Kilas

Ribuan Lampion Menghiasi Langit Kota Semarang

Kompas.com - 21/05/2017, 06:12 WIB

KOMPAS.com – Hari menunjukkan pukul 21.00 WIB, saat ribuan lampion terbang menghiasi langit Kota Semarang. Tepat di bawah langit kawasan Banjir Kanal Barat, warga kota memadati kagum. Mereka, mengikuti betul detik-detik pembukaan Festival Banjil Kanal Barat.

Penerbangan dengan total 4.700 lampion itu adalah rangkaian peringatan hari jadi Kota Semarang ke-470. Acaranya sengaja dibuat menjadi satu dengan festival oleh Pemerintah Kota Semarang untuk mempromosikan destinasi wisata Banjir Kanal Barta.

"Festival Banjir Kanal Barat akan terus kami gelar untuk mengenalkan lokasi wisata air Kota kepada masyarakat luas khususnya, wisatawan mancanegara ", ujar Wali Kota Semarang usai membuka acara dengan memukul gendering di atas panggung, Kamis (18/5/2017).

Hendi, sapaan akrab dia, meminta seluruh warga untuk mendukung Pemerintah Kota Semarang dalam upaya memajukan kota. "(Kota) Semarang bergerak di atas empat roda yang harus berjalan sama-sama. Kalau salah satunya kempis, pembangunan pun tidak akan berjalan optimal", tutur Hendi.

Untuk itu, Hendi berharap agar acara tersebut dapat menjadi refleksi Kota Semarang untuk terus memajukan sektor pembangunan ke depannya.

Adapun ragam acara yang jadi agenda festival di antaranya pameran perahu hias yang dirias dengan lampion, fire dance atau tarian api, street art festival, dan penampilan penyanyi Cakra Khan.

“(Saya senang), harapannya (ke depan) penataan parkir dilakukan lebih baik lagi. Semoga tempatnya juga bias diperluas agar masyarakat yang dating tidak (harus) berdesak-desakan,” ujar salah satu pengunjung, Teddy.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau