JAKARTA, KAMIS - Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Effendi Choirie menilai jika Muhaimin Iskandar legowo menerima permintaan partai, hal itu justru akan lebih membawa kebaikan.
Menurut pria yang biasa di sapa Gus Choi ini mengatakan, dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Gusdur, diyakini akan memberikan tempat yang lebih baik bagi Muhaimin. "Kalau setelah ini Cak Imin OK, dan legowo saya kira selesai. Kalau Cak Imin menyerahkan saja, bilang saya ini anaknya Gusdur jadi saya serahkan saja bagaimana keputusannya. Saya kira Gusdur akan memberikan tempat yang lebih besar untuk dia," kata Gus Choi sambil mengangkat kedua tangannya, yang menjadi simbol menyerah.
Hal tersebut dikatakan Gus Choi di ruang Fraksi PKB, lantai 17 Gedung DPR, Kamis (27/3).Gus Choi menjelaskan, pada pleno malam tadi, ada tiga opsi yaitu Muktamar Luar Biasa, tetap pada posisi sekarang atau mundur. "Ternyata suara mundur jumlahnya lebih besar. Tentang faktornya apa, jangan ditanya, saya tidak tahu dan tidak bisa katakan. Tanya saja ke Gusdur," ujarnya.
Di mata Gus Choi, Muhaimin merupakan anak ideologis Gusdur yang dinilainya sebagai salah satu kader Gus Dur dan paling memaham komitmen serta jalan pemikiran Gus Dur. "Tapi juga bisa menginterpretasikan apa yang ada di pikiran itu ke dalam bentuk yang lebih konkrit," lanjut dia.
Ia juga berharap, Muhaimin tak bernasib sama dengan sejumlah kader PKB yang lebih dulu memiliki konflik dengan partai. "Saya tahu Cak Imin, kami satu angkatan di PMII. Saya punya harapan bahwa Cak Imin tidak bernasib seperti Pak Matori, tidak melakukan perlawanan seperti Pak Alwi Shihab dan tidak melakukan hal-hal yang kontras dengan Bapak ideologisnya. Meski pahit bagi Cak Imin, pahit bagi sebagian kader-kader, tapi menurut saya sebaiknya diterima.
"Siapa kemungkinan calon pengganti Muhaimin?," tanya wartawan. "Calon penggati belum, yang di bawahnya kan Cak Ali Masykur," jawabnya singkat.Mengenai kemungkinan adanya perpecahan di tubuh PKB dengan pelengseran Muhaimin, Gus Choi melihat peluang itu tetap ada. Namun, ia berharap hal itu tidak terjadi. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang