Wakil Menlu, Dino atau Marty?

Kompas.com - 25/03/2008, 11:43 WIB

JAKARTA, SELASA-Siapa yang menduduki jabatan Wakil Menteri Luar Negeri (Wakil Menlu) masih menjadi misteri. Pemerintah hingga hari ini (Selasa, 25/3) belum mengumumkan nama pendamping Menlu Hassan Wirajuda tersebut.

Jika merujuk pernyataan Hassan Wirajuda saat rapat kerja dengan Komisi I DPR, maka calon Wakil Menlu berasal dari pejabat struktural Departemen Luar Negeri (Deplu) bukan dari partai politik.

Kalau berasal dari pejabat struktural Deplu maka ada beberapa yang patut dijagokan dilihat dari prestasi dan kedekatan dengan istana. Nama yang pertama adalah Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal. Sebelum menjadi juru bicara, pria kelahiran Belgrade tersebut pernah menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah Deplu. Kemampuan diplomatik doktor ilmu hubungan internasional itu tidak perlu diragukan lagi. Apalagi, Dino selama ini mendampingi Kepala Negara setiap melakukan kunjungan ke luar negeri dan pernah bekerja sama dengan Hassan Wirajuda di Deplu.

Nama kedua adalah Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Marty Natalegawa. Marty adalah rising star di Deplu. Dari mulai jabatan juru bicara, Dirjen Kerjasama ASEAN, Duta Besar untuk Inggris sudah pernah didudukinya. Penampilan Marty di dunia internasional yang paling nyata adalah saat mewakili Indonesia menyatakan abstain terhadap sanksi PBB yang akan dijatuhkan kepada Iran.

Nama lain yang juga dapat dikedepankan adalah mantan Perwakilan Tetap RI untuk Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Makarim Wibisono.

Siapa yang akan dipilih Presiden? Kita tunggu saja.(ROY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau