Korban Lumpur Blokade Jalan Raya Porong

Kompas.com - 24/03/2008, 11:46 WIB

SIDOARJO, SENIN- Ribuan warga dari sembilan desa yang berada di luar peta terdampak lumpur Lapindo pagi ini memblokade jalan raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/3). Mereka menuntut wilayah mereka dimasukkan dalam peta terdampak lumpur dan mendapat ganti rugi.

Kesembilan desa yang warganya memblokade jalan utama yang menghubungkan Surabaya-Pasuruan-Malang tersebut adalah Siring Barat, Jatirejo Barat, Mindi, Glagaharum, Plumbon, Ketapang, Gempolsari, Pamotan, dan Gedang. Warga menggelar tenda dan melakukan aksi duduk sambil beristighosah di tengah jalan. Beberapa warga juga silih berganti melakukan orasi. Ratusan aparat kepolisian dari Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Sidoarjo berjaga-jaga untuk mengamankan aksi tersebut.

Pemblokiran jalan dilakukan di empat titik di jalan Raya Porong secara serentak, yakni di Jembatan Kali Porong, pertigaan Pasar Porong, Tugu Kuning, dan pintu keluar tol Surabaya-Gempol. Panjang jalan yang diblokir warga dari pintu tol hingga jembatan porong berjarak sekitar empat kilometer.

Akibat aksi ini, para pengendara dari Sidoarjo dan Surabaya yang menuju Pasuruan dan Malang terpaksa berputar balik. Terdapat juga ratusan kendaraan yang terjebak di tengah-tengah massa yang menyebabkan kemacetan total sepanjang sekitar dua kilometer.

Abdullah Faqih, salah satu perwakilan warga mengatakan, pemblokiran terpaksa dilakukan karena upaya dialog dengan Bupati, DPRD, BPLS, dan DPR RI sampai sekarang tidak ada hasilnya. "Sementara warga di luar peta setiap hari hidup dalam keresahan karena terkena dampak lumpur," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa warga akan terus bertahan sampai ada kejelasan soal status mereka. Warga juga minta Gubernur Jawa Timur Imam Utomo datang menemui warga dan mengantarkan warga untuk be rtemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saat ini yang bisa memberi keputusan soal nasib kami adalah presiden," jelas Abdullah. (A13)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau