Brandzview

Kodim dan Polsek di Purwakarta Pun Berasitektur Sunda...

Kompas.com - 20/03/2017, 15:29 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com – Bukan hanya gedung pemerintahan dan tempat pelayanan umum yang menggunakan desain arsitektur Sunda. Kini, bangunan kodim dan polsek di kabupaten itu juga akan berarsitektur Sunda.

"Yang Kodim nanti akan diresmikan oleh Pangdam III Siliwangi, sementara untuk di polsek sudah seizin Kapolda," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di kantornya, Senin (20/3/2017).

Dedi menjelaskan, renovasi bangunan Kodim dan Polsek Campaka dimulai per hari ini dan ditargetkan selesai dua pekan. Anggaran untuk renovasi tersebut sekitar Rp 500 juta.

"Kodim dan Polsek Campaka merupakan proyek percontohan. Mudah-mudahan nanti bisa menyeluruh di Jawa Barat," ujar Dedi.

Renovasi itu akan terdiri dari beberapa hal. Pertama, atap bangunan akan diganti dengan desain khas Sunda, yaitu julang ngapak. Kedua, interior bangunan akan menyesuaikan dengan gambaran Siliwangi, seperti wallpaper bernuansa harimau.

Ketiga, nama bangunan disesuaikan dengan sejarah Padjadjaran. Seperti dalam sejarahnya, di Kerajaan Padjadjaran memiliki empat senopati.

Pertama, Senopati Kuda Ngampa. Kedua, Jaya Perkasa, senopati paling perkasa. Ia paling jago dan harus ditiru Kodam III Siliwangi. Ketiga, Senopati Lingga Buana, dan terakhir Senopati Terong Peot.

Tak hanya bangunan, Pemkab Purwakarta pun akan membantu pembangunan patung harimau berjenis sancang. Harimau Sancang adalah hewan yang mendampingi Prabu Siliwangi.

Kemarin, Dedi baru mengirimkan patung harimau Sancang untuk Koramil Cisewu. Patung tersebut akan menggantikan patung "harimau lucu" di Koramil Cisewu yang sempat viral di media sosial (Baca: Patung Harimau Lucu Diganti dengan Maung Sancang Siliwangi).

KOMPAS.com/Irwan Nugraha Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, memberikan patung harimau baru ke Koramil 1123 Cisewu, Garut, Minggu (19/3/2017).
"Siliwangi seorang raja yang tidak memperlihatkan muka garang, tapi raja yang lembut. Itu terlihat dari sikapnya yang silih asah, silih asih, silih asuh. Tapi, harimau melambangkan kegagahan. Perpaduan konsep inilah yang akan dibuat," ucapnya.

Selain merenovasi Kodim Purwakarta, pihaknya akan membangun Museum Digital Siliwangi di tempat tersebut. Museum itu akan menceritakan sejarah Siliwangi sebagai raja hingga nama Siliwangi yang digunakan untuk Kodam III Siliwangi.

"Nanti akan diceritakan sejarang long march Siliwangi dari sini ke Yogyakarta, lalu ke Aceh, hingga menumpas DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)," ucapnya.

RENI SUSANTI/KONTRIBUTOR PURWAKARTA

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau