Advertorial

Investasi di Industri Komoditas Sebabkan Optimisme Daya Beli Masyarakat Meningkat

Kompas.com - 29/05/2017, 11:29 WIB

Pengaruh positif mulai dirasakan perekonomian Indonesia dikarenakan kenaikan harga komoditas yang terjadi saat ini. Dalam acara press conference kinerja PT Bank Central Asia (BCA) Tbk triwulan I 2017, Kamis (20/04/2017), Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa dalam skala tertentu ada kebutuhan untuk melakukan investasi dari industri komoditas pertambangan dan perkebunan.

Kebutuhan akan investasi di industri komoditas pertambangan dan perkebunan sejalan dengan kenaikan harga komoditas telah mendorong debitur di industri tersebut mulai mengajukan kredit kepada perbankan. Selain itu, peningkatan kebutuhan akan alat-alat transportasi laut, seperti tugboat untuk mendukung komoditas juga mulai terlihat.

Bertambahnya investasi ini diyakini Jahja akan mendorong permintaan tenaga kerja. Diharapkan hal ini berpengaruh positif dalam mendukung pendapatan masyarakat dan mendorong daya beli masyarakat.

"Jika kebutuhan akan tenaga kerja meningkat, daya beli akan membaik. Kondisi perekonomian Indonesia diharapkan dapat lebih baik dibandingkan tahun lalu," ungkap Jahja.  

Selain kenaikan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan ditopang oleh aktivitas pembangunan proyek infrastruktur yang juga dapat mendorong pembukaan lapangan pekerjaan. (Adv) 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau