Muhaimin Sebaiknya Menyerah

Kompas.com - 27/03/2008, 13:34 WIB

JAKARTA, KAMIS - Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Effendi Choirie menilai jika Muhaimin Iskandar legowo menerima permintaan partai, hal itu justru akan lebih membawa kebaikan.

Menurut pria yang biasa di sapa Gus Choi ini mengatakan, dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Gusdur, diyakini akan memberikan tempat yang lebih baik bagi Muhaimin. "Kalau setelah ini Cak Imin OK, dan legowo saya kira selesai. Kalau Cak Imin menyerahkan saja, bilang saya ini anaknya Gusdur jadi saya serahkan saja bagaimana keputusannya. Saya kira Gusdur akan memberikan tempat yang lebih besar untuk dia," kata Gus Choi sambil mengangkat kedua tangannya, yang menjadi simbol menyerah.

Hal tersebut dikatakan Gus Choi di ruang Fraksi PKB, lantai 17 Gedung DPR, Kamis (27/3).Gus Choi menjelaskan, pada pleno malam tadi, ada tiga opsi yaitu Muktamar Luar Biasa, tetap pada posisi sekarang atau mundur. "Ternyata suara mundur jumlahnya lebih besar. Tentang faktornya apa, jangan ditanya, saya tidak tahu dan tidak bisa katakan. Tanya saja ke Gusdur," ujarnya.

Di mata Gus Choi, Muhaimin merupakan anak ideologis Gusdur yang dinilainya sebagai salah satu kader Gus Dur dan paling memaham komitmen serta jalan pemikiran Gus Dur. "Tapi juga bisa menginterpretasikan apa yang ada di pikiran itu ke dalam bentuk yang lebih konkrit," lanjut dia.

Ia juga berharap, Muhaimin tak bernasib sama dengan sejumlah kader PKB yang lebih dulu memiliki konflik dengan partai. "Saya tahu Cak Imin, kami satu angkatan di PMII. Saya punya harapan bahwa Cak Imin tidak bernasib seperti Pak Matori, tidak melakukan perlawanan seperti Pak Alwi Shihab dan tidak melakukan hal-hal yang kontras dengan Bapak ideologisnya. Meski pahit bagi Cak Imin, pahit bagi sebagian kader-kader, tapi menurut saya sebaiknya diterima.

"Siapa kemungkinan calon pengganti Muhaimin?," tanya wartawan. "Calon penggati belum, yang di bawahnya kan Cak Ali Masykur," jawabnya singkat.Mengenai kemungkinan adanya perpecahan di tubuh PKB dengan pelengseran Muhaimin, Gus Choi melihat peluang itu tetap ada. Namun, ia berharap hal itu tidak terjadi. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau