Banjir di Kalsel Kembali Melanda Beberapa Kabupaten

Kompas.com - 24/03/2008, 18:41 WIB

BANJARMASIN, SENIN - Akibat guyuran hujan lebat yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan sejak Minggu (23/4) malam, kini sebagian wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Tanahlaut, Banjar dan Hulu Sungai Selatan mulai terendam banjir. Hingga Senin (24/3) dilaporkan ketinggian air mencapai satu meter. Selain merendam ratusan rumah penduduk, ada sekolah yang juga terpaksa diliburkan.

Di Kabupaten Tanahlaut, banjir merendam 719 rumah warga pada tiga desa, yakni Benua Raya 475 rumah, Bati-bati (160) dan Banyu Irang (84). "Yang paling parah kondisinya terjadi di Desa Benua Raya, di dalam rumah warga air setinggi lutut atau sekitar 50 sentimeter," kata Camat Bati-bati, Syaifullah saat dihubungi dari Banjarmasin, Senin (24/3).

SDN Benua Raya juga terpaksa diliburkan karena luapan air dari daerah hulu Gunung Martadah juga mengenangi sekolah tersebut.

Banjir di Kabupaten Banjar juga terjadi di beberapa kecamatan yang berada di pinggir Sungai Riam Kiwa seperti Sungai Pinang, Astambul dan Martapura Barat. Di Kecamatan Astambul, warga yang paling terpukul akibat rendaman banjir setinggi satu meter tersebut terjadi di Desa Munggu Raya. "Kami berharap ada bantuan sembako karena sudah sepekan ini banjir terjadi di daerah ini. Anak-anak di sini sangat memerlukannya," tutur Sri Diswanti, guru kelas VI SDN Munggu Raya.

Sementara di Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga mulai terendam banjir dengan ketinggian 25 sentimeter. Banjir itu terjadi akibat luapan Sungai Amandit. "Saat ini warga berjaga-jaga mengantisipasi terus naiknya banjir nanti malam," kata Gafur, warga Kandangan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau