WASHINGTON, KAMIS - Semasa berkuasa, Saddam Hussein diketahui telah membiayai perjalanan tiga anggota Kongres AS ke Irak beberapa bulan menjelang invasi AS Maret 2003.
Tiga politisi Demokrat antiperang itu tiba di Irak pada September 2002. Saat itu pemerintahan Bush mencoba membujuk Kongres mengesahkan aksi militer terhadap Irak. Selama perjalanan, ketiga orang itu mendesakkan solusi diplomatik, bukan aksi militer.
Pernyaatan jaksa pada Rabu (26/3) itu tidak menyebutkan nama ketiga politisi itu, tetapi saat itu yang terbang ke Irak adalah Jim McDermott dari Washington, David Bonior dari Michigan dan Mike Thompson dari California. Tidak ada dakwaan untuk mereka dan juru bicara Departemen Kehakiman Dean Boyd mengatakan para penyidik tidak punya informasi apakah ketiga orang itu tahu perjalanannya dibiayai Saddam.
Menurut dokumen jaksa, perjalanan itu diatur oleh Muthanna Al-Hanooti, seorang aktivis amal asal Michigan, atas biaya dinas intelijen Irak. Al-Hanooti didakwa mengatur sebuah perjalanan demi kepentingan Saddam Hussein. Atas jasanya itu, Al-Hanoofi mendapat hadiah 2 juta barel minyak.
"Sungguh, saat itu kami tidak tahu soal itu. Perjalanan itu ditujukan untuk kepentingan anak-anak Irak. Itu satu-satunya alasan kami pergi ke sana," kata Michael DeCesare, juru bicara McDermott, Rabu.
McDermott dan Thompson sangat populer di kalangan para pemilih liberal atas pandangan antiperang mereka. Sedangkan Bonior sudah tidak lagi duduk di Kongres. Sedangkan dalam pernyataan persnya, Thompson mengatakan perjalanan itu disetujui Departemen Luar Negeri. "Kalau saja saat itu ada yang mempertanyakan sponsor perjalanan, saya tidak akan pergi," kata Thompson.
Selama perjalanan itu, ketiga anggota Kongres itu mempersoalkan klaim pemerintahan Bush bahwa Saddam menimbun senjata pemusnah massal. Meski akhirnya senjata itu tidak pernah ditemukan, perjalanan ketiga orang itu menuai kritik pedas dari dalam negeri.
Al-Hanoofi ditangkap Selasa (25/3) malam ketika kembali ke AS dari Timur Tengah tempat dia mencari pekerjaan, kata pengacaranya, James Thomas. Atas dakwaan itu, Al-Hanoofi mengaku tidak bersalah. Ia bisa bebas dengan jaminan 100.000 dolar AS.
Antara 1999 dan 2006, Al-Hanoofi bekerja sebagai koordinator humas bagi Life for Relief and Development, sebuah lembaga amal yang dibentuk setelah Perang Teluk I untuk mendanai kegiatan kemanusiaan di Irak. FBI dan Gugus Tugas Terorisme Gabungan pernah menggerebek kantor lembaga ini, namun tidak ada yang ditangkap dan lembaga itu boleh terus beroperasi.
McDermott mengetahui lembaga ini sebagai sponsor perjalanan. Dalam sebuah formulir di parlemen, ia menulis biaya perjalanan itu 5.510 dolar AS. Menurut juru bicaranya, Anne Warden, Thompson juga mengetahui hal itu.(AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang