Advertorial

MMA IMPACT Indonesia 2026 Sukses Perkuat Kemampuan Pemasar Ciptakan Nilai Bisnis

Kompas.com - 06/11/2026, 13:46 WIB

KOMPAS.com – Marketing and Media Alliance (MMA) Indonesia menggelar MMA IMPACT Indonesia 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026).

Mengusung tema "Advancing Marketers’ Ability to Create Value", forum ini mempertemukan para pemimpin bisnis senior Tanah Air, mulai dari Chairperson, eksekutif puncak, dan direktur hingga pemilik bisnis, pendiri, serta pengambil keputusan.

Para peserta menakar dampak pemasaran terhadap pertumbuhan sekaligus merumuskan strategi ke depan.

Setiap sesi bermuara pada satu gagasan, yaitu pemasaran dan periklanan layak mendapat kursi di meja kepemimpinan ketika mampu membuktikan kontribusinya terhadap angka yang paling berarti bagi bisnis.

Lebih dari 30 pemimpin pemikiran dan pakar senior hadir membagikan wawasan berbasis bukti yang mereka bangun dari keahlian di industri masing-masing.

Dengan begitu, para pemimpin bisnis membawa pulang kerangka kerja yang dapat langsung diterapkan di organisasi mereka.

Ekonomi digital, AI, dan kepercayaan konsumen

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kini menyaksikan kecerdasan buatan (AI) mengubah cara merek bertumbuh.

Ekonomi digital nasional diperkirakan mencapai 600 miliar dollar AS pada 2030, sementara studi Kearney dan EDBI menyebut AI berpotensi mendongkrak produk domestik bruto (PDB) hingga 12 persen atau 366 miliar dollar AS pada periode yang sama.

Ekonomi kreatif menjadi salah satu penyumbang terkuat pada pertumbuhan itu, dengan investasi mencapai 11,32 miliar dollar AS, pertumbuhan 6,86 persen atau 1,75 poin persentase di atas pertumbuhan nasional, serta penyerapan 27,4 juta tenaga kerja yang sebagian besar merupakan talenta muda, berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kesiapan kepemimpinan pun menjadi keunggulan kompetitif. Menurut Gartner, organisasi yang memprioritaskan literasi AI di kalangan eksekutifnya mencatat kinerja keuangan 20 persen lebih tinggi, dan 60 persen merek diprediksi akan menggunakan agentic AI untuk interaksi personal dengan pelanggan pada 2028.

Pergeseran yang sama turut mengubah perjalanan konsumen menuju pembelian, dengan social commerce sebagai salah satu lini pertumbuhan tercepat.

Menurut WARC Media, belanja iklan di media sosial tumbuh dua kali lebih cepat dibanding kanal digital lainnya.

Data Rakuten Insight 2023 menunjukkan 44 persen masyarakat Indonesia membeli produk lewat media sosial dalam setahun terakhir.

Semakin pendek jalur tersebut, semakin besar pula peran kepercayaan. Laporan Edelman 2026 mencatat 88 persen konsumen menilai kepercayaan terhadap merek sebagai kriteria pembelian yang penting atau krusial, setara dengan kualitas dan nilai.

Data NielsenIQ menunjukkan 60 persen konsumen bersedia membayar lebih untuk kualitas, dan survei Kantar yang dikomisikan Meta menyebut 87 persen menginginkan komunikasi yang dipersonalisasi dari bisnis yang mereka gunakan.

Pemasaran mengubah kepercayaan tersebut menjadi nilai perusahaan. Dalam paparan pembukaan MMA Possible 2026, Greg Stuart menyebut distribusi memberikan dampak penjualan 67 kali lipat dibanding iklan, dan pengukuran prediktif mampu mengerek kapitalisasi pasar perusahaan hingga 10 persen.

Kekuatan penceritaan manusia di era AI

Forum tersebut mendapat kehormatan menyambut Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Prof Mohammed Ali Berawi, sebagai Tamu Kehormatan.

Lewat keynote bertajuk "The Power of Human Storytelling in a World Hungry for Meaning", ia menekankan bahwa ekonomi kreatif Indonesia tumbuh berkat kekuatan penceritaan manusia, dengan AI mempercepat proses kerja dan kisah lokal yang autentik membawa kreativitas Indonesia ke panggung dunia.

Menurut Ali Berawi, ekonomi kreatif merupakan bagian dari prioritas nasional Asta Cita, khususnya misi penciptaan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif, dengan ekonomi digital diposisikan sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Fesyen (16,37 miliar dollar AS) dan kriya (12,03 miliar dollar AS) menjadi penyumbang ekspor terbesar.

Ia memaparkan tiga prinsip penceritaan di era AI, yakni kisah yang bermakna berawal dari pengalaman manusia, autentisitas menjadi pembeda, dan kisah bersama dapat tumbuh menjadi gerakan kolektif.

"Ekonomi kreatif Indonesia mencerminkan kekuatan masyarakatnya, yaitu budaya, imajinasi, dan kisah yang mereka bawa. Ketika kecerdasan artifisial mempercepat produksi konten, nilai sejati tetap berakar pada empati, autentisitas, dan kekayaan intelektual manusia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (6/11/2026).

Melalui Creative by Indonesia, Ali Berawi mengatakan bahwa peran MMA IMPACT Indonesia 2026 adalah memberdayakan kisah-kisah tersebut agar menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga kreativitas Indonesia mendapat pengakuan dan kepercayaan, baik di dalam negeri maupun di kancah global.

Sejumlah tokoh berfoto bersama di panggung MMA IMPACT Indonesia 2026.Dok. MMA Indonesia Sejumlah tokoh berfoto bersama di panggung MMA IMPACT Indonesia 2026.

Global Chief Executive Officer MMA Greg Stuart terbang langsung dari New York, Amerika Serikat, untuk membuka forum tersebut. Kehadirannya menjadi tonggak penting keterlibatan MMA dengan industri pemasaran Indonesia.

Lewat sesi bertajuk "The Age of Opinion in Marketing Is Ending", ia menjelaskan bahwa sebagai eksekutif yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan, Chief Marketing Officer (CMO) berada di posisi yang tepat untuk memperoleh peran lebih kuat di jajaran direksi.

Menurut Stuart, penguatan peran tersebut membutuhkan pemimpin yang fasih AI dan berpijak pada asumsi yang solid serta berbasis bukti, sehingga AI memperbesar hal yang sudah terbukti berhasil.

Menjadikan dampak pemasaran benar-benar dapat diprediksi merupakan ambisi bersama, yang paling efektif diwujudkan lewat aliansi industri tempat merek, agensi, platform, dan peneliti memajukan profesi ini bersama.

"Pemasaran adalah mesin pertumbuhan perusahaan, dan pengetahuan untuk membuktikan nilainya sudah tersedia. Ketika para pemimpin menerapkan bukti tersebut, mengukur dampak melalui eksperimen, dan menggunakan AI di atas asumsi yang solid, kontribusi pemasaran menjadi dapat diprediksi dan terlihat dalam nilai perusahaan,” ujar Greg Stuart.

Menurutnya, para marketer Indonesia berada di posisi yang tepat untuk memimpin pergeseran tersebut, dan melalui aliansi MMA, ia berharap dapat membangun masa depan itu bersama-sama.

Chief Executive Officer EMTEK Media dan Vidio sekaligus Chairperson MMA Indonesia Sutanto Hartono membingkai arah diskusi lewat tema tahun ini.

Ia memaknai penciptaan nilai dalam bahasa ruang rapat direksi, yakni inisiatif pemasaran yang menghasilkan terobosan komersial terukur, baik dengan membuka segmen pelanggan baru, membentuk proposisi nilai yang khas, maupun membangun sumber pendapatan baru.

Mengakui iklim bisnis yang menantang di kawasan, ia mendorong para pemimpin melihat situasi ini sebagai momentum untuk memadukan kreativitas dan kelincahan bisnis.

"Masa sulit tetap membuka ruang pertumbuhan dan memberi ganjaran bagi brand yang bergerak dengan gesit dan kreatif. Dari segmen baru hingga model monetisasi baru, brand Indonesia membuktikan bahwa pemasaran mampu menciptakan nilai yang jauh melampaui likes dan jangkauan,” ujar Sutanto.

Menurutnya, MMA IMPACT hadir untuk berbagi pelajaran tersebut dan bersama-sama meningkatkan standar industri Indonesia.

Shanti Tolani, Country Head MMA Indonesia, menyampaikan sambutan pembuka dalam MMA IMPACT Indonesia 2026.Dok. MMA Indonesia Shanti Tolani, Country Head MMA Indonesia, menyampaikan sambutan pembuka dalam MMA IMPACT Indonesia 2026.

Country Head dan Board Director MMA Indonesia Shanti Tolani mengatakan bahwa, pemimpin yang menciptakan nilai terbesar di tahun-tahun mendatang adalah mereka yang mampu mengubah AI menjadi pertumbuhan terukur sambil tetap dekat dengan konsumen yang mereka layani.

Artinya, memahami budaya lokal secara mendalam, menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada brand mereka, dan membangun tim kepemimpinan yang fasih AI.

“Pemasaran bekerja paling baik ketika sains dan seni bergerak beriringan, dan sebagai aliansi, kami hadir untuk membantu industri tumbuh dan melangkah maju sebagai satu kesatuan," ujar Shanti.

Berpijak pada tema tersebut, rangkaian diskusi di MMA IMPACT 2026 memberi para pemimpin senior arah yang praktis, yaitu memperlakukan pemasaran sebagai investasi pertumbuhan dan menuntut standar pembuktian yang sama seperti bagian bisnis lainnya. Informasi agenda dan pendaftaran dapat diakses melalui situs mmaglobal.com.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau