PKL Kota Tua Minta Direlokasi ke Kali Besar
Pedagang kaki lima di Kota Tua, Jakbar, meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merelokasi mereka ke Kali Besar.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Jalan Ambles di Tikungan Dewi Sartika, Kerusakan Tembus 50 Persen dan Bikin Waswas
Jalan Ambles di Tikungan Dewi Sartika, Kerusakan Tembus 50 Persen dan Bikin Waswas
Megapolitan
Kasus Penggelapan Dana Koperasi di Temanggung, Polisi Endus Praktik Cuci Uang
Kasus Penggelapan Dana Koperasi di Temanggung, Polisi Endus Praktik Cuci Uang
Regional
Sugiono: Prabowo Minta Putin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan RI
Sugiono: Prabowo Minta Putin Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan RI
Nasional
Nama-nama 7 Kandidat Sekda Kota Yogyakarta yang Diumumkan Hari Ini
Nama-nama 7 Kandidat Sekda Kota Yogyakarta yang Diumumkan Hari Ini
Yogyakarta
Cerita Aini, Siswi asal Aceh yang Diterima di 11 Universitas Australia dan Selandia Baru
Cerita Aini, Siswi asal Aceh yang Diterima di 11 Universitas Australia dan Selandia Baru
Regional
Kemendagri Usul Bentuk Lembaga Khusus Kelola Dana Otsus di RUU Pemerintahan Aceh
Kemendagri Usul Bentuk Lembaga Khusus Kelola Dana Otsus di RUU Pemerintahan Aceh
Nasional
1.600 Sekolah di NTB Direvitalisasi Tahun 2026, Anggaran Tembus Rp 1 Triliun
1.600 Sekolah di NTB Direvitalisasi Tahun 2026, Anggaran Tembus Rp 1 Triliun
Regional
Masalah Lama yang Tak Selesai: Air PAM Bau dan Keruh, Warga Jakbar Terjebak Biaya Ganda
Masalah Lama yang Tak Selesai: Air PAM Bau dan Keruh, Warga Jakbar Terjebak Biaya Ganda
Megapolitan
Sempat Peringkat Pertama di Jateng, Jumlah Jemaah Haji di Demak Menurun dalam 2 Tahun Terakhir
Sempat Peringkat Pertama di Jateng, Jumlah Jemaah Haji di Demak Menurun dalam 2 Tahun Terakhir
Regional
Pemerintah-DPR Belum Tetapkan Sumber Dana Talangan Kenaikan Ongkos Haji
Pemerintah-DPR Belum Tetapkan Sumber Dana Talangan Kenaikan Ongkos Haji
Nasional
Vladimir Putin Undang Prabowo ke Rusia Lagi pada Mei dan Juli 2026
Vladimir Putin Undang Prabowo ke Rusia Lagi pada Mei dan Juli 2026
Nasional
Usai Viral Minta Setoran dan Ancam Bakar Warung Warga, Preman di Deli Serdang Ditangkap
Usai Viral Minta Setoran dan Ancam Bakar Warung Warga, Preman di Deli Serdang Ditangkap
Medan
Anggota DPRD PPP Mengamuk di Tempat Karaoke, Seorang Perempuan Terluka
Anggota DPRD PPP Mengamuk di Tempat Karaoke, Seorang Perempuan Terluka
Regional
Polisi Bongkar Pabrik Narkoba Zenith di Semarang, 2 Orang Ditangkap, 8 Lainnya Buron
Polisi Bongkar Pabrik Narkoba Zenith di Semarang, 2 Orang Ditangkap, 8 Lainnya Buron
Megapolitan
Bripda Natanael Tewas Dianiaya Senior, Ini Hasil Penyelidikan Propam Polda Kepri
Bripda Natanael Tewas Dianiaya Senior, Ini Hasil Penyelidikan Propam Polda Kepri
Regional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau