Ratusan Monyet Dibunuh di Mauritus
Kelompok hak-hak binatang mempublikasikan gambar dan video soal kematian ratusan monyet di peternakan pengembangbiakan di Mauritus.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Keren
Mantap
Hadeh
Ko bisa ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Karaoke di Jakbar Digerebek Terkait Narkoba, Pengamat: Era Anies dan Ahok Langsung Selesai
Karaoke di Jakbar Digerebek Terkait Narkoba, Pengamat: Era Anies dan Ahok Langsung Selesai
Megapolitan
Resmi Bintang 3, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Naik Pangkat Jadi Komjen
Resmi Bintang 3, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Naik Pangkat Jadi Komjen
Megapolitan
Mobil Suzuki Carry Terbakar Saat Hendak Masuk Tol Kebomas Gresik
Mobil Suzuki Carry Terbakar Saat Hendak Masuk Tol Kebomas Gresik
Surabaya
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Kuasa Hukum Ungkap Deretan Alat Bukti untuk Bela Terdakwa
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Kuasa Hukum Ungkap Deretan Alat Bukti untuk Bela Terdakwa
Bandung
Kemensos Akan Bawa Kasus Pengadaan Sepatu ke Aparat Bila Ada Pelanggaran
Kemensos Akan Bawa Kasus Pengadaan Sepatu ke Aparat Bila Ada Pelanggaran
Nasional
Izin Operator Parkir Blok M Mati 3 Tahun, tetapi Tetap Raup Rp 3 Miliar per Bulan
Izin Operator Parkir Blok M Mati 3 Tahun, tetapi Tetap Raup Rp 3 Miliar per Bulan
Megapolitan
Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi di Balikpapan: Dibeli Rp 6.800, Dijual Lagi Rp 12.000 per Liter
Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi di Balikpapan: Dibeli Rp 6.800, Dijual Lagi Rp 12.000 per Liter
Regional
551 Hektar Sawah Rusak Berat di Padang Pariaman Sumbar Belum Tertangani
551 Hektar Sawah Rusak Berat di Padang Pariaman Sumbar Belum Tertangani
Regional
Terdakwa Penyiram Air Keras Andrie Yunus Memohon Tetap Berdinas di TNI demi Nafkahi Keluarga
Terdakwa Penyiram Air Keras Andrie Yunus Memohon Tetap Berdinas di TNI demi Nafkahi Keluarga
Megapolitan
6 ASN 'Tertangkap' Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja, Wali Kota Palembang: Kami Siapkan Sanksi
6 ASN "Tertangkap" Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja, Wali Kota Palembang: Kami Siapkan Sanksi
Regional
Izin Karaoke di Jakbar yang Digerebek Dinilai Perlu Dicabut demi Efek Jera
Izin Karaoke di Jakbar yang Digerebek Dinilai Perlu Dicabut demi Efek Jera
Megapolitan
Owa Jawa yang Serang Remaja di Bandung Barat Akan Direhabilitasi Dulu
Owa Jawa yang Serang Remaja di Bandung Barat Akan Direhabilitasi Dulu
Bandung
Anggota Tagana Situbondo Tersayat Senar Layangan di Jalan, Alami Luka dari Leher Sampai Kuping
Anggota Tagana Situbondo Tersayat Senar Layangan di Jalan, Alami Luka dari Leher Sampai Kuping
Surabaya
BGN Minta Setiap SPPG Pastikan Pegawainya Dapat BPJS Ketenagakerjaan
BGN Minta Setiap SPPG Pastikan Pegawainya Dapat BPJS Ketenagakerjaan
Nasional
Modus Baru Peredaran Happy Water di Jakut, Barang Ditempel lalu Dijemput Pembeli
Modus Baru Peredaran Happy Water di Jakut, Barang Ditempel lalu Dijemput Pembeli
Megapolitan
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau