Banjir Bengawan Solo Meluas

Kompas.com - 03/03/2008, 17:11 WIB

TUBAN, SENIN - Banjir akibat luapan Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Widang Kabupaten Tuban meluas ke 17 desa. Air sudah memasuki pemukiman dan persawahan. Camat Widang Bambang Dwijono kepada Kompas Senin (3/3) mengatakan wilayah persawahan yang tergenang ada di 13 desa ada yang sebagian tergenang ada yang seluruhnya.

Adapun wilayah permukiman yang tergenang air diantaranya Simorejo, Tegalrejo, Compreng tepatnya di Dusun Temas, Desa Mlangi di Dusun Dermalang, sebagian kecil Desa Mrutuk, Kuwu, Cemangkar dan Widang. Banjir juga mulai merambah sebagian wilayah Desa Tegals ari, Ujung, dan sebagian kecil Desa Kedungharjo.

Hingga saat ini yang jelas mengungsi dua kepala keluarga di Dusun Temas dan empat KK di Simorejo. Sebagian besar warga masih bertahan di rumah, ketinggian air di jalan-jalan mencapai 30 centimeter. Kami mengimbau masyarakat siaga penuh sebab ketinggian air masih naik turun, kata Bambang.

Sejauh ini telah didistribusikan sarung, selimut minyak goreng beras dan mie instan sejak Jumat (29/2) di Desa Simorejo, Tegalrejo dan Dermalang. Pada Sabtu (1/3) didistribusi bantuan diberikan untuk warga Temas. Sedang Senin ini distribusi beras dan mie instan dengan bantuan kendaraan roda empat dari Komando Distrik Militer Tuban dikirim ke Desa Mlangi dan Mrutuk.  

Kami juga menyiapkan perahu karet dan kendaraan evakuasi dari Kodim. Saat ini ada sekitar 1.000 kepala keluarga yang rumahnya tergenang, jelas Bambang.

Dia berharap ada percepatan penutupan tanggul yang jebol. Sementara tebing Bengawan Solo di seberang Desa Simorejo yang longsor sekitar 15 meter diberi pengaman sementara dengan ditutup terpal. Saat ini luapan mulai mendekati wilayah Plumpang.

Sementara itu di wilayah Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan sembilan desa dilaporkan terendam air. Sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal dan ada yang memindah tempat belajar di masjid dan di balai desa.

Salah satu warga Centini Muktikoro berharap ada bantuan pemerintah. Selama ini belum ada bantuan pangan, padahal tambak dan sawah warga terendam banjir sejak akhir tahun lalu hingga kini belum bisa diolah.  

Camat Laren Rusgianto Senin (3/3) menyebutkan empat sekolah di Desa Centini yakni MI Toriqotul Hidayah, SD Negeri Centini, SMP Negeri 2 Laren, SMA Nahdlatul Ulama terendam air dengan ketinggian sekitar 45 cm. Sebanyak 15 kepala keluarga telah menyiapkan tenda pengungsian di tanggul desa untuk persiapan sewaktu-waktu air meninggi, tuturnya.

Sekretaris Harian Satuan Pelaksana Penangulangan Bencana Kabupaten Lamongan Imam Trisno Edy mengatakan telah dikirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Kecamatan Laren guna melihat kondisi di lapangan. TRC untuk diterjunkan langsung ke Laren un tuk melihat kondisi di lapangan dan mendata apa saja yang sekiranya bisa dibantu,

Berdasarkan data terakhir genangan air di wilayah Kecamatan Laren paling parah di Desa Centini 405 rumah tergenang air sekitar 40 cm. Di Desa Jabung 225 rumah terendam sekitar 20 cm, Desa Dateng 120 rumah terendam 30 cm dan Desa Bulutigo 105 rumah terenda m 60 cm.

Adapun di 60 rumah di Desa Durikulon terendam air setinggi 30 cm, 50 rumah di Desa gelap terendam air dengan ketinggian 40 cm, 27 rumah di Desa Siser terendam air setinggi 30 cm, sementara 26 rumah di Desa Keduyung terendam air sekitar 30 cm sedangkan di Desa Pesanggrahan 25 rumah terendam sekitar 15 cm.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Lamongan Aries Wibawa mengemukakan pada Kamis (28/2) lalu Pemkab Lamongan telah menyalurkan sejumlah besar bantuan ke Kecamatan Laren berupa 26 ton beras, 250 liter minyak goreng dan 350 mi instan. Bantuan telah kami salurkan dan langsung diambil oleh masing-masing perangkat desa, kata Aries.

Banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi di Lamongan terjadi akibat tanggul Kecamatan di Tegalrejo, Widang Kabupaten Tuban belum selesai pengerjaannya. Tanggul yang jebol sejak diterjang banjir akhir tahun lalu sampai saat ini masih dalam tahap perbaikan sementara, dan tidak kunjung selesai. (ACI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau