Advertorial

Nono Sampono Serukan Generasi muda Amalkan Agama dan Pancasila

Kompas.com - 08/06/2017, 18:33 WIB

Banten - Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono ajak generasi muda amalkan Agama dan Pancasila. Saat membuka Acara Seminar Nasional Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Tumbuh Kembangnya Wawasan Kebangsaan di Universitas Islam negeri (UIN) Syarief Hidayatullah. Banten(7/6). 

Nono mengingatkan generasi muda untuk mengawal NKRI, Pancasila, UUD 45, dan Bhineka Tunggal Ika, yang sekarang ini mengarah pada titik disintegrasi.

"Sekarang mulai bermunculan golongan orang-orang yang mulai merongrong eksistensi NKRI, Pancasila Kebhinekaan dan melakukan provokasi, sehingga nilai-nilai Pancasila memudar, anak muda harus menjaga jangan sampai amnesia terhadap Pancasila" Tegasnya. 

Menurut Senator asal Maluku ini, Pancasila bukanlah agama, tetapi Pancasila tidak bertentangan dengan apapun bahkan dengan agama, karwna di dalam Pancasila disebutkan adanya keTuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, Musyawarah dan keadilan. 

"Sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan para ulama, bahwa Pancasila dan Agama adalah dua hal yang tidak ada pertentangannya. Seperti yang diajarkan oleh agama, bahwa Pancasila menganjurkan kita untuk Melaksanakan perintah agama, Memiliki rasa kemanusiaan pada sesama, Menjaga persatuan/Silaturahmi, Bermusyawarah, Mewujudkan keadilan," jelasnya. 

Menyikapi persoalan bangsa saat ini dan melunturnya nilai-nilai kebangsaan. Pagi tadi Presiden RI, Bapak Joko Widodo melantik Para Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila atau yang disingkat dengan (UKP-PIP). 

"Dengan terbentuknya UKP-PIP ini, kita berharap agar 'amnesia Pancasila' yang menghinggapi sebagian masyarakat kita dapat berubah menjadi “SAYA PANCASILA”Terkait UKP-PIP ini, silahkan adik-adik atau para dosen dan alumni UIN Syarif Hidayatullah memberikan masukan dan konsep pemikirannya agar lembaga baru ini dapat melaksanakan misinya dengan baik," tukas Nono. 

Senada dengan itu, Bachtiar Aly pakar komunikasi politik dan anggota DPR RI Menambahkan untuk memperkuat motivasi generasi muda, kaum muda jangan hanya terkesima dengan bangsa lain tetapi lupa  menjaga jatidiri bangsa ini yaitu Pancasila.

"Tantangan untuk generasi muda dan Universitas ini perlu buat kajian riset dan bisa kerjasama dengan DPD RI untuk melihat sejauhmana persoalan disintegrasi bangsa ini jangan sampai overdosis terhadap hal-hal yang melunturkan semangat kebangsaan" tuturnya. 

Menutup sambutannya, Wakil Ketua DPD RI berharap Para akademisi UIN dan mahasiswa/i UIN memberikan kontribusi untuk memberikan masukan terhadap ideologi kita Pancasila sebagai wahana untuk mempertemukan perbedaan yang ada. 

"Terkait itu hendaknya Pancasila menjadi teman dialog dalam keseharian dan bukan barang mati tetapi barang hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan bahkan menjadi trend," ujar Nono. 

Terakhir, sekali lagi Nono Sampono menyampaikan bahwa dalam bulan ramadhan seperti saat ini adalah momentum terbaik dalam mengiplementasikan Pancasila. Sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan para ulama, bahwa Pancasila dan Agama adalah dua hal yang tidak ada pertentangannya. Seperti yang diajarkan oleh agama, bahwa Pancasila menganjurkan kita untuk Melaksanakan perintah agama, Memiliki rasa kemanusiaan pada sesama, Menjaga Persatuan/Silaturahmi, Bermusyawarah, Mewujudkan keadilan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau