MNLF Klaim Ribuan Warga Sulu Berangkat ke Sabah
Front Pembebasan Nasional Moro MNLF mengklaim setidaknya 10.000 warga Sulu berangkat ke Sabah untuk membatu pasukan Sultan Jamalul Kiram III.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Curi 'Sound System' Masjid, Seorang Nelayan di Pulau Sebatik Ditembak Polisi Saat Mencoba Kabur
Curi "Sound System" Masjid, Seorang Nelayan di Pulau Sebatik Ditembak Polisi Saat Mencoba Kabur
Regional
KPK Periksa Kepala Seksi Mutasi Ditjen Badilum MA Jadi Saksi Kasus Korupsi PN Depok
KPK Periksa Kepala Seksi Mutasi Ditjen Badilum MA Jadi Saksi Kasus Korupsi PN Depok
Nasional
Marak Remaja Curhat ke AI Ketimbang Orangtua, Jadi Tantangan Parenting
Marak Remaja Curhat ke AI Ketimbang Orangtua, Jadi Tantangan Parenting
Regional
Gus Fawait Serukan Kolaborasi Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Jember
Gus Fawait Serukan Kolaborasi Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Jember
Regional
Banjir Kabupaten Bandung Meluas, 21 Ribu Warga Terdampak, 1 Korban Masih Dicari
Banjir Kabupaten Bandung Meluas, 21 Ribu Warga Terdampak, 1 Korban Masih Dicari
Bandung
Buat Cheat Mobile Legends, Pemuda Lampung Ini Ditangkap Polisi karena Rugikan Moonton Rp 2,5 Miliar
Buat Cheat Mobile Legends, Pemuda Lampung Ini Ditangkap Polisi karena Rugikan Moonton Rp 2,5 Miliar
Regional
Polisi Ungkap Keseharian Yai Mim di Tahanan Sebelum Meninggal
Polisi Ungkap Keseharian Yai Mim di Tahanan Sebelum Meninggal
Surabaya
Pembiaran Tambang Ilegal dan Rapuhnya Penegakan Hukum di Sumatera Barat
Pembiaran Tambang Ilegal dan Rapuhnya Penegakan Hukum di Sumatera Barat
Regional
KPK Lanjut Terus Panggil Biro-biro Travel Haji Jadi Saksi Kasus Yaqut
KPK Lanjut Terus Panggil Biro-biro Travel Haji Jadi Saksi Kasus Yaqut
Nasional
Preman di Deli Serdang Ancam Bakar Warung karena Tak Dikasih Setoran Rp 250.000
Preman di Deli Serdang Ancam Bakar Warung karena Tak Dikasih Setoran Rp 250.000
Medan
Anggota DPR Minta Koper Haji Tak Jadi “Bancakan” Maskapai, Pemerintah Siapkan Sanksi
Anggota DPR Minta Koper Haji Tak Jadi “Bancakan” Maskapai, Pemerintah Siapkan Sanksi
Nasional
Terduga Penculik Bocah SMP di Bandung Barat Ditangkap di Mushala Sekolah
Terduga Penculik Bocah SMP di Bandung Barat Ditangkap di Mushala Sekolah
Bandung
Truk Pengangkut Prajurit TNI AD Terlibat Kecelakaan di Tabanan, Pemotor Tewas
Truk Pengangkut Prajurit TNI AD Terlibat Kecelakaan di Tabanan, Pemotor Tewas
Regional
Luwu Siaga Satu Campak, 90 Kasus dan Dua Anak Meninggal
Luwu Siaga Satu Campak, 90 Kasus dan Dua Anak Meninggal
Regional
Bayi 1,5 Tahun Disebut Hipotermia di Gunung Ungaran, Dokter UNS: Anak Bukan Miniatur Orang Dewasa
Bayi 1,5 Tahun Disebut Hipotermia di Gunung Ungaran, Dokter UNS: Anak Bukan Miniatur Orang Dewasa
Regional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau