Kilas

Olly Klaim Berhasil Mewujudkan Sulawesi Utara Pintu Gerbang Pasifik

Kompas.com - 04/06/2018, 03:12 WIB


KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, meluncurkan buku tentang capaian kinerjanya yang berjudul "Mengawal Indonesia di Gerbang Pasifik" di Wale Ne Tou Tondano, Minahasa, Jumat (1/6/2018).

Buku yang ditulis berdasarkan perspektif Olly Dondokambey untuk mewujudkan cita-cita pahlawan nasional asal Sulawesi Utara, Dr. Sam Ratulangi yang merupakan Gubernur Sulawesi pertama.

Sam Ratulangi dikenal dengan falsafah "Si tou timou tumou tou" yang artinya manusia baru dapat disebut sebagai manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia.

Berbagai gagasan dan pandangan Sam Ratulangi tentang kemajuan Sulawesi Utara sangat tepat dan mulai terealisasi, seperti Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang kawasan pasifik.

Perintis

Berangkat dari gagasan itu, Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara yang menjabat sejak 2005 hingga 2015, membuka berbagai peluang menjadikan Sulawesi Utara sebagai 'Gerbang Pasifik.'

Kini, pada masa kepemimpinan Olly Dondokambey, gagasan Sam Ratulangi terwujud. Menurut Ratulangi, Sulawesi Utara akan berperan penting dalam perekonomian Indonesia mendatang karena letaknya yang sangat strategis, yakni berada di bibir Samudera Pasifik .

“Gagasan itu terus didorong untuk diwujudkan. Kita harus bersyukur Gubernur SHS telah menjembatani gagasan Sam Ratulangi. Saat ini, saya melaksanakannya dan terbukti hasilnya  telah dirasakan kita bersama,” ujar Olly.

Melalui buku itu, Olly menuangkan ide dan gagasan dalam membangun Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang pasifik dan menjadikan provinsi itu lebih hebat.

Sulawesi Utara yang berada di antara benua Asia dan Australia mendapat perhatian khusus sebagai jalur perdagangan.

Salah satu buktinya, dibukanya jalur penerbangan dari Singapura, China, Jepang, dan Korea menuju Sulawesi Utara mendapat respon cepat.

Dengan terbukanya peluang investasi, ia meminta semua pihak harus dapat memanfaatkannya. Dengan begitu, Sulawesi Utara dapat mandiri secara ekonomi sebagaimana yang dicita-citakan Presiden RI pertama, Soekarno.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, meluncurkan buku berjudul Mengawal Indonesia di Gerbang Pasifik di Minahasa, Jumat (1/5/2018)Dok. Humas Pemprov Sulut Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, meluncurkan buku berjudul Mengawal Indonesia di Gerbang Pasifik di Minahasa, Jumat (1/5/2018)

Pertumbuhan ekonomi yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi kesenjangan di Sulawesi Utara. Oleh karenanya, Sulawesi Utara perlu membangun sumber daya lain untuk mendukung kemajuan ekonomi itu.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dan berbagai pihak yang telah membantu penerbitan buku, utamanya jurnalis senior Osdar Siahaan yang telah menyunting buku itu.

Prestasi

Selama Olly memimpin Sulawesi Utara selama 2 tahun 4 bulan, perekonomian Sulawesi Utara pada 2017 tumbuh sebesar 6,32 persen atau meningkat sebesar 0,15 persen dibandingkan  2016 yang berada pada poin 6,17 persen.

Inflasi tercatat turun dari 3,31 persen pada 2016 menjadi 2,44 persen pada 2017. Sementara, investasi mengalami kenaikan signifikan dari Rp 4,5 triliun pada 2016 menjadi Rp 6 triliun pada 2017.

Selain itu, angka kemiskinan mampu ditekan sebesar 0,3 persen dari angka 8,20 persen pada 2016 menjadi 7,9 persen pada 2017. Angka pengangguran pun berkurang dari sebesar 6,20 persen pada 2016 menjadi 6,18 persen pada 2017.

(Baca: Sulawesi Utara Diklaim Berkembang Pesat)

Kemajuan juga tercapai dari sisi pembangunan sumber daya manusia. Pada 2017, indeks pembangunan manusia (IPM) Sulawesi Utara mencapai 71,66. Angka ini meningkat sebesar 0,61 poin atau tumbuh sebesar 0,86 persen dibandingkan 2016.

Perkembangan sektor pariwisata juga meningkat. Jumlah turis asing dari mancanegara pada 2017 tercatat hampir 100 ribu orang. Sedangkan, wisatawan lokal tercatat berjumlah 1.698.523 orang.

Olly mengaku belum puas dengan capaian tersebut. Masih banyak persoalan di Sulawesi Utara yang mesti diselesaikan. 

Ia berharap, peran Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang di kawasan pasifik semakin kokoh. Dengan demikian, rakyat Sulawesi Utara bisa makin sejahtera.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau