Kekayaan MU Mengejar Madrid

Kompas.com - 14/02/2008, 01:06 WIB

LONDON, Rabu - Real Madrid masih menjadi klub terkaya di dunia. Namun, posisinya mulai terancam Manchester United (MU). Bahkan, jika MU menjuarai Liga Champuions musim ini, kekayaan Madrid sudah terlewat.

Madrid dan MU merupakan dua klub yang meraih penghasilan 437 juta dolar AS (sekitar Rp 4 triliun) selama musim 2006-07. Demikian diumumkan perusaan konsultan bisnis olahraga, Deloitte, Kamis (14/2).

Survei yang dilakukan Deloitte itu juga menunjukkan peningkatan penghasilan yang diperoleh Chelsea dan Arsenal.

Selain itu, klub-klub Bundesliga Jerman juga mengalami kemajuan penghasilan yang signifikan, sejak Piala Dunia 2006. Semakin banyaknya stadion yang berkualitas di Jerman, menjadi salah satu faktor yang mendongkrak penghasilan klub-klub di negeri itu.

Arsenal merupakan klub yang paling cepat meningkatkan pernghasilan. Kepindahan klub itu dari Highbury ke Stadion Emirates yang ebrkapasitas 60.000 orang, ikut menjadi faktor peningkatan penghasilan. Sehingga, Arsenal naik empat tingkat. Yang tadinya berada di urutan ke-9, kini menempati urutan ke-5 klub terkaya di dunia. Chelsea naik dua tingkat dari urutan ke-6 menjadi urutan ke-4.

Sedangkan Barcelona dan Juventus mengalami penurunan. Barcelona yang sebelumnya berada di urutan ke-2, kini menghuni tempat ke-3. Sedangkan Juventus lebih parah. La Vecchia Signora sebelumnya berada di urutan ke-3. Setelah kasus calciopoli dan harus degradasi ke Serie-B, Juventus kini berada di urutan ke-12.

Dan Jones yang merupakan partner Deloitte itu menjelaskan, klub-klub Inggris memiliki kecenderungan mendapat penghasilan lebih besar karena hak siar televisi. Kecenderungan itu terlihat di kisaran tahun 2007-2010. Masuknya klub-klub Inggris di papan atas daftar klub terkaya di dunia merupakan fenomena.

"Ini pertama kalinya tiga klub Inggris berada di lima besar klub berpenghasilan terbesar di dunia. Arsenal naik drastis karena pindah ke stadion baru. Sedangkan Chelsea yang melakukan banyak perombakan, juga meraih peningkatan hasil yang cepat," jelas Jones.

"Dengan perjanjian hak siar baru di musim 2007-08, Manhcester United berpeluang menyamai atau melewati Real Madrid dari posisi pertama. Apalagi jika MU mampu menjuarai Liga Champions," tambahnya.

Tahun ini, penghasilan Real madrid naik 20 eprsen dibanding tahun sebelumnya hingga mencapai angka 351 juta euro (sekitar Rp 4,7 triliun). Sedangkan penghasilan terbaru MU hanya 315 juta euro (sekitar Rp 4,2 triliun).

Deloitte juga menyatakan, banyak ionvestor internasional yang semakin melirik bisnis sepakbola. Sebab, olahraga ini semakin menjanjikan penghasilan luar biasa. Penghasilan 20 klub teratas sepanjang musim 2006-07 naik 11 persen, hingga ditotal mencapai 3,4 miliar euro (sekitar Rp 499,2 triliun). Itu penghasilan terbesar 20 klub sejak musim 2002-03.

Deloitte melakukan perhitungan pengasilan 20 klub papan atas di dunia sejak musim 1996-97. Dari 20 klub itu, enam di antaranya dari Inggris, Italia dan Jerman menempatkan empat wakil. Hanya tiga klub dari Spanyol yang masuk daftar, dua dari Perancis, dan satu dari Skotlandia (Celtic).

Jumlah klub Inggris yang masuk 20 besar memang turun, dari delapan menjadi enam. Namun, menurut Deloitte, klub-klub seperti Aston Villa, Everton, Manchester City dan West Ham berpeluang masuk daftara. (AFP/HPR)

Daftar Klub Terkaya Versi Deloitte Musim 2006-07
(Klub, Posisi Sebelumnya, Penghasilan)

1 (1) Real Madrid 351.0 million euros
2 (4) Manchester United 315.2
3 (2) Barcelona 290.1
4 (6) Chelsea 283.0
5 (9) Arsenal 263.9
6 (5) AC Milan 227.2
7 (8) Bayern Munich 223.3
8 (10) Liverpool 198.9
9 (7) Inter Milan 195.0
10 (12) AS Roma 157.6
11 (15) Tottenham Hotspur 153.1
12 (3) Juventus 145.2
13 (11) Lyon 140.6
14 (13) Newcastle United 129.4
15 (16) Hamburg SV 120.4
16 (14) Schalke 04 114.3
17 (17) Celtic 111.8
18 (18) Valencia 107.6
19 (19) Marseille 99.0

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau