KOMPAS.com – Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum internasional pertama bertajuk "Indonesia-China Bridge Forum: Government | Investment | Development | Real Estate" pada Kamis (29/10/2026).
Forum tersebut menjadi wadah dialog antara pelaku ekonomi dan komunitas bisnis Indonesia dan China. Pembahasan utamanya mencakup inovasi di sektor konstruksi, kerja sama bisnis, serta investasi asing dalam mendukung pertumbuhan dan pembangunan Indonesia.
Forum dihadiri lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, investor, pengembang terkemuka, perusahaan konstruksi, profesional di bidang real estat, serta media bisnis dari Indonesia, China, Singapura, dan Hong Kong.
Penyelenggaraan acara tersebut mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia). Adapun BIG BALI GROUP bertindak sebagai penyelenggara, dengan China Construction Group sebagai mitra utama.
Dalam forum tersebut, KADIN Indonesia yang diwakili Devi Erna Rachmawati, SE, MBA, PhD, bersama China Construction Group dan BIG BALI GROUP menandatangani kontrak pembangunan 1.000 rumah perkotaan pertama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Dengan demikian, ekosistem yang dibangun menawarkan rangkaian layanan konstruksi secara menyeluruh dari awal hingga akhir.
Indonesia-China Bridge Forum turut dihadiri sejumlah tamu kehormatan dan pembicara dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta profesional di bidang konstruksi dan properti.
Dari unsur pemerintahan, hadir Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr. Sultan Baktiar Najamudin yang membuka rangkaian program bisnis melalui pidato sambutan kepada para peserta. Turut hadir Perwakilan Presiden Republik Indonesia dan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Republik Indonesia Dr Aris Marsudiyanto, SE, MM.
Perwakilan DPD RI dari Provinsi Bali yang hadir meliputi Senator perwakilan Provinsi Bali di DPD RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, kesehatan, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan sosial Dr Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, MSi; Senator perwakilan Provinsi Bali di DPD RI bidang pengembangan UKM, hak perempuan dan anak, pengembangan ekonomi lokal, serta kesejahteraan masyarakat Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik; serta Senator perwakilan Provinsi Bali di DPD RI bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan daerah I Komang Merta Jiwa. Hadir pula Empi Muslion, Pitan Daslani, dan Noer Sardono dari Kantor Ketua DPD RI.
Dari pemerintah daerah, forum tersebut dihadiri Bupati Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, SSi, dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, SE. Selain itu, hadir Kepala Kantor Perdagangan Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva, Kepala Bagian Perekonomian Kota Semarang Lutfhi Eko Nugroho, serta Staf Khusus Wali Kota Semarang Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rully Syahputra.
Sementara itu, dari kalangan pelaku usaha dan organisasi bisnis, hadir Wakil Ketua Bidang Pertanian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) Devi Erna Rachmawati, SE, MBA, PhD, sekaligus Ketua Dewan Internasional Indonesia-Eurasia (IEIC), dengan materi "Concept of Urban Farming Houses: Social Housing for Low-Income Families in Indonesia".
Turut hadir Wakil Ketua Umum Hubungan Internasional KADIN Indonesia Bernardino Moningka Vega serta Ketua Umum Indonesian Wellness & Spa Association (ASPI) Kusuma Ida Anjani, MBus, MAppFin, dengan materi "Wellness Integrated Development: Unlocking New Business Value Through Indonesian Wellness Culture".
Dari kalangan profesional di bidang konstruksi, arsitektur, dan properti, hadir Arsitek dan Co-founder LEGENDS 3D Ding Ding dengan materi "Integrating Advanced Chinese 3D Construction Printing (3DCP) Technologies in Indonesia". Turut hadir Pendiri Atelier Maneuver, sekaligus Senior Partner di Hope Housing, Arsitek yang berbasis di Hong Kong Haotian Man, dengan materi "Sustainable 3D-Printed Architecture: Building with Earth and Natural Materials".
Hadir pula Wakil Ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Bali-Nusra, Prof Dr Ir I Dewa Gede Agung Diasana Putra, ST, MT, CIM yang memaparkan peran BANI dan IMAC dalam membantu menyelesaikan sengketa bisnis secara rahasia, cepat, dan tanpa merusak kemitraan. Selain itu, hadir Pendiri The Serenite Collection American Hotels & Management Company Amar Alapati, yang mempresentasikan perusahaan manajemen hotel dan restoran asal Amerika pertama di Bali.
Pembicara lainnya adalah Juara Dunia Kebugaran, pengusaha gym dan wellness, ahli strategi kesehatan dan umur panjang (health & longevity), sekaligus Co-founder Reload Sanctuary Nicolas Lee dengan materi "Potential of the Fitness, Wellness and Gym Industry Worldwide in 2026. Bali as a Top Destination in the World Market".
Perwakilan perusahaan konstruksi dan penyedia kebutuhan bangunan juga turut memberikan presentasi. Fang Zheng Jing Dao menyampaikan materi "Building a House in Just 4 Days: Chinese Advanced Aluminum Formwork & Monolithic Concrete Technology", sedangkan Cosmo Home membawakan materi "Complete Interior Finishing Solutions from A to Z".
Selain itu, hadir Spesialis Senior ESG & Keberlanjutan Bisnis PT CCEPC Environment Protection and Energy Utilization Comprehensive Indonesia Aie Natasha dengan materi "Make Buildings Livable" yang membahas teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO), pengolahan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy), dan tenaga surya (Solar PV) untuk seluruh kawasan.
Dari kalangan pelaku bisnis internasional, hadir Direktur Eksekutif Forbes Club Australia Jason Fong dengan materi "Connecting Entrepreneurs and Leaders Around the World". Turut hadir William Saputra, dengan materi "Indonesia and China: Building Business through Social Media Bridge" yang membahas cara mengubah keterlibatan digital menjadi pemesanan nyata serta menjalin kerja sama dengan platform China, seperti Red, Douyin, dan WeChat.
Hadir pula Wakil Manajer Umum Leyoujia, agen broker real estat terkemuka di China Dalong Wei, memiliki volume transaksi lebih dari 500 miliar RMB. Ia memiliki pengalaman selama 14 tahun memimpin tim penjualan yang beranggotakan lebih dari 7.000 orang, serta pernah menjabat sebagai eksekutif di Alibaba yang mengembangkan kanal real estat di Tmall dan Alipay. Forum tersebut juga dihadiri Mark Meallin, Dana Investasi Australia, serta perwakilan dana investasi internasional dari Malaysia, India, Singapura, Amerika Serikat, dan China yang berfokus pada investasi di Indonesia.
Sementara itu, dari kalangan akademisi, hadir Dekan/Profesor Beijing University of Civil Engineering and Architecture sekaligus Direktur Research Center of Earth Architecture Prof Dr Mu Jun PhD (CUHK), MArch (XUAUT), dengan materi "Maneuvering Geometric Complexity: Algorithms and Repetitive Structures" serta presentasi mengenai revolusi pencetakan tanah liat.
Pada paruh kedua forum, panggung utama menghadirkan diskusi panel bertajuk "Government | Investment | Development".
Dalam diskusi tersebut, perwakilan pemerintah, investor, dan pengembang membahas peluang kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha untuk menarik investasi ke Indonesia serta merealisasikannya menjadi proyek-proyek nyata.
China Construction Group juga menyambut baik peluang kerja sama dengan para pengembang, pemilik properti, kontraktor (builder), dan arsitek di seluruh Indonesia.
Melalui ekosistem grup tersebut, sejumlah layanan kini tersedia secara nasional, meliputi:
Investasi China, pembangunan Indonesia, dan teknologi konstruksi inovatif menjadi bagian dari upaya membangun masa depan industri konstruksi.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai proyek, layanan, dan peluang kerja sama, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BIG BALI GROUP di www.BigBaliGroup.com atau mengikuti akun Instagram @bigbaligroup. Informasi dan pertanyaan lebih lanjut juga dapat disampaikan melalui email info@bigbaligroup.com maupun telepon dan WhatsApp di +62 888 7777 881.