Advertorial

Jalani Hobi di Tengah Kesibukan Bekerja, Mungkinkah?

Kompas.com - 02/06/2016, 17:10 WIB

Banyak eksekutif atau anak muda yang punya hobi di luar pekerjaan utama. Bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan, tetapi punya hobi bermain futsal bersama teman-teman. Bekerja di bidang IT (information technology), tetapi juga suka nge-band. Atau ada pula yang bekerja sebagai pialang di perusahaan sekuritas tapi punya hobi ngumpul dan jalan dengan komunitas otomotif. 

Tetapi, risiko yang satu ini tidak bisa dihindari. Seseorang dapat menghabiskan waktunya dalam sehari untuk menyelesaikan pekerjaan plus membelah macetnya perjalanan selama berjam-jam. 

Akibatnya, seseorang bisa kehabisan energi, cepat lelah, kemudian tak dapat melanjutkan aktivitas dengan optimal. Jika seperti ini, apakah semangat untuk menjalankan hobi seusai bekerja masih ada? 

Tentu saja semangat itu masih bisa dikembalikan bila anak muda punya energi yang cukup. Dengan energi cukup, anak muda pasti lebih semangat beraktivitas seharian. Pekerjaan utama jalan, hobi pun jalan. 

Kuncinya, sempatkan diri berolahraga ringan dan mengonsumsi menu bergizi, seperti makanan yang mengandung protein dan minum air putih, setiap hari. Bila kedua hal ini dilakukan secara tertib, tubuh akan terasa lebih sehat dan bugar. Tentunya, kebugaran tubuh menjadi bekal utama untuk beraktivitas dengan optimal. 

Minuman energi pun dapat dikonsumsi bila memerlukan energi ekstra. Minuman energi mengandung kafein dan taurin yang dinilai dapat memproduksi energi ekstra pada tubuh. 

Minuman jenis ini pertama kali diproduksi oleh Perusahaan Thailand TC Pharmaceutical Company milik Chaleo Yoovidhya pada tahun 1978. Chaleo Yoovidhya menyebut minuman ini dengan nama Kratingdaeng. 

Terinspirasi pada kesuksesan itu, pada tahun 1991 PT Asia Health Energy Beverages membawa Kratingdaeng ke Indonesia. Minuman ini diberi nama yang sama. Kratingdaeng terus diminati masyarakat Indonesia. 

Pada 1996 pabrik pertama Kratingdaeng dibangun di Sukabumi, Jawa Barat. Menyesuaikan selera dan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia, minuman ini diproduksi dengan kandungan gula murni dan kadar kafein yang lebih sedikit dari secangkir kopi. 

Setelah 25 tahun memberikan energi di Indonesia, Kratingdaeng meluncurkan produk baru dengan sub-brand Kratingdaeng Pro. Varian baru ini diciptakan untuk memenuhi gaya hidup masyarakat urban Indonesia yang sangat aktif dan dinamis. Generasi ini memerlukan minuman kesegaran yang memberi energi ekstra untuk  menghadapi tantangan pekerjaan dan menjalankan hobi pada saat bersamaan. 

Dengan kemasan kaleng dan desain yang lebih modern, Kratingdaeng Pro sangat cocok menjadi minuman penambah energi bagi generasi muda yang haus akan produktivitas. Rasa manis Kratingdaeng Pro juga sudah disesuaikan sehingga cocok bagi sebagian orang yang tidak suka rasa manis berlebih. 

Kandungan Taurin, Kafein, Vitamin B3, B6, B12, Provitamin B5 dikombinasikan dengan sensasi karbonasi yang menyegarkan dapat membantu menyegarkan tubuh dan pikiran. Kratingdaeng Pro juga sudah memenuhi standarisasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari. 

Selagi masih muda, maksimalkan performa tubuh Anda. Tak perlu khawatir tidak bisa melakukan pekerjaan sekaligus hobi hanya karena tubuh Anda gampang lelah. Yang penting jaga terus energi Anda, dengan selalu berolahraga, konsumsi makanan dan minuman sehat, dan minum Kratingdaeng Pro setiap hari untuk menjaga kebugaran fisik. 

Dengan Kratingdaeng Pro, pekerjaan dan hobi pun bisa dijalankan dengan penuh semangat! (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau