2012, Separuh Mobil Produksi GM Bermesin Ethanol

Kompas.com - 09/02/2008, 12:52 WIB

PRODUSEN otomotif utama Amerika Serikat, General Motors Corp. menegaskan, separuh dari mobil-mobil produksinya di tahun 2012 akan menggunakan mesin berbahan bakar ethanol. Bersama dengan Coskata Inc, sebagai rekanan dalam pengembangan ethanol, GM berkomitmen untuk mengembangkan bahan bakar nabati tersebut.

Dalam sambutan pada pembukaan  Chicago Auto Show, Rabu lalu, Presiden GM wilayah  Amerika Utara  Troy Clarke menyebutkan, tahun 2008 ini GM akan merilis 11 mobil berbasis ethanol, dan 15 lainnya di tahun 2009.

Dalam kesempatan ini  Clarke juga mengumumkan GM segera meluncurkan mobil empat silinder pertama yang bisa menggunakan bahan bakar ethanol maupun bensin, alias flexfuel, yakni Chevrolet HHR, ditahun  2010. "Kami tidak hanya menaggapi keinginan pasar, tapi pun mengantisipasinya," kata  Clarke.

Selain itu, masih dalam upaya pengembangan ethanol, Clarke pun menyebutkan bahwa kerja sama dengan Coskata yang disepakati sejak Januari lalu telah melahirkan sebuah aliansi untuk membangun pabrik pengembangan ethanol yang diperkirakan akan mulai berproduksi pada akhir tahun 2010.

Menambahkan keterangan tersebut, Presiden sekaligus Chief Executive Coskata Bill Roe mengatakan lokasi pabrik tadi akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan. Dan proses pembangunannya pun  akan mulai berlangsung tahun ini.

Coskata meyakini produksi massal ethanol akan mampu memasarkan bahan bakar ini seharga 1 dollar AS per gallon, dengan mendayagunakan stok bahan makanan, sampah pertanian bahkan sampah solid lainnya.

Clarke juga menegaskan upaya ini tak menghentikan riset yang dikembangkan GM dalam menciptakan kendaraan hybrid, kendaraan listrik, dan teknologi penghemat bahan bakar lainnya. Namun GM yakin ethanol adalah solusi ampun untuk menghasilkan mesin dengan emisi rendah. Menurutnya, dengan infrastruktur untuk ethanol yang telah terbangun di AS, maka konsumen tak membutuhkan upaya besar guna menggeser kebiasaannya.

Clarke mengatakan, jika GM, Ford Motor Co. dan Chrysler LLC dapat memenuhi seluruh target dalam menghasilkan kendaraan bermesin ethanol, maka di tahun 2020 akan ada pengurangan dalam penggunaan bahan bakar fosil hingga 29 miliar gallon per tahun, atau 18 persen dari jumlah total penggunaan per tahun.

Saat ini GM telah memiliki 2,5 juta unit mobil berbasis mesin ethanol yang beredar di pasaran. Di tahun 2020 GM mematok target hingga 20 juta unit mobil serupa. Tak ada lain pilihan bagi kami selain memacu produksi kendaraan jenis ini, agar dampaknya segera dapat dirasakan," kata Clarke. (AP/GLO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau