ISLAMABAD, MINGGU-Partai Rakyat Pakistan (PPP), partai almarhum Benazir Bhutto, menominasikan mantan Ketua Majelis Nasional (Parlemen) Pakistan Yousaf Raza Gilani (58) menjadi perdana menteri (PM).
Gilani, yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua umum PPP hampir dipastikan menududkan jabatan PM Pakistan karena mendapat dukungan dari partai-partai politik yang berkoalisi di parlemen. "Setelah konsultasi dengan partai-partai yang berkoalisi dengan PPP maka ada konsensus untuk menominasikan Yousaf Raza Gilani menjadi perdana menteri," ujar Juru Bicara PPP Farhatullah Babar di Islamabad, Sabtu waktu setempat.
Pengumuman nominasi PM Pakistan tersebut sebenarnya akan dilakukan oleh putra almarhum Bhutto, Bilawal. Namun, mahasiswa Universitas Oxford tersebut batal mengumumkan nominasi karena sakit.
Gilani adalah pendukung Benazir Bhutto yang sangat setia.Dia pernah menjabat sebagai menteri dalam kabinet Bhutto dan menjadi ketua parlemen periode 1993-1997, saat Bhutto menjadi PM Pakistan untuk kedua kalinya. Pria yang berasal dari Provinsi Punjab itu juga pernah dipenjara selama empat tahun di era pemerintahan Presiden Pervez Musharraf dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan. Ibu dan saudara perempuannya meninggal saat dia berada dalam penjara.
Kesetiaan Gilani kepada Bhutto, membuat muncul beberapa spekulasi. Dia sengaja "dipasang" menjadi PM untuk memuluskan jalan bagi Asif Ali Zardari, suami Benazir Bhutto, yang sekarang memimpin PPP.Analis politik Pakistan Masooda Bano memperkirakan Gilani akan mengundurkan diri di tengah masa jabatannya untuk memberikan tempat kepada Zardari. "Dia (Gilani) tidak akan menjabat sampai lima tahun," ungkap Bano.(Reuters/ROY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang