Polisi: Luka Ferry Bukan Luka Tembak
Polisi memastikan luka yang dialami mahasiswa Unpam bukanlah luka tembak peluru, melainkan hanya darah beku, dan sudah dioperasi.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Sempat Disegel, Rumah Doa POUK Tesalonika Tangerang Dibuka Lagi Usai Mediasi
Sempat Disegel, Rumah Doa POUK Tesalonika Tangerang Dibuka Lagi Usai Mediasi
Megapolitan
Pasca Vonis Amsal Sitepu, Herlangga Wisnu Murdianto Ditunjuk Gantikan Kajari Karo Danke Rajagukguk
Pasca Vonis Amsal Sitepu, Herlangga Wisnu Murdianto Ditunjuk Gantikan Kajari Karo Danke Rajagukguk
Regional
Mobil Dicuri Saat Salat Jumat, Pikap Milik Warga Serang Kembali dalam Kondisi Kinclong
Mobil Dicuri Saat Salat Jumat, Pikap Milik Warga Serang Kembali dalam Kondisi Kinclong
Regional
Anggaran Fasilitas Gubernur-Wagub Kaltim Rp 25 M, Pengamat: Mau Mewah, Jangan Jadi Pejabat
Anggaran Fasilitas Gubernur-Wagub Kaltim Rp 25 M, Pengamat: Mau Mewah, Jangan Jadi Pejabat
Regional
Saksi Bantah Ada Pesta Seks di Kasus “Siwalan Party”, Dugaan Rekayasa BAP Mencuat
Saksi Bantah Ada Pesta Seks di Kasus “Siwalan Party”, Dugaan Rekayasa BAP Mencuat
Surabaya
Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi di Sumbawa
Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi di Sumbawa
Regional
Dukung Transformasi Budaya Kerja, BPJPH Tekankan Disiplin dan Produktivitas Pegawai Selama WFH
Dukung Transformasi Budaya Kerja, BPJPH Tekankan Disiplin dan Produktivitas Pegawai Selama WFH
Nasional
Premanisme di Purwakarta, Psikolog Soroti Luka Permanen Sang Pengantin dan Trauma Kolektif Warga
Premanisme di Purwakarta, Psikolog Soroti Luka Permanen Sang Pengantin dan Trauma Kolektif Warga
Bandung
Perempuan Diduga Dilecehkan di Bus Transjakarta, Pelaku Kabur Saat Dibawa ke Petugas
Perempuan Diduga Dilecehkan di Bus Transjakarta, Pelaku Kabur Saat Dibawa ke Petugas
Megapolitan
CEO Ini Cerita Terdakwa Chromebook Tolak Tawaran Kerja Rp 280 Juta per Bulan
CEO Ini Cerita Terdakwa Chromebook Tolak Tawaran Kerja Rp 280 Juta per Bulan
Nasional
Polisi Selidiki Unsur Pidana Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Saksi Masih Diperiksa
Polisi Selidiki Unsur Pidana Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Saksi Masih Diperiksa
Megapolitan
Saat Pemimpin Diuji untuk Memilih Damai
Saat Pemimpin Diuji untuk Memilih Damai
Nasional
Cari Kerja Susah di Subang, Warga Pilih Jadi Caregiver di Luar Negeri, Gajinya Rp 17 Juta
Cari Kerja Susah di Subang, Warga Pilih Jadi Caregiver di Luar Negeri, Gajinya Rp 17 Juta
Bandung
KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan, 7 ASN Dipanggil Terkait Kasus Fadia Arafiq
KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan, 7 ASN Dipanggil Terkait Kasus Fadia Arafiq
Regional
Cerita Perempuan Lombok Gunakan Pompa Air Tenaga Surya di Tengah Ancaman Krisis Energi
Cerita Perempuan Lombok Gunakan Pompa Air Tenaga Surya di Tengah Ancaman Krisis Energi
Regional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau