kabar mpr

Hadiri Sidang Class Action Warga Bukit Duri, Ketua MPR : Harus Ada yang Bela Rakyat

Kompas.com - 22/03/2017, 09:31 WIB

Ketua MPR Zulkifli Hasan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memenuhi janji menghadiri sidang Class Action Warga Bukit Duri korban penggusuran, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/3).

Kehadiran Ketua MPR di PN Jakpus disambut langsung oleh Tokoh masyarakat Jaya Suprana, Aktivis pembela warga Sandyawan Sumardi dan warga korban gusuran Bukit Duri yang antusias menunggu kehadirannya

Ketua MPR menjelaskan kehadirannya adalah memenuhi janji untuk membela Warga korban gusuran Bukit Duri.

"Ini komitmen saya sejak awal untuk berpihak pada yang lemah dan tidak berdaya. Membela Warga untuk perjuangkan haknya,"

Selain bentuk keberpihakan, Ketua MPR juga menegaskan bahwa kedatangannya mendampingi para korban adalah untuk menghapus kesan tak ada pejabat yang membela rakyat.

"Rakyat tidak sendiri dan masih banyak yang bersedia membela. Semoga kehadiran kami hari ini bisa memberikan semangat untuk perjuangan warga,"

Ketua MPR berharap, pemprov DKI Jakarta mau menggunakan cara-cara yang diajarkan oleh Pancasila, dalam menyelessaikan sengketa penggusuran. Yaitu mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

"Kasihan rakyat jelata, mereka itu posisinya lemah. Saya akan coba bicara dengan Pemprov DKI agar melaksanakan mediasi dan musyawarah dengan warga agar ada jalan keluar bersama, win win solution,"

Menanggapi kehadiran Ketua MPR, budayawan Jaya Suparana menyatakan terima kasih yang sebesar besarnya. "Saya terharu ternyata ada yang seperti Pak Zul ini. Mau hadir bela warga di tengah kesibukannya yang padat," kata Jaya

Senada dengan Jaya, Aktivis pembela warga Sandyawan Sumardi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua MPR Zulkifli Hasan

"Kehadiran bapak sangat berarti bagi warga korban gusuran. Selama ini kami merasa ditinggal sebagai Rakyat. Bersyukur ada bapak yang mendukung penuh perjuangan orang pinggiran ini," ungkap Sandy

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau