Advertorial

DPP IAPA Dorong Penguatan Etika, Meritokrasi, dan Kebijakan Berbasis Bukti dalam Tata Kelola Pemerintahan Indonesia

Kompas.com - 06/11/2026, 14:08 WIB

KOMPAS.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) mendorong penguatan tata kelola pemerintahan Indonesia melalui lima agenda strategis.

Agenda itu meliputi penguatan etika administrasi publik, peningkatan kualitas kebijakan berbasis bukti, penguatan tata kelola pemerintahan melalui transformasi digital dan tata Kelola kecerdasan artifisial (AI), penerapan meritokrasi dalam pengisian jabatan publik, serta penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan kontribusi asosiasi profesi.

Kelima agenda tersebut dirumuskan berdasarkan hasil diskusi Dewan Pakar IAPA dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Rabu (21/10/2026).

DPP IAPA memandang bahwa tantangan pemerintahan yang semakin kompleks membutuhkan institusi publik yang profesional, berintegritas, adaptif, dan akuntabel.

Perbaikan tata kelola pemerintahan tidak cukup hanya melalui perubahan regulasi dan prosedur birokrasi, tetapi juga memerlukan penguatan nilai, kapasitas kelembagaan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas pengambilan keputusan publik.

Berikut adalah rincian pembahasan lima agenda strategis yang diusung DPP IAPA.

  1. Penguatan etika administrasi publik (H3)

Integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat harus menjadi fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan.

Penguatan etika diperlukan untuk memastikan kewenangan publik dijalankan secara bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

  1. Peningkatan kualitas kebijakan melalui evidence-based policy (H3)

Perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan publik perlu semakin didasarkan pada data yang kredibel, penelitian ilmiah, dan evaluasi yang sistematis.

Kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian perlu diperkuat untuk menghasilkan kebijakan yang efektif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.

Pemaparan materi dalam salah satu sesi diskusi IAPA Annual Conference 2026 di Purwokerto, yang membahas kontekstualisasi dan relevansi keilmuan administrasi publik di tengah transformasi digital.Dok. IAPA Pemaparan materi dalam salah satu sesi diskusi IAPA Annual Conference 2026 di Purwokerto, yang membahas kontekstualisasi dan relevansi keilmuan administrasi publik di tengah transformasi digital.

  1. Penguatan tata kelola pemerintahan melalui transformasi digital dan tata kelola AI (H3)

DPP IAPA mendorong peningkatan akuntabilitas, transparansi, koordinasi antarlembaga, dan kapasitas institusi publik.

Transformasi digital dan pemanfaatan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, tetapi juga memperkuat kualitas pengambilan keputusan dan responsivitas pemerintahan.

Pada saat yang sama, penggunaan AI harus disertai tata kelola yang etis, transparan, akuntabel, dan memperhatikan kepentingan serta hak-hak masyarakat.

  1. Penguatan meritokrasi dalam pengisian jabatan publik (H3)

Pengisian jabatan harus mengutamakan kompetensi, kualifikasi, integritas, dan kinerja melalui proses yang obyektif, transparan, dan akuntabel.

Penerapan meritokrasi merupakan fondasi penting untuk menjaga profesionalisme birokrasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan publik, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

  1. Penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan peran asosiasi profesi (H3)

Perguruan tinggi dan asosiasi profesi perlu semakin dilibatkan dalam pengembangan ilmu administrasi publik, peningkatan kapasitas aparatur, serta perumusan dan evaluasi kebijakan pemerintah.

Penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah menjadi penting untuk memastikan perkembangan keilmuan memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan.

IAPA Siap Menjadi Mitra Strategis Pemerintah (H2)

DPP IAPA menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan publik yang independen, konstruktif, dan berbasis bukti ilmiah.

Melalui IAPA Annual Conference 2026, IAPA berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas profesional semakin diperkuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pembukaan IAPA Annual Conference 2026 & ICPSH FISIP Unsoed 2026 ditandai dengan penampilan musik tradisional angklung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.Dok. IAPA Pembukaan IAPA Annual Conference 2026 & ICPSH FISIP Unsoed 2026 ditandai dengan penampilan musik tradisional angklung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Sebagai informasi, IAPA merupakan asosiasi profesi dan keilmuan yang menghimpun anggota individu, termasuk akademisi, peneliti, dan praktisi, serta anggota institusi berupa program studi penyelenggara pendidikan Administrasi Publik, Administrasi Negara, serta Manajemen dan Kebijakan Publik di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

IAPA berkomitmen memperkuat pengembangan keilmuan, kualitas pendidikan tinggi, profesionalisme aparatur, dan tata kelola pemerintahan melalui penelitian, pengembangan kapasitas, serta kolaborasi nasional dan internasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau