Diduga Berubah Karakter, Lokon Telah Meletus 800 Kali
Karakter Lokon diduga berubah sejak gempa Aceh tahun 2004. Jika sebelumnya Lokon meletus tiap 400 tahun, kini gunung itu meletus tiap 3 tahun.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Kemendukbangga: PP Tunas Lindungi Anak dari Kejahatan Digital
Kemendukbangga: PP Tunas Lindungi Anak dari Kejahatan Digital
Nasional
Target Pengerjaan Fisik Akhir 2026, Pemprov Sumbar Kebut Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin
Target Pengerjaan Fisik Akhir 2026, Pemprov Sumbar Kebut Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin
Regional
Cerita Warga Lumajang Urus KTP saat WFH: Saya Kira Kantornya Tutup
Cerita Warga Lumajang Urus KTP saat WFH: Saya Kira Kantornya Tutup
Surabaya
68 ASN Jaktim Jalani WFH, Absensi hingga Laporan Pegawai Dipantau lewat Sistem
68 ASN Jaktim Jalani WFH, Absensi hingga Laporan Pegawai Dipantau lewat Sistem
Megapolitan
WFH ASN Berlaku Hari Ini, Wanti-wanti Sanksi Bagi yang Target Kerjanya Tak Terpenuhi
WFH ASN Berlaku Hari Ini, Wanti-wanti Sanksi Bagi yang Target Kerjanya Tak Terpenuhi
Nasional
Blak-blakan Ijoel ke Bang Doel soal Fasilitas Jakarta: Harusnya Dimonitor, Jangan Nunggu Viral
Blak-blakan Ijoel ke Bang Doel soal Fasilitas Jakarta: Harusnya Dimonitor, Jangan Nunggu Viral
Megapolitan
Kepala SMK di Brebes Ditangkap Polisi, Jadi Otak Pengoplosan Gas Elpiji di Gudang Sekolah
Kepala SMK di Brebes Ditangkap Polisi, Jadi Otak Pengoplosan Gas Elpiji di Gudang Sekolah
Regional
Polisi Minta Laporan Dugaan Makar terhadap Saiful Mujani Tak Ditarik ke Isu SARA
Polisi Minta Laporan Dugaan Makar terhadap Saiful Mujani Tak Ditarik ke Isu SARA
Megapolitan
Cuma Punya Satu Sepeda, Pasutri ASN di Banyuwangi Ini Pilih Berboncengan Saat Berangkat Kerja
Cuma Punya Satu Sepeda, Pasutri ASN di Banyuwangi Ini Pilih Berboncengan Saat Berangkat Kerja
Surabaya
WFH ASN Resmi Digelar Jumat Ini, Begini Suasana Lengang Kantor Kemensetneg
WFH ASN Resmi Digelar Jumat Ini, Begini Suasana Lengang Kantor Kemensetneg
Nasional
Hakim MK Pengganti Anwar Usman Disumpah di Depan Prabowo Siang Ini
Hakim MK Pengganti Anwar Usman Disumpah di Depan Prabowo Siang Ini
Nasional
Di Makam yang Sakral, Bergema Tawa Anak-anak yang Berenang di Banjir
Di Makam yang Sakral, Bergema Tawa Anak-anak yang Berenang di Banjir
Megapolitan
Alasan 5 SPPG di Nunukan Dihentikan Sementara pada April 2026
Alasan 5 SPPG di Nunukan Dihentikan Sementara pada April 2026
Regional
Kepala Imigrasi Kepri dan Batam Dicopot Imbas Pungli WNA Singapura
Kepala Imigrasi Kepri dan Batam Dicopot Imbas Pungli WNA Singapura
Regional
Kunjungi Sulut, Mendagri bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa
Kunjungi Sulut, Mendagri bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa
Nasional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau