JAKARTA, RABU - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mulai melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana pendukung busway koridor VIII-X meliputi 63 halte dan 27 jembatan penyeberangan orang.
Tiga koridor busway itu juga akan dilengkapi empat sky walk paid area (SWPA) untuk menghubungkan penumpang yang akan berpindah antarkoridor.
Seluruh pekerjaan yang menelan biaya Rp 365 miliar itu ditargetkan rampung pada Juni 2008. Diperkirakan pada pertengahan tahun 2008 ini, ketiga koridor baru tersebut dapat beroperasi.
"Jika seluruh prasarana pendukung di koridor VIII-X selesai, akan makin banyak titik persinggungan antarkoridor. Ini menguntungkan bagi penumpang karena makin banyak pilihan perjalanan yang bisa dia tempuh," ujar Wakil Kepala Dishub DKI Udar Pristono, baru-baru ini.
Berdasarkan data Dishub DKI, saat ini ada sekitar 9 titik transfer yang dapat dijadikan halte perpindahan penumpang antartujuh koridor busway. Pembangunan halte, JPO, dan SWPA pada koridor VIII-X akan menambah jumlah titik transfer menjadi 17 titik.
"Penumpang dari koridor II yang akan ke Blok M (koridor I) nanti tidak harus ke Harmoni lagi. Dia bisa berpindah ke koridor IX di halte Grogol, lalu turun di halte Semanggi. Di sana akan ada SWPA yang langsung ke koridor I," ujar Pristono.
Dishub juga sedang mempersiapkan proses pengadaan bus bagi tiga koridor baru busway itu. Berdasarkan perhitungan konsultan, total jumlah bus yang dibutuhkan mencapai 204 unit bus reguler dengan kapasitas 85 penumpang per bus.
"Tapi, kami lebih condong untuk menggunakan bus tempel pada tiga koridor tersebut. Selain lebih efisien karena sekali angkut bisa 180 penumpang, secara teknis juga memungkinkan beroperasi di tiga koridor itu berhubung lintasannya lurus-lurus," kata Pristono.
Pengadaan bus pada koridor VIII-X akan dilakukan secara simultan, baik lewat konsorsium operator busway di tiap koridor, maupun melalui proses lelang
(beauty contest). Dengan cara itu, diharapkan pengadaan bus menjadi lebih cepat dibandingkan pada koridor IV-VII yang lalu.
"Pengalaman di koridor sebelumnya kita jadikan pelajaran. Kebetulan sekarang kita sudah punya mekanisme proses lelangnya, jadi bisa jalan bersamaan antara pengadaan oleh konsorsium operator dan lelang," ujar Pristono.
Saat ini, sejumlah pekerjaan awal pembangunan halte dan JPO mulai tampak di beberapa lokasi. Pada koridor VIII, misalnya, para pekerja mulai membuat pagar pembatas proyek di Jalan Metro Pondok Indah dekat Citibank dan Mal Pondokindah.
Menurut Pristono, sejak akhir Desember 2007 para kontraktor mulai melakukan pembersihan, pengukuran, dan pengecekan utilitas di sekitar lokasi yang akan dibangun halte dan JPO. Bahkan di beberapa titik, telah dilakukan penggalian pondasi. "Targetnya rampung dalam 5 bulan, atau sekitar bulan Juni tahun ini. Sedangkan kapan pengoperasiannya, setelah semua siap," ujar Pristono.
KORIDOR VIII (LEBAKBULUS-HARMONI)
Panjang lintasan : 26 km
Jumlah halte : 20 buah
JPO : 13 buah
Pelican cross : 7 buah
Biaya : Rp 103,5 miliar
Kontraktor : PT Waskita Karya
Bus : 45 unit (bus reguler) atau 23 unit (bus tempel)
KORIDOR IX (PINANGRANTI-PLUIT)
Panjang lintasan : 29,9 km
Jumlah halte : 20 buah
JPO : 14 buah
Pelican cross : 7 buah
Biaya : Rp 135,7 miliar
Kontraktor : PT Jaya Konstruksi
Bus : 86 unit (bus reguler) atau 43 unit (bus tempel)
KORIDOR X (CILILITAN-TANJUNGPRIOK)
Panjang lintasan : 19 km
Jumlah halte : 18 buah
JPO : 15 buah
Pelican cross : 3 buah
Biaya : Rp 102,6 miliar
Kontraktor : PT Wijaya Karya
Bus : 75 unit (bus reguler) atau 38 unit (bus tempel)
SWPA BARU:
1. Persimpangan Coca Cola (Cempakamas)
Menghubungkan koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan koridor X (Cililitan- Tanjungpriok)
2. Persimpangan Grogol
Menghubungkan koridor III (Kalideres-Harmoni), koridor VIII (Lebakbulus-Harmoni), dan koridor IX (Pinangranti-Pluit)
3. Semanggi
Menghubungkan koridor I (Blok M - Kota), dan koridor IX (Pinangranti-Pluit)
4. Perempatan Kuningan
Menghubungkan koridor VI (Ragunan-Kuningan) dan koridor IX (Pinangranti-Pluit)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang