Pak Menteri, Berpikirlah Dahulu Sebelum Berucap...
ASS dan orangtuanya sangat kecewa pada komentar tak sedap dari Mendikbud M Nuh. "Saya kecewa dan marah pada Bapak Menteri," ungkap RG, ibu ASS.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

KPK Panggil 5 Bos Biro Travel Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
KPK Panggil 5 Bos Biro Travel Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
Nasional
Melihat Lahan Tanah Abang yang Diperebutkan Pemerintah dan GRIB Jaya
Melihat Lahan Tanah Abang yang Diperebutkan Pemerintah dan GRIB Jaya
Megapolitan
Kenapa GRIB Ikut Campur di Polemik Lahan Tanah Abang?
Kenapa GRIB Ikut Campur di Polemik Lahan Tanah Abang?
Megapolitan
Kemensos Kaji Penebalan Bansos, Tunggu Kebijakan Presiden
Kemensos Kaji Penebalan Bansos, Tunggu Kebijakan Presiden
Nasional
Sudah Masuk Kemarau, tapi Jawa Tengah Masih Diguyur Hujan? Ini Kata BMKG
Sudah Masuk Kemarau, tapi Jawa Tengah Masih Diguyur Hujan? Ini Kata BMKG
Regional
Hadapi Ancaman Megathrust, BMKG Pasang Alat Deteksi Tsunami untuk Lindungi 500 Ribu Warga Padang
Hadapi Ancaman Megathrust, BMKG Pasang Alat Deteksi Tsunami untuk Lindungi 500 Ribu Warga Padang
Regional
Viral Rombongan Pejabat Berfoto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik Sumbar, Dua Polisi Diperiksa
Viral Rombongan Pejabat Berfoto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik Sumbar, Dua Polisi Diperiksa
Regional
Survei Poltracking: 75,1 Persen Publik Percaya dengan Pemerintah Prabowo-Gibran
Survei Poltracking: 75,1 Persen Publik Percaya dengan Pemerintah Prabowo-Gibran
Nasional
NasDem Buka Suara soal Isu 'Merger' dengan Gerindra: Sebagai Wacana, Itu Hal Biasa
NasDem Buka Suara soal Isu "Merger" dengan Gerindra: Sebagai Wacana, Itu Hal Biasa
Nasional
Kasus Penemuan Jenazah di Mobil Sleman: Diduga Keracunan Karbon Monoksida dan Sudah 37 Hari Meninggal
Kasus Penemuan Jenazah di Mobil Sleman: Diduga Keracunan Karbon Monoksida dan Sudah 37 Hari Meninggal
Yogyakarta
680 Calon Jemaah Haji Bali Berangkat ke Tanah Suci pada 10 Mei, Termuda Usia 13 Tahun
680 Calon Jemaah Haji Bali Berangkat ke Tanah Suci pada 10 Mei, Termuda Usia 13 Tahun
Denpasar
Waketum Nasdem Sebut Belum Ada Wacana Fusi Nasdem dengan Gerindra
Waketum Nasdem Sebut Belum Ada Wacana Fusi Nasdem dengan Gerindra
Nasional
Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Kuasa Hukum Sebut 1 Terdakwa Tanpa 2 Alat Bukti Sah
Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Kuasa Hukum Sebut 1 Terdakwa Tanpa 2 Alat Bukti Sah
Megapolitan
Mengapa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Nekat Korupsi dengan Cara Memeras Anak Buahnya?
Mengapa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Nekat Korupsi dengan Cara Memeras Anak Buahnya?
Nasional
'Lebih Tinggi Pace, Lebih Mahal Tarif' Cerita Joki Lari Raup Rp 400.000 Sehari
"Lebih Tinggi Pace, Lebih Mahal Tarif" Cerita Joki Lari Raup Rp 400.000 Sehari
Megapolitan
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau