Partai Bhutto Calonkan Yousaf Raza Gilani

Kompas.com - 23/03/2008, 01:05 WIB

ISLAMABAD, MINGGU-Partai Rakyat Pakistan (PPP), partai almarhum Benazir Bhutto, menominasikan mantan Ketua Majelis Nasional (Parlemen) Pakistan Yousaf Raza Gilani (58) menjadi perdana menteri (PM).

Gilani, yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua umum PPP hampir dipastikan menududkan jabatan PM Pakistan karena mendapat dukungan dari partai-partai politik yang berkoalisi di parlemen. "Setelah konsultasi dengan partai-partai yang berkoalisi dengan PPP maka ada konsensus untuk menominasikan Yousaf Raza Gilani menjadi perdana menteri," ujar Juru Bicara PPP Farhatullah Babar di Islamabad, Sabtu waktu setempat.

Pengumuman nominasi PM Pakistan tersebut sebenarnya akan dilakukan oleh putra almarhum Bhutto, Bilawal. Namun, mahasiswa Universitas Oxford tersebut batal mengumumkan nominasi karena sakit.

Gilani adalah pendukung Benazir Bhutto yang sangat setia.Dia pernah menjabat sebagai menteri dalam kabinet Bhutto dan menjadi ketua parlemen periode 1993-1997, saat Bhutto menjadi PM Pakistan untuk kedua kalinya. Pria yang berasal dari Provinsi Punjab itu juga pernah dipenjara selama empat tahun di era pemerintahan Presiden Pervez Musharraf dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan. Ibu dan saudara perempuannya meninggal saat dia berada dalam penjara.

Kesetiaan Gilani kepada Bhutto, membuat muncul beberapa spekulasi. Dia sengaja "dipasang" menjadi PM untuk memuluskan jalan bagi Asif Ali Zardari, suami Benazir Bhutto, yang sekarang memimpin PPP.Analis politik Pakistan Masooda Bano memperkirakan Gilani akan mengundurkan diri di tengah masa jabatannya untuk memberikan tempat kepada Zardari. "Dia (Gilani) tidak akan menjabat sampai lima tahun," ungkap Bano.(Reuters/ROY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau