Stres Diperiksa Kejaksaan, Pejabat di Sumut Bunuh Diri
Diduga depresi karena diperiksa hampir sepekan oleh Kejatisu terkait dugaan korupsi dana bansos di Pemprov Sumut, seorang pejabat gantung diri.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Terbang Temui Putin, Prabowo akan Suarakan Posisi RI di Geopolitik Dunia
Terbang Temui Putin, Prabowo akan Suarakan Posisi RI di Geopolitik Dunia
Nasional
Pemkot Bandung Temukan 137 ASN Diduga Langgar Aturan WFH, Bakal Kena Potong TPP
Pemkot Bandung Temukan 137 ASN Diduga Langgar Aturan WFH, Bakal Kena Potong TPP
Bandung
Modus Sapa 'Pagi Pakdhe', Jambret di Kulon Progo Rampas HP Pesepeda
Modus Sapa "Pagi Pakdhe", Jambret di Kulon Progo Rampas HP Pesepeda
Yogyakarta
Kasus Korupsi Tulungagung, Adik Kandung Bupati hingga Kepala Dinas Dibawa ke Jakarta
Kasus Korupsi Tulungagung, Adik Kandung Bupati hingga Kepala Dinas Dibawa ke Jakarta
Surabaya
Kisah Dosen Baru Sadar ADHD di Usia Dewasa, Ini Tanda dan Risikonya
Kisah Dosen Baru Sadar ADHD di Usia Dewasa, Ini Tanda dan Risikonya
Megapolitan
Benarkah Haji Her Terlibat Kasus Bea Cukai? Begini Penjelasan KPK Usai Periksa 'Crazy Rich Madura'
Benarkah Haji Her Terlibat Kasus Bea Cukai? Begini Penjelasan KPK Usai Periksa "Crazy Rich Madura"
Surabaya
5 Daerah di Jambi Masih Terapkan Open Dumping, Menteri LH Desak Percepatan Pengelolaan Sampah
5 Daerah di Jambi Masih Terapkan Open Dumping, Menteri LH Desak Percepatan Pengelolaan Sampah
Regional
Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS, Ibu Korban Kritik Penjelasan Kemenkes
Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS, Ibu Korban Kritik Penjelasan Kemenkes
Bandung
Kenapa Kerry Anak Riza Khalid dkk Laporkan 4 Hakim yang Mengadilinya?
Kenapa Kerry Anak Riza Khalid dkk Laporkan 4 Hakim yang Mengadilinya?
Nasional
Cara Baru Satpol PP Jogja Patroli: Naik Sepeda di Kawasan Wisata
Cara Baru Satpol PP Jogja Patroli: Naik Sepeda di Kawasan Wisata
Yogyakarta
Melihat Festival Ketog Semprong di Tabanan Bali, Simbol Kerukunan dan Keberagaman
Melihat Festival Ketog Semprong di Tabanan Bali, Simbol Kerukunan dan Keberagaman
Denpasar
Kereta Ekonomi Kerakyatan Laris Manis dalam 1 Bulan Beroperasi, Ini Keunggulannya
Kereta Ekonomi Kerakyatan Laris Manis dalam 1 Bulan Beroperasi, Ini Keunggulannya
Yogyakarta
Ada 3 Demo di Jakarta Hari ini, Berikut Titik-titik Berpotensi Macet
Ada 3 Demo di Jakarta Hari ini, Berikut Titik-titik Berpotensi Macet
Megapolitan
Sulap Rooftop Jadi Kebun Sayur Hidroponik, Ardan Raup Cuan dari Selada dan Kale
Sulap Rooftop Jadi Kebun Sayur Hidroponik, Ardan Raup Cuan dari Selada dan Kale
Regional
Maling Masuk Rumah di Indramayu, Ambil Barang Tak Biasa, Rekaman CCTV Viral
Maling Masuk Rumah di Indramayu, Ambil Barang Tak Biasa, Rekaman CCTV Viral
Bandung
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau