IKAPI Siap Terbitkan Buku Murah

Kompas.com - 02/04/2008, 19:28 WIB

 

BANDUNG, RABU - Siswa berbagai jenjang pendidikan kini berkesempatan memperoleh akses buku murah berkualitas. Lewat kebijakan pembelian hak cipta buku pelajaran oleh pemerintah, buku bisa diakses luas dan harga jualnya sepertiga lebih murah dari pasaran. Ikatan Penerbit Indonesia siap bekerjasama untuk menerbitkan buku ini.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat, Anwaruddin, Rabu (2/4) di Bandung mengatakan, pihaknya kini dapat memaklumi kebijakan pembelian hak cipta buku pelajaran oleh Departemen Pendidikan Nasional itu. Meski, sebelumnya terasa sulit karena dikhawatirkan menganggu pasaran industri penerbitan swasta yang ada.

"Bagaimanapun, ini kan untuk kepentingan lebih luas. Apa boleh buat jika selama ini di masyarakat terkesan buku pelajaran itu lebih mahal. Dengan adanya kebijakan ini, harga buku bisa lebih ditekan. Asal, kami (penerbit) tetap dilibatkan. Seratus persen kami serahkan ini ke anggota, mau ikut membantu atau tidak, " ujarnya.

Di dalam kebijakan itu, hak cipta dari penulis dihargai Rp 100 juta hingga Rp 175 juta per buku. Sebagai gantinya, Depdiknas berhak menyebarluaskan buku itu baik dalam bentuk fisik (cetak), fotokopi, elektronik ( e-book ), maupun optik dengan masa penggunaan 15 tahun dan berlaku di seluruh Indonesia. Siapa pun bisa menerbitkan buku ini atas seijin Depdiknas. Harga jualnya berkisar Rp 7.500 sampai Rp 10.000.

Namun, Anwaruddin berharap, distribusi maupun pengusulan karya cipta dapat lebih melibatkan Ikapi. Sebab, selama ini terbukti memiliki jaringan yang baik. "Daerah jadi bisa lebih dilibatkan. Pastinya, harganya atau ketentuan lain mengikuti Depdiknas," ucapnya. Ini dipandang lebih efektif ketimbang pilihan menggunduh. Sebab, belum tentu tiap daerah memiliki jaringan internet. Ia optimis, kebijakan ini bisa mengontrol harganya di pasaran.

Berdasarkan hasil evaluasi, Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan Prof. Furqon mengatakan, pemerintah tidak lagi membatasi pembelian hak cipta dari penulis. Melainkan, lebih diperluas, juga dari penerbit. Namun, ia menampik anggapan bahwa ini disebabkan kurang bermutunya kualitas naskah dari penulis perorangan. "Memperbanyak peluang saja. Kalau mereka (penerbit) mau mengusulkan tentunya," ucapnya. Harga hak cipta dari penerbit tidak beda dengan penulis, yaitu maksimal Rp 175 juta.

Diakuinya, tidak seluruh naskah yang dinilai BSNP layak digunakan. Tahun lalu, baru 37 buku yang lolos seleksi dari ribuan naskah yang masuk. Awal 2008 ini baru 12 naskah yang lolos dari sekitar 307 usulan. Target hak cipta yang dibeli 250 buah. "Tetapi kita tidak mengejar target semata. Kalau tidak berkualitas ya tidak diloloskan," tuturnya. Sejauh ini, pemerintah sendiri belum memublikasikan satu pun buku karena hasil 2007 pun masih dalam tahap penyuntingan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau