Bom Bunuh diri Serang Hotel Mewah di Kabul, Enam Tewas

Kompas.com - 15/01/2008, 04:12 WIB

KABUL, SELASA - Sebuah serangan bom bunuh diri terjadi Senin (14/1) di sebuah hotel mewah di Kabul, ibukota Afghanistan. Setidaknya enam orang tewas dalam insiden itu. Demikian diungkapkan beberapa saksi dan pejabat setempat.

Sedikitnya dua gerilyawan berusaha memasuki Hotel Serena yang dijaga ketat pada Senin malam itu, kata satu sumber kepolisian yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Gerilyawan-gerilyawan itu melemparkan granat tangan ke arah penjaga dan menewaskan dua dari mereka.

Sementara gerilyawan ketiga meloncat ke dalam hotel dan meledakkan dirinya, kata pejabat itu, yang menambahkan bahwa penjaga juga melepaskan tembakan ke arah para penyerang.

Lebih dari 30 tentara Amerika yang mengendarai enam mobil Humvees langsung bergerak menuju hotel.

Suzanne Griffin, seorang warga Amerika yang bekerja untuk sebuah agensi bernama Save the Children mengungkapkan bahwa dirinya sedang berada di ruang senam saat serangan terjadi.

"Puji Tuhan saya saya tidak jadi mandi karena kemudian saya mendengar ada suara dentuman senapan. Sangat dekat, hingga membuat atap bergetar,” ujar Griffin, dengan suara bergetar. "Kami semua langsung merunduk dan tiarap di lantai dan sejauh mungkin menghindari kaca. Kami juga sempat mematikan telepon."

Griffin, 62, dari Seattle, Washington mengungkapkan, staf hotel telah mengevakuasi wanita para wanita ke bagian lain di hotel. “ Kami mesti melangkahi mayat seorang wanita, salah satu wanita yang berada di ruangan senam,” ujarnya.

Griffin menghubungi kedutaan Amerika yang kemudian memberitahunya agar tidak membuka pintu sampai tentara Amerika mengevakuasinya.

Sementara itu, Stian L.Solum, fotografer dari Norwegian Photo Agency Scanpix menyebutkan seorang wartawan Norwegia dari Harian Oslo Dagbladet (akhirnya meninggal saat menjalani operasi di rumah sakit milik NATO, dekat airport) dan seorang staf diplomatik Norwegia terluka dalam serangan itu. Untungnya, Meneteri Luar Negeri Norwegia, Jonas Gahr Store yang saat itu sedang mengunjungi Kabul tidak terluka dan aman di lantai dasar hotel.

"Menurut apa yang kami ketahui, Menteri Luar Negeri Jonas Gahr Store selamat tanpa cedera dan aman di lantai dasar hotel tersebut," kata jurubicara Kristin Melsom kepada Kantor Berita Norwegia NTB

Melsom mengatakan, hotel itu tidak dikosongkan namun rincian mengenai insiden itu masih simpang-siur karena keadaan yang kacau di Kabul.

Store dan delegasi 10 orang tiba Senin di Kabul sebagai bagian dari kunjungannya ke Afghanistan dan Pakistan.

Kementerian Luar Negeri tidak memiliki keterangan mengenai warganegara Norwegia yang disebut-sebut cedera dalam serangan bom tersebut.

Daerah sekitar Hotel Serena, satu-satunya hotel bintang lima di kota itu, ditutup oleh pasukan keamanan Afghanistan dan wartawan tidak diizinkan mendekati lokasi tersebut.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau