Kilas

Lebaran, Semarang Kuatkan Pesan Toleransi dan Keberagaman

Kompas.com - 28/06/2017, 12:10 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Lebaran tahun ini, Semarang menegaskan sebagai kota yang penuh keragaman. Warga kota yang beraneka suku dan agama turut dalam perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Semarang.

Pesan keberagaman itu tampak nyata saat Uskup Agung Semarang Mgr Dr Robertus Rubiyatmoko beserta rombongan romo hadir dalam rangkaian 'Open Office' Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, di Balaikota Semarang, Minggu (25/6/2017) lalu.

Romo Rubi bersama ribuan masyarakat Kota Semarang hadir dalam open house itu. Mereka mengucapkan selamat hari raya bagi umat Islam yang merayakan Idul Fitri. Pemerintah Kota Semarang sengaja memilih tema "Lebaran Hebat, Tanpa Sekat"  untuk menyimbolkan keberagaman.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan momentum lebaran harus dimaknai sebagai langkah untuk menyucikan diri dari hal-hal negatif. Semua pihak, terutama umat muslim harus menyadari makna Lebaran yang fitri, atau kembali ke fitrah sebagai manusia.

"Kita semua harus kembali ke fitrah, semua hal negatif harus dihapus, termasuk kebiasaan buruk menyebar kebencian harus hilang," kata Hendrar, yang pada tahun ini dinobatkan sebagai Pembina Kerukunan Umat Beragama oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Pesan yang sama juga disampaikan melalui akun Instragamnya. Ia mengajak seluruh pihak untuk menyadari betapa pentingnya keberagaman yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Semarang.

"Lebaran Hebat, Tanpa Sekat -- Kita mungkin berbeda-beda, tapi Indonesia mempersatukan kita *Indahnya Keberagaman", tulisnya.

Menurut dia, perbedaan adalah hal biasa. Dalam membangun sebuah kota, Hendrar melanjutkan, perbedaan adalah hal yang tidak dielakkan. Namun, perbedaan tidak perlu ditonjolkan. "Yang penting kebersamaan warga, bahwa kita semua tinggal di Kota Semarang," ujarnya.

Usai menyapa seluruh warga, Wali Kota didampingi istrinya Krisseptiana mendatangi sejumlah tokoh di Jawa Tengah untuk bersilaturahmi. Di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko , Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono, serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Suasana perayaan Lebaran di Kota Semarang, Jawa Tengah meriah seperti di kota besar lainnya. Ada pesta arak-arakan, makan lontong opor, shalat Id hingga open house. (KONTRIBUTOR SEMARANG/ NAZAR NURDIN)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau