BANJARMASIN, SENIN - Akibat guyuran hujan lebat yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan sejak Minggu (23/4) malam, kini sebagian wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Tanahlaut, Banjar dan Hulu Sungai Selatan mulai terendam banjir. Hingga Senin (24/3) dilaporkan ketinggian air mencapai satu meter. Selain merendam ratusan rumah penduduk, ada sekolah yang juga terpaksa diliburkan.
Di Kabupaten Tanahlaut, banjir merendam 719 rumah warga pada tiga desa, yakni Benua Raya 475 rumah, Bati-bati (160) dan Banyu Irang (84). "Yang paling parah kondisinya terjadi di Desa Benua Raya, di dalam rumah warga air setinggi lutut atau sekitar 50 sentimeter," kata Camat Bati-bati, Syaifullah saat dihubungi dari Banjarmasin, Senin (24/3).
SDN Benua Raya juga terpaksa diliburkan karena luapan air dari daerah hulu Gunung Martadah juga mengenangi sekolah tersebut.
Banjir di Kabupaten Banjar juga terjadi di beberapa kecamatan yang berada di pinggir Sungai Riam Kiwa seperti Sungai Pinang, Astambul dan Martapura Barat. Di Kecamatan Astambul, warga yang paling terpukul akibat rendaman banjir setinggi satu meter tersebut terjadi di Desa Munggu Raya. "Kami berharap ada bantuan sembako karena sudah sepekan ini banjir terjadi di daerah ini. Anak-anak di sini sangat memerlukannya," tutur Sri Diswanti, guru kelas VI SDN Munggu Raya.
Sementara di Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga mulai terendam banjir dengan ketinggian 25 sentimeter. Banjir itu terjadi akibat luapan Sungai Amandit. "Saat ini warga berjaga-jaga mengantisipasi terus naiknya banjir nanti malam," kata Gafur, warga Kandangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang