Hajar Liverpool 3-0, MU di Ambang Juara

Kompas.com - 23/03/2008, 22:20 WIB

MANCHESTER, MINGGU - Manchester United semakin berpeluang mempertahankan gelar juara Premier League, setelah menghajar Liverpool 3-0 di kandangnya, Minggu (23/3). Meski perjuangan masih panjang, kemenangan itu sangat berarti dan dinilai mempermulus jalan Setan Merah untuk juara.

Liverpool merupakan adangan besar bagi MU dalam upayanya mempertahankan gelar. Setelah itu, MU akan mendapat ujian berat lagi ketika menjamu Arsenal pada 13 April dan bertandang ke kandang Chelsea pada 26 April.

Apa pun hasil pertandingan Chelsea lawan Arsenal yang digelar tak lama sesudah partai ini, MU tetap memimpin klasemen dengan nilai 73. Peluang MU untuk juara semakin besar, jika pertandingan Chelsea lawan Arsenal itu berakhir seri, atau bahkan dimenangkan Chelsea.

Gol pertama MU dicetak Wes Brown pada menit ke-34. Sedangkan, gol kedua disumbangkan Cristiano Ronaldo pada menit ke-79 dan semenit kemudian Nani melengkapi kemenangan MU dengan tendangan dari luar kotak penalti.

Partai MU lawan Liverpool berlangsung begitu ketat. Setan Merah harus berterima kasih kepada Wayne Rooney dan Wes Brown yang membuka kemenangan, sekaligus mengubah situasi pertandingan.

Gol yang terjadi di menit ke-34 diawali dari umpan panjang kepada Rooney di sektor kanan pertahanan Liverpool. Tanpa terkawal, Rooney dengan leluasa mampu mengirimkan umpan silang ke depan gawang Pepe Reina. Wes Brown yang tiba-tiba maju ke depan, dengan baik menanduk bola ke gawang Liverpool.

Kiper Liverpool, Pepe Reina, sebenarnya sudah keluar mencoba menghalau bola. Namun, dia kalah dulu dari sundulan Brown, hingga gawangnya jebol.

Sejak itu, pertandingan semakin berjalan ketat dan panas. Pada menit ke-44, Rio Ferdinand melakukan pelanggaran kepada Fernando Torres. Striker asal Spanyol itu pun mengelukan perlakuan Ferdinand dan dia sempat memprotes wasit Steve Bennett.

Aksi protesnya itu ternyata tak berkenan buat Bennett. Sang pengadil pun tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kepada Torres. Javier Mascherano merasa keputusan Bennett kelewatan. Dia pun ikut-ikutan memprotesnya.

Sekali lagi, Bennett dengan enteng mengeluarkan kartu kuning kepada Mascherano. Itu artinya dia sudah terkena dua kartu kuning dan harus keluar dari lapangan. Gelandang asal Argentina itu mencoba terus memprotes, tapi keputusan tak bisa ditarik kembali.

Memasuki babak kedua, Liverpool yang bermain 10 orang tampak semakin kesulitan meladeni permainan MU. Didukung suporternya yang tak henti bernyanyi, MU semakin memperlancar tekanannya kepada Liverpool.

Hilangnya Mascherano membuat Liverpool semakin kesulitan. Sebaliknya, MU semakin leluasa. Sebab, sebelumnya Mascherano tampil cemerlang. Dia sukses membuat Cristiano Ronaldo, Paul Scholes dan Ryan Giggs kesulitan mengembangkan permainannya.

Sejak dia dikeluarkan, MU makin leluasa menyerang. Tekanan demi tekanan itu membuat Liverpool sering kewalahan. Bahkan, setidaknya ada tiga peluang emas MU yang seharusnya membuahkan gol. Pada menit ke-56, Cristiano Ronaldo tinggal berhadapan dengan Pepe Reina. Tapi, tendangannya hanya membentur tubuh sang kiper.

Hal sama dialami Rooney di menit ke-60. Lolos dari jebakan offside, dia tinggal berhadapan dengan Reina. Sayang, tendangan Rooney yang keras kurang sempurna dan hanya membentur tubuh Reina. Bola pantul mengarah kepada Anderson yang segera melepaskan tendangan keras ke gawang Liverpool, tapi bolanya terlalu melambung.

Meski begitu, bukan berarti Liverpool tanpa melakukan perlawanan. Mereka sering melancarkan serangan-serangan balik yang berbahaya. Pada menit ke-70, Fernando Torres sempat sukses menukik ke gawang MU. Tapi, sebelum melepaskan tendangan ke gawang, Nemanja Vidic mampu melakukan takel yang bersih.

Tak lama kemudian, Steven Gerrard memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Sayang, tendangan jarak jauhnya yang biasanya akurat, kini justru melenceng ke kanan gawang Edwin van der Sar.

Pada menit ke-72, pelatih MU Sir ALex Ferguson memasukkan Carlos Tevez untuk menggantikan Ryan Giggs dan Nani menggantikan Anderson. Harapannya, tekanan ke Liverpool bisa lebih gencar dan tajam. Baru semenit, Nani berpeluang mencetak gol. Sayang, dia kalah cekatan dengan kiper Pepe Reina.

Meski begitu, tekanan MU semakin berbahaya. Di menit ke-78, Ronaldo kembali tinggal berhadapan dengan Reina. Sayang, tendangannya membentur Reina dan hanya menghasilkan sepak pojok. Namun, justru dari sini dia akhirnya mencetak gol. Tendangan penjuru yang dilakukan Nani dengan baik dia tanduk ke gawang Liverpool.

Berarti, Ronaldo memperbaiki rekornya setiap bertemu dengan Liverpool. Dalam 8 pertemuan dengan The Reds, dia selalu mencetak gol.

Tak lama setelah gol Ronaldo, giliran Nani beraksi. Menerima umpan dari tengah, dia mengecoh dua bek Liverpool untuk membuat ruang tembak. Begitu mendapatkannya, dia langsung melepaskan tendangan keras ke kanan pojok gawang Liverpool dan gol.

Liverpool pun tampaknya mulai menyadari sulit meladeni permainan MU dengan 10 orang. Maka, pelatih Rafael Benitez kemudian menerapkan strategi bertahan. Fernando Torres ditarik dan digantikan defender, John Arne Riise.

Hasil pertandingan itu memperpanjang rekor menawan MU, juga rekor buruk bagi Liverpool. Dalam delapan pertemuan terakhir dengan MU, Liverpool belum pernah menang. (BBC/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau