SIDOARJO, SENIN- Ribuan warga dari sembilan desa yang berada di luar peta terdampak lumpur Lapindo pagi ini memblokade jalan raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/3). Mereka menuntut wilayah mereka dimasukkan dalam peta terdampak lumpur dan mendapat ganti rugi.
Kesembilan desa yang warganya memblokade jalan utama yang menghubungkan Surabaya-Pasuruan-Malang tersebut adalah Siring Barat, Jatirejo Barat, Mindi, Glagaharum, Plumbon, Ketapang, Gempolsari, Pamotan, dan Gedang. Warga menggelar tenda dan melakukan aksi duduk sambil beristighosah di tengah jalan. Beberapa warga juga silih berganti melakukan orasi. Ratusan aparat kepolisian dari Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Sidoarjo berjaga-jaga untuk mengamankan aksi tersebut.
Pemblokiran jalan dilakukan di empat titik di jalan Raya Porong secara serentak, yakni di Jembatan Kali Porong, pertigaan Pasar Porong, Tugu Kuning, dan pintu keluar tol Surabaya-Gempol. Panjang jalan yang diblokir warga dari pintu tol hingga jembatan porong berjarak sekitar empat kilometer.
Akibat aksi ini, para pengendara dari Sidoarjo dan Surabaya yang menuju Pasuruan dan Malang terpaksa berputar balik. Terdapat juga ratusan kendaraan yang terjebak di tengah-tengah massa yang menyebabkan kemacetan total sepanjang sekitar dua kilometer.
Abdullah Faqih, salah satu perwakilan warga mengatakan, pemblokiran terpaksa dilakukan karena upaya dialog dengan Bupati, DPRD, BPLS, dan DPR RI sampai sekarang tidak ada hasilnya. "Sementara warga di luar peta setiap hari hidup dalam keresahan karena terkena dampak lumpur," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa warga akan terus bertahan sampai ada kejelasan soal status mereka. Warga juga minta Gubernur Jawa Timur Imam Utomo datang menemui warga dan mengantarkan warga untuk be rtemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saat ini yang bisa memberi keputusan soal nasib kami adalah presiden," jelas Abdullah. (A13)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang