Advertorial

PMI Manufaktur Menguat, DPRD Dorong Surabaya Buka Peluang Investasi Baru

Kompas.com - 05/11/2026, 21:44 WIB

KOMPAS.com – Penguatan aktivitas manufaktur nasional menjadi peluang bagi Kota Surabaya untuk memperkuat sektor industri pengolahan sekaligus menarik investasi baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diharapkan mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni mengapresiasi peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai 54,0 pada Oktober 2026, dari sebelumnya 52,4 pada September 2026.

"Sebagai pimpinan DPRD, saya mengapresiasi perkembangan positif tersebut. Mudah-mudahan momentum ini bisa dimanfaatkan Surabaya untuk membuka peluang investasi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar politisi Golkar yang disapa akrab Mas Toni itu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/11/2026).

Fathoni menilai, penguatan manufaktur nasional perlu direspons daerah melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif dan pengembangan sektor-sektor produktif.

Menurutnya, Surabaya memiliki modal ekonomi yang cukup kuat karena industri pengolahan menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan menyumbang 19,59 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya pada 2025. Pencapaian tersebut menempatkan industri pengolahan sebagai sektor terbesar kedua setelah perdagangan besar dan eceran yang mencapai 26,97 persen.

Di samping itu, industri pengolahan Surabaya tumbuh 7,85 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi kota yang mencapai 5,87 persen.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal Surabaya hingga semester I 2026 mencapai Rp 23,608 triliun atau sekitar 53 persen dari target tahunan sebesar Rp 44,26 triliun. Investasi tersebut berasal dari 68.840 proyek di berbagai sektor usaha.

Fathoni juga melihat, pencapaian tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas investasi agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat.

Salah satu indikatornya adalah penyerapan tenaga kerja. Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya mencatat, sebanyak 5.120 tenaga kerja baru telah ditempatkan hingga Juli 2026. Adapun target penyerapan tenaga kerja sepanjang 2026 mencapai 8.838 orang.

Oleh karena itu, ia mendorong Pemkot Surabaya menghubungkan kebutuhan industri dengan pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Langkah tersebut diperlukan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha.

Selain itu, investasi diharapkan membuka kesempatan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk masuk dalam rantai pasok industri, termasuk penyediaan barang, jasa pendukung, distribusi, dan logistik.

Fathoni juga menekankan pentingnya untuk memastikan perizinan, kemudahan berusaha, serta dukungan infrastruktur untuk meningkatkan daya tarik investasi.

Berdasarkan laporan S&P Global yang dirilis Senin (2/11/206), PMI manufaktur Indonesia berada di level 54,0. Posisi di atas ambang batas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Fathoni berharap, momentum tersebut dapat terus dijaga melalui penguatan struktur industri, perluasan investasi, dan peningkatan daya saing manufaktur nasional.

"Surabaya harus mampu menangkap momentum positif perkembangan industri nasional dengan memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah, sehingga semakin banyak investasi yang masuk dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," imbuh dia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau