin terasa cukup baik untuk menunjang kebutuhan berkendara sehari-hari. Tarikan pada putaran mesin rendah membantu kendaraan bergerak ketika menghadapi lalu lintas padat maupun kondisi jalan yang mengharuskan pengemudi sering melakukan akselerasi.
Respons tersebut juga terasa ketika putaran mesin meningkat. Tenaga yang dihasilkan mendukung kebutuhan akselerasi, termasuk saat kendaraan harus menyesuaikan kecepatan dengan arus lalu lintas.
Tampilan mesin hybrid berkapasitas 1.500 cc dari Suzuki Fronx saat kap mesin dibuka.Karakter Fronx Hybrid turut diuji ketika melewati jalur pegunungan dan jalan berkerikil. Pada sejumlah tanjakan, kendaraan dapat melaju dengan baik tanpa kendala berarti.
Aspek kenyamanan juga menjadi perhatian selama pengujian. Ketika melewati jalan bergelombang dan permukaan yang tidak rata, suspensi mampu meredam guncangan sehingga perjalanan tetap terasa nyaman.
Karakter tersebut menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan, terutama bagi pengemudi yang menggunakan mobil untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan ke luar kota.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian pada Suzuki Fronx Hybrid adalah SHVS.
Sistem tersebut bekerja melalui Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion. Energi yang dihasilkan ketika kendaraan melambat atau melakukan pengereman dimanfaatkan untuk mengisi baterai.
Energi yang tersimpan kemudian dapat digunakan untuk membantu kerja mesin ketika kendaraan berakselerasi. Dengan demikian, sistem hybrid tersebut mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus membantu respons kendaraan pada kondisi tertentu.
Teknologi ini juga dilengkapi fitur Engine Auto Stop yang dapat mematikan mesin secara otomatis ketika kendaraan berhenti dalam kondisi tertentu.
Berbeda dengan mobil listrik murni, sistem mild hybrid pada Fronx tetap menggunakan mesin bensin sebagai penggerak utama. Pengemudi pun tidak perlu mencari stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mengisi daya baterai hybrid karena pengisian energi berlangsung melalui sistem kendaraan saat digunakan.
Foto interior ruang kemudi Suzuki Fronx, menampilkan antarmuka yang menjadi kendali untuk berbagai fitur pendukung saat berkendara. Selain performa dan teknologi hybrid, Suzuki Fronx juga dilengkapi sejumlah fitur yang mendukung kenyamanan serta kemudahan pengemudi.
Salah satunya adalah Head-Up Display (HUD) yang menampilkan informasi kendaraan pada bidang pandang pengemudi. Fitur ini membantu pengemudi memantau informasi penting tanpa harus terlalu sering mengalihkan pandangan ke panel instrumen.
Ada pula Hill Hold Control yang membantu menahan posisi kendaraan sesaat ketika berhenti di jalan menanjak. Fitur tersebut berguna untuk mengurangi risiko kendaraan bergerak mundur ketika pengemudi memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas.
Untuk membantu visibilitas ketika bermanuver, tersedia kamera 360 derajat yang menampilkan kondisi area di sekitar kendaraan. Fitur ini dapat membantu pengemudi ketika memarkirkan mobil atau melewati ruang yang relatif sempit.
Pada varian tertentu, Suzuki Fronx juga dilengkapi Digital Video Recorder (DVR). Perangkat tersebut dapat merekam perjalanan secara langsung dan memiliki fitur pemantauan ketika kendaraan dalam kondisi parkir hingga 24 jam. Rekaman dapat diakses melalui aplikasi yang terhubung dengan perangkat.
Kelengkapan fitur dapat berbeda sesuai varian kendaraan. Karena itu, calon konsumen perlu memperhatikan spesifikasi masing-masing tipe sebelum menentukan pilihan.
Dari sisi dimensi, Suzuki Fronx memiliki panjang 3.995 milimeter, lebar 1.765 milimeter, dan tinggi 1.550 milimeter. Sementara itu, jarak sumbu rodanya mencapai 2.520 milimeter dengan radius putar minimum 4.800 milimeter.
Dimensi tersebut mendukung karakter Fronx sebagai SUV kompak yang dapat digunakan untuk mobilitas di kawasan perkotaan. Radius putar yang relatif ringkas juga membantu pengemudi ketika bermanuver di jalan yang tidak terlalu lebar.
Kombinasi dimensi dan fitur pendukung tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan konsumen ketika mencari kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain performa, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu aspek yang diperhatikan selama pengujian Suzuki Fronx Hybrid.
Pada pengujian sebelumnya di jalur tol, kendaraan ini mencatat konsumsi bahan bakar hingga 22,8 kilometer per liter.
Sementara itu, dalam pengujian dengan rute yang lebih beragam, hasilnya menunjukkan angka sekitar 13 kilometer per liter.
Pengujian tersebut menempuh jarak sekitar 208 kilometer, dari Jakarta menuju lokasi akhir pengambilan gambar, dengan kondisi jalan yang mencakup jalur pegunungan, berkelok, menanjak, hingga jalan berkerikil.
Foto Suzuki Fronx saat akan diujicoba di medan off-road.Perbedaan hasil tersebut memperlihatkan bahwa kondisi rute dan karakter perjalanan turut memengaruhi konsumsi bahan bakar kendaraan. Karena itu, angka pengujian tersebut menjadi gambaran performa dalam kondisi tertentu dan bukan patokan konsumsi BBM yang pasti diperoleh setiap pengguna.
Selain teknologi dan hasil pengujian, aspek biaya kepemilikan juga dapat menjadi pertimbangan calon konsumen.
Suzuki menyediakan program perawatan berkala gratis hingga 50.000 kilometer atau 30 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku. Program tersebut diklaim dapat memberikan potensi penghematan biaya perawatan lebih dari Rp 5 juta.
Adapun untuk komponen baterai lithium-ion pada sistem hybrid, Suzuki memberikan garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer, bergantung pada ketentuan yang berlaku.
Suzuki juga menghadirkan program test drive di diler resmi hingga 31 Desember 2026. Melalui program tersebut, calon konsumen dapat mencoba langsung karakter kendaraan sebelum memutuskan untuk membeli.
Penawaran hadiah langsung juga tersedia dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dengan kombinasi mesin bensin dan teknologi hybrid, fitur pendukung berkendara, serta program layanan purnajual, Suzuki Fronx Hybrid menawarkan pilihan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Pengalaman berkendara dan kebutuhan masing-masing pengguna tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan kendaraan.