15 Bus AKAP Dikandangkan
Sebanyak 15 unit bus Antar Kota Antar Provinsi atau AKAP dikandangkan di Terminal Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Rasa Frustasi dan Jerat Narkoba Bikin Sopir Taksi Online Lecehkan Penumpang
Rasa Frustasi dan Jerat Narkoba Bikin Sopir Taksi Online Lecehkan Penumpang
Megapolitan
Bersembunyi di Rumah Kosong, Pelaku Pencurian Naik Ke Atap Rumah Warga Saat Diciduk Polisi
Bersembunyi di Rumah Kosong, Pelaku Pencurian Naik Ke Atap Rumah Warga Saat Diciduk Polisi
Medan
Mantan Kadis KLH Bali Jadi Tersangka Pengelolaan TPA Suwung, Pemprov Beri Pendampingan
Mantan Kadis KLH Bali Jadi Tersangka Pengelolaan TPA Suwung, Pemprov Beri Pendampingan
Denpasar
Di Tengah Isu Pengurangan, Wabup Purworejo Jamin PPPK Tetap Utuh
Di Tengah Isu Pengurangan, Wabup Purworejo Jamin PPPK Tetap Utuh
Regional
Skeptisme Membayangi WFH ASN
Skeptisme Membayangi WFH ASN
Nasional
Kasus Penganiayaan Kucing di Blora, Ini Alasan Pemilik Mintel Tolak Damai: Merasa Tak Aman
Kasus Penganiayaan Kucing di Blora, Ini Alasan Pemilik Mintel Tolak Damai: Merasa Tak Aman
Regional
Namanya Disebut Dalam 3 Kali Sidang Kasus Korupsi DJKA Medan, Siapa Lokot Nasution?
Namanya Disebut Dalam 3 Kali Sidang Kasus Korupsi DJKA Medan, Siapa Lokot Nasution?
Medan
Duduk Perkara 3 Karung Koin Petambak Indramayu, Wujud Tanggung Jawab Rakyat Kecil yang Ditolak Bupati
Duduk Perkara 3 Karung Koin Petambak Indramayu, Wujud Tanggung Jawab Rakyat Kecil yang Ditolak Bupati
Regional
Turis Jerman Ditelantarkan di Labuan Bajo, Ini Respons Asosiasi Pariwisata Mabar
Turis Jerman Ditelantarkan di Labuan Bajo, Ini Respons Asosiasi Pariwisata Mabar
Regional
Hal-hal yang Dikhawatirkan Anggota DPR dari RUU Perampasan Aset: Celah 'Abuse of Power' dan Pemerasan
Hal-hal yang Dikhawatirkan Anggota DPR dari RUU Perampasan Aset: Celah "Abuse of Power" dan Pemerasan
Nasional
Duduk Perkara Rismon Sianipar dan Jusuf Kalla, Dari Video Berlanjut ke Bareskrim
Duduk Perkara Rismon Sianipar dan Jusuf Kalla, Dari Video Berlanjut ke Bareskrim
Nasional
Skandal Laporan JAKI Direspons Foto AI Berujung SP1 untuk Petugas PPSU
Skandal Laporan JAKI Direspons Foto AI Berujung SP1 untuk Petugas PPSU
Megapolitan
Pasutri di Pasaman Barat Lumpuh dan Stroke Menahun, Polres Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Pasutri di Pasaman Barat Lumpuh dan Stroke Menahun, Polres Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Regional
Fakta-fakta Ledakan di Pabrik Besi Sidoarjo: Kronologi, Korban, hingga Dampak ke Rumah Warga
Fakta-fakta Ledakan di Pabrik Besi Sidoarjo: Kronologi, Korban, hingga Dampak ke Rumah Warga
Surabaya
Saat Amsal Sitepu Bebas, Kini Kajari Karo dan Bawahannya yang Diperiksa Berhari-hari di Kejagung
Saat Amsal Sitepu Bebas, Kini Kajari Karo dan Bawahannya yang Diperiksa Berhari-hari di Kejagung
Nasional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau