Belajar Ternak di Perancis dan China, DPR Habiskan Rp 1,7 Miliar
Kunker Komisi IV ke Perancis dan China menelan biaya Rp 1,7 miliar. Kunker ini terkait revisi 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Gaspol Hari Ini: Hubungan Indonesia dan Iran Berada di Titik Paling Bawah?
Gaspol Hari Ini: Hubungan Indonesia dan Iran Berada di Titik Paling Bawah?
Nasional
Bukan 4.655 Unit, Manager PLN UP3 Lhokseumawe Sebut Tersisa 547 Huntara Proses Pemasangan Listrik
Bukan 4.655 Unit, Manager PLN UP3 Lhokseumawe Sebut Tersisa 547 Huntara Proses Pemasangan Listrik
Regional
Pemkab Serang Pindahkan RKUD Rp 3 Triliun dari BJB ke Bank Banten
Pemkab Serang Pindahkan RKUD Rp 3 Triliun dari BJB ke Bank Banten
Regional
Menuju Akhir Pekan, Lalu Lintas Jalan Letjen S Parman Slipi Ramai Lancar
Menuju Akhir Pekan, Lalu Lintas Jalan Letjen S Parman Slipi Ramai Lancar
Megapolitan
Jadwal Haji Embarkasi Surabaya 2026: Kloter 1 Probolinggo Terbang 22 April
Jadwal Haji Embarkasi Surabaya 2026: Kloter 1 Probolinggo Terbang 22 April
Surabaya
Wanita Muda Hilang di Sungai Brantas Tulungagung, Warga Temukan Dompet dan Surat Perpisahan
Wanita Muda Hilang di Sungai Brantas Tulungagung, Warga Temukan Dompet dan Surat Perpisahan
Surabaya
Pembacok Kakak Kandung di Cakung Residivis, Terancam 5 Tahun Penjara
Pembacok Kakak Kandung di Cakung Residivis, Terancam 5 Tahun Penjara
Megapolitan
KPK Sebut Pegawai Gadungan Tak Hanya Sekali Minta Uang dengan Modus Urus Perkara
KPK Sebut Pegawai Gadungan Tak Hanya Sekali Minta Uang dengan Modus Urus Perkara
Nasional
Preman yang Pecahkan Mangkuk Tukang Bakso di Jakpus Pernah Palak Pedagang Warkop
Preman yang Pecahkan Mangkuk Tukang Bakso di Jakpus Pernah Palak Pedagang Warkop
Megapolitan
Kelakar Pramono ke Ketua Komisi A DPRD DKI: Kami Beda Partai, tapi Tak Ada Sekat
Kelakar Pramono ke Ketua Komisi A DPRD DKI: Kami Beda Partai, tapi Tak Ada Sekat
Megapolitan
Wamenhaj Beberkan soal Wacana 'War Ticket' Haji, Belum Jadi Kebijakan Resmi
Wamenhaj Beberkan soal Wacana "War Ticket" Haji, Belum Jadi Kebijakan Resmi
Nasional
Curhat Pedagang Makanan di Bali: Biaya Produksi Bengkak, Keuntungan Menipis Imbas Plastik Naik
Curhat Pedagang Makanan di Bali: Biaya Produksi Bengkak, Keuntungan Menipis Imbas Plastik Naik
Denpasar
Menanti Janji Pemerintah, Warga 14 Kampung di Bener Meriah Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Lapuk
Menanti Janji Pemerintah, Warga 14 Kampung di Bener Meriah Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Lapuk
Regional
Pemprov Sulsel Perluas Jangkauan Bansos Penderita Kusta ke Toraja Utara
Pemprov Sulsel Perluas Jangkauan Bansos Penderita Kusta ke Toraja Utara
Makassar
Kasus Korupsi Zirkon Rp 38,49 M di Kalteng, 4 Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Gunung Mas
Kasus Korupsi Zirkon Rp 38,49 M di Kalteng, 4 Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Gunung Mas
Regional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau