Hercules: Banjir Jakarta Kesalahan Pemerintah Sebelumnya
Hercules menyebut banjir di Jakarta kesalahan pemerintah sebelumnya. Mereka lebih mementingkan urusan bisnis dibanding menata ulang Jakarta.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Viral Video Sopir Ambulans Berlari Belah Kemacetan di Gatsu Jaksel, Polisi Diam Saja Dalam Mobil
Viral Video Sopir Ambulans Berlari Belah Kemacetan di Gatsu Jaksel, Polisi Diam Saja Dalam Mobil
Megapolitan
Kasus Penyiraman Air Keras Akan Disidangkan, TNI Belum Periksa Korban Andrie Yunus
Kasus Penyiraman Air Keras Akan Disidangkan, TNI Belum Periksa Korban Andrie Yunus
Megapolitan
Resmi! Ini Link dan Syarat Pendaftaran 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih
Resmi! Ini Link dan Syarat Pendaftaran 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih
Nasional
BGN: Pemerintah Gelontorkan Rp 1 Triliun Setiap Hari untuk MBG di Aceh-Papua
BGN: Pemerintah Gelontorkan Rp 1 Triliun Setiap Hari untuk MBG di Aceh-Papua
Nasional
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau Kalbar, Membawa 8 Orang
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau Kalbar, Membawa 8 Orang
Regional
Penampakan Uang Korupsi Jalan Tol Lampung Rp 7,8 Miliar Bertumpuk di Meja
Penampakan Uang Korupsi Jalan Tol Lampung Rp 7,8 Miliar Bertumpuk di Meja
Regional
BREAKING NEWS! Kejagung Tetapkan Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola Nikel
BREAKING NEWS! Kejagung Tetapkan Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola Nikel
Nasional
Dalam 3,5 Bulan, 165 WNA di Bali Dideportasi, Termasuk Bos Mafia
Dalam 3,5 Bulan, 165 WNA di Bali Dideportasi, Termasuk Bos Mafia
Regional
Cak Imin Ingatkan Bos SPPG Jangan Overacting dan Flexing di Medsos
Cak Imin Ingatkan Bos SPPG Jangan Overacting dan Flexing di Medsos
Nasional
Gamelan Sanggar Tari di Yogyakarta Raib, Pelaku Lansia Dibekuk, Kerugian Rp 7,2 Juta
Gamelan Sanggar Tari di Yogyakarta Raib, Pelaku Lansia Dibekuk, Kerugian Rp 7,2 Juta
Yogyakarta
Kalteng Masuk Masa Peralihan Musim Menuju Kemarau, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem
Kalteng Masuk Masa Peralihan Musim Menuju Kemarau, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem
Regional
Mobil Hanyut Terbawa Banjir di Indramayu, Warga dan Petugas Gotong Royong Evakuasi
Mobil Hanyut Terbawa Banjir di Indramayu, Warga dan Petugas Gotong Royong Evakuasi
Bandung
Lulus Kuliah Banting Setir, Jalan Terjal Sarjana Tembus Kerja di Sektor Formal
Lulus Kuliah Banting Setir, Jalan Terjal Sarjana Tembus Kerja di Sektor Formal
Megapolitan
KPK Periksa Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim di Polres Bangkalan
KPK Periksa Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim di Polres Bangkalan
Surabaya
Tanggapi Kritik PDI-P, Bupati Blora Pastikan Mutasi Jabatan Bebas Mahar dan Libatkan Mabes Polri
Tanggapi Kritik PDI-P, Bupati Blora Pastikan Mutasi Jabatan Bebas Mahar dan Libatkan Mabes Polri
Regional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau