Advertorial

35 Tahun Hadir, McDonald’s Indonesia Tingkatkan Kapabilitas Mitra Pemasok Lokal dan Ciptakan Lapangan Kerja

Kompas.com - 04/11/2026, 14:37 WIB

KOMPAS.com – McDonald’s Indonesia telah hadir selama 35 tahun. Selama itu pula, McDonald’s Indonesia menggandeng mitra lokal untuk memasok bahan baku, seperti sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng. Pasokan ayamnya juga berasal dari peternak lokal.

McDonald’s Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran. Sekitar 76 persen bahan bakunya bersumber dari dalam negeri.

Maka tak heran, sekitar 86 persen dari total belanja kepada pemasok yang dilakukan PT Rekso Nasional Food, perusahaan pemegang waralaba McDonald’s di Indonesia, dialokasikan kepada mitra lokal.

Kemitraan yang dijalin McDonald’s Indonesia pun tidak sebatas pada hubungan transaksional. McDonald’s Indonesia selama 35 tahun turut mendorong pemasok lokal untuk naik kelas melalui pembinaan, transfer pengetahuan, dan penerapan standar operasional.

Kini, kualitas produk dan proses kerja pemasok sudah sesuai industri. Aktivitas ini juga mendukung pergerakan ekonomi di berbagai sektor, mulai dari pertanian dan peternakan hingga distribusi dan jasa pendukung.

Quality Assurance Manager McDonald?s Indonesia Imam Gazali, saat berkunjung ke peternakan ayam di Padahanten Farm milik PT Ciomas Adisatwa di Majalengka, Jawa Barat, menjelaskan pentingnya menjaga standar kualitas air di setiap kandang ayam milik mitra. Selama 35 tahun, McDonald?s Indonesia konsisten membina mitra pemasok lokal melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, hingga study visit sampai ke luar negeri.Dok. McDonald’s Indonesia Quality Assurance Manager McDonald?s Indonesia Imam Gazali, saat berkunjung ke peternakan ayam di Padahanten Farm milik PT Ciomas Adisatwa di Majalengka, Jawa Barat, menjelaskan pentingnya menjaga standar kualitas air di setiap kandang ayam milik mitra. Selama 35 tahun, McDonald?s Indonesia konsisten membina mitra pemasok lokal melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, hingga study visit sampai ke luar negeri.

Supply Chain & Quality Assurance Director PT Rekso Nasional Food Ronni Rombe mengatakan, McDonald’s Indonesia secara konsisten membina ratusan mitra melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, hingga kunjungan belajar atau study visit ke luar negeri.

Melalui proses tersebut, pihaknya berbagi praktik terbaik dan memperkenalkan standar kualitas bertaraf global, termasuk dalam aspek keamanan pangan dan kesejahteraan hewan.

“Sebuah kebanggaan ketika para mitra terus mengembangkan kapabilitas mereka hingga bisa bersaing secara mandiri di pasar,” ujar Ronni dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Salah satu mitra yang telah bekerja sama dengan McDonald’s Indonesia selama lebih dari tiga dekade adalah PT Ciomas Adisatwa, bagian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA Group).

Perusahaan yang bergerak di bidang budi daya unggas komersial tersebut merupakan salah satu pemasok ayam McDonald’s Indonesia.

Head of Production Region Jabar 3 PT Ciomas Adisatwa Rendhiq Ramadhan mengatakan, standar yang diterapkan McDonald’s Indonesia menjadi salah satu acuan untuk meningkatkan proses kerja dan kualitas produksi.

Audit berkala juga mendorong pihaknya untuk memastikan prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) dijalankan secara tepat dan konsisten.

Standar itu, lanjutnya, tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan McDonald’s Indonesia, tetapi juga menjadi referensi dalam mengembangkan bisnis dan melayani pelanggan lainnya.

“Standar tersebut tidak hanya bermanfaat dalam hubungan kami dengan McDonald’s Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu dasar kami dalam mengembangkan bisnis dan melayani pelanggan lainnya,” jelas Rendhiq.

Tak hanya perusahaan besar, McDonald’s Indonesia juga turut menjalin kemitraan dengan pelaku usaha yang memulai bisnis dari skala kecil.

Salah satunya adalah Made Gunada, petani asal Bali yang mulai bekerja sama dengan McDonald’s Indonesia pada 1993.

Berawal dari lahan kecil di Bali, usaha Made kini berkembang hingga menjangkau Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Made mengatakan, kepercayaan dan pendampingan yang diberikan sejak awal kerja sama turut mendukung perkembangan usahanya. Pendampingan tersebut mencakup aspek teknis hingga bantuan peningkatan fasilitas pertanian.

Made Gunada (kanan) salah satu mitra petani asal Bali yang telah bermitra dengan McDonald?s Indonesia sejak 1993. Sejak awal kemitraan, McDonald?s Indonesia memberikan pendampingan teknis dan bantuan untuk meningkatkan fasilitas pertanian. Berawal dari sebidang lahan kecil, usaha Made kini berkembang hingga Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta memasok untuk kebutuhan lebih dari 50% restoran McDonald?s Indonesia.Dok. McDonald’s Indonesia Made Gunada (kanan) salah satu mitra petani asal Bali yang telah bermitra dengan McDonald?s Indonesia sejak 1993. Sejak awal kemitraan, McDonald?s Indonesia memberikan pendampingan teknis dan bantuan untuk meningkatkan fasilitas pertanian. Berawal dari sebidang lahan kecil, usaha Made kini berkembang hingga Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta memasok untuk kebutuhan lebih dari 50% restoran McDonald?s Indonesia.

“Sejak awal kemitraan, saya merasakan sendiri bagaimana McDonald’s Indonesia memberikan kepercayaan dan pendampingan sekaligus. Mulai dari pendampingan teknis hingga bantuan peningkatan fasilitas pertanian. Pertanian kami kini bisa konsisten memenuhi kuota dengan standar kualitas produk yang mampu bersaing hingga pasar global,” terang Made.

Buka lapangan kerja

Usaha Made tersebut pun turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian.

Bahkan, lanjutnya, beberapa anak petani mulai melihat sektor pertanian sebagai pekerjaan yang menjanjikan dan pilihan untuk ditekuni.

“Dampak ekonomi dari kemitraan ini tidak hanya dirasakan oleh usaha kami, tetapi juga oleh masyarakat lokal,” tambah Made.

Itu berarti, kemitraan dengan McDonald’s Indonesia ikut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Di balik setiap produk yang dinikmati pelanggan, terdapat jaringan usaha dan tenaga kerja yang turut bergerak. Aktivitas McDonald?s Indonesia telah menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal di berbagai daerah seiring pertumbuhan bisnis, termasuk dengan pembukaan lapangan kerja di berbagai sektor.Dok. McDonald’s Indonesia Di balik setiap produk yang dinikmati pelanggan, terdapat jaringan usaha dan tenaga kerja yang turut bergerak. Aktivitas McDonald?s Indonesia telah menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal di berbagai daerah seiring pertumbuhan bisnis, termasuk dengan pembukaan lapangan kerja di berbagai sektor.

Hasil studi independen oleh Oxford Economics selama periode April 2024 hingga Maret 2025 mengungkap bahwa aktivitas perusahaan turut mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor.

Setiap 100 karyawan McDonald’s Indonesia turut mendukung hingga 330 lapangan kerja tambahan di berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian dan distribusi hingga jasa pendukung.

Di fasilitas produksi Padahanten Farm milik PT Ciomas Adisatwa di Majalengka, Jawa Barat, contohnya, terdapat 41 pekerja tetap.

Pada waktu-waktu tertentu, fasilitas tersebut membutuhkan lebih dari 50 pekerja tambahan, terutama untuk kegiatan panen dan bongkar muat. 

Kemudian, fasilitas rumah potong ayam PT Japfa Food Indonesia dapat mempekerjakan sekitar 400 hingga 1.500 orang di setiap fasilitas.

Head of Quality Assurance PT Japfa Food Indonesia Achmad Novel mengatakan, kebutuhan McDonald’s Indonesia turut mendorong pembukaan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar fasilitas.

Para pekerja juga memperoleh keterampilan dan pemahaman mengenai standar pengolahan, seperti prinsip halalan tayyiban, keamanan pangan, dan kesejahteraan hewan.

“Pengetahuan ini sekiranya bisa mereka bagikan kembali kepada komunitas di lingkungan tempat mereka tinggal. Jadi, dampaknya terasa lebih berkelanjutan, tidak hanya dari sisi keuntungan ekonomi saja,” jelas Achmad.

Associate Director of Communications McDonald?s Indonesia Meta Rostiawat (kiri) menyerahkan apresiasi kepada Head of Quality Assurance PT Japfa Food Indonesia Achmad Novel (kanan) atas konsistensi penerapan prinsip halalan tayyiban, standar keamanan pangan, serta praktik Animal Health Welfare di rumah potong ayam milik PT Japfa Food Indonesia.Dok. McDonald’s Indonesia Associate Director of Communications McDonald?s Indonesia Meta Rostiawat (kiri) menyerahkan apresiasi kepada Head of Quality Assurance PT Japfa Food Indonesia Achmad Novel (kanan) atas konsistensi penerapan prinsip halalan tayyiban, standar keamanan pangan, serta praktik Animal Health Welfare di rumah potong ayam milik PT Japfa Food Indonesia.

Tingkatkan kapabilitas dan beri efek berganda

Guru Besar bidang Strategic Management dan Marketing Global Academy of Finance and Management (GAFM) Amerika Serikat Mochammad Mukti Ali menjelaskan, kemitraan jangka panjang dengan perusahaan besar, seperti McDonald’s Indonesia, dapat mendorong peningkatan kapabilitas pemasok lokal atau supplier upgrading.

Hubungan tersebut juga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) karena aktivitas industri restoran cepat saji melibatkan berbagai sektor ekonomi.

“Ketika pemasok memiliki hubungan jangka panjang dengan perusahaan, mereka tidak hanya mendapatkan akses terhadap permintaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan standar, pengetahuan, serta praktik operasional yang lebih tinggi,” terang Mukti.

Ia berharap, dalam jangka panjang, proses tersebut dapat memperkuat kapabilitas pemasok dan membantu mereka mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau