Terlalu Banyak Nonton TV Naikkan Risiko Terkena Diabetes
Terlalu banyak duduk di depan televisi membuat warga lansia Australia menghadapi risiko terkena diabetes tipe 2.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Selasa 14 April 2026, Cek Jam Operasionalnya
Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Selasa 14 April 2026, Cek Jam Operasionalnya
Megapolitan
Prabowo Temui Presiden Putin, Konsultasi Hadapi Situasi Geopolitik
Prabowo Temui Presiden Putin, Konsultasi Hadapi Situasi Geopolitik
Nasional
Petir Sambar Meteran Listrik di Aceh Utara, 1 Petani Tewas di Dapur dan Seorang Anak Luka-luka
Petir Sambar Meteran Listrik di Aceh Utara, 1 Petani Tewas di Dapur dan Seorang Anak Luka-luka
Regional
Diplomasi Moskow dan Jalan Kedaulatan Negara
Diplomasi Moskow dan Jalan Kedaulatan Negara
Nasional
Pemkab Brebes Gabung Proyek PSEL Tegal Raya, Olah 1.015 Ton Sampah Jadi Listrik
Pemkab Brebes Gabung Proyek PSEL Tegal Raya, Olah 1.015 Ton Sampah Jadi Listrik
Regional
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 14 April 2026: Cek Jadwal, dan Biayanya
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 14 April 2026: Cek Jadwal, dan Biayanya
Megapolitan
Kagetnya Roy Suryo Lihat Eks Pengacara Muncul di Sidang Gugatan Ijazah Jokowi
Kagetnya Roy Suryo Lihat Eks Pengacara Muncul di Sidang Gugatan Ijazah Jokowi
Megapolitan
Panasnya Sidang Chromebook, BPKP Sebut Negara Rugi Rp 1,5 T Emosi Kubu Nadiem Terpancing
Panasnya Sidang Chromebook, BPKP Sebut Negara Rugi Rp 1,5 T Emosi Kubu Nadiem Terpancing
Nasional
Keluarga di Malang Kompak Lakukan Aksi Pencurian Sepeda Motor, Terancam 7 Tahun Penjara
Keluarga di Malang Kompak Lakukan Aksi Pencurian Sepeda Motor, Terancam 7 Tahun Penjara
Surabaya
Kuasa Hukum Keluarga Minta RSHS Buat Tim Independen Usut Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Kuasa Hukum Keluarga Minta RSHS Buat Tim Independen Usut Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Bandung
Gratis, Pameran Abhirama Ranggawarsita Digelar 6-10 Mei, Ada Konsultasi Keris
Gratis, Pameran Abhirama Ranggawarsita Digelar 6-10 Mei, Ada Konsultasi Keris
Regional
Imigrasi Surabaya Amankan 3 WN China yang Gunakan Visa Wisata untuk Bekerja
Imigrasi Surabaya Amankan 3 WN China yang Gunakan Visa Wisata untuk Bekerja
Surabaya
BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Malam, Ini Rincian Cuaca per Wilayah
BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Malam, Ini Rincian Cuaca per Wilayah
Megapolitan
Indonesia Gabung BRICS, Putin Ungkap Peluang Baru untuk Bekerja Sama
Indonesia Gabung BRICS, Putin Ungkap Peluang Baru untuk Bekerja Sama
Nasional
Paradoks Bonus Demografi : Melimpah Secara Kuantitas, Rapuh Secara Literasi
Paradoks Bonus Demografi : Melimpah Secara Kuantitas, Rapuh Secara Literasi
Nasional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau