Siahaan Padukan Pertanian dan Perkebunan untuk Kesejahteraan

Kompas.com - 04/04/2008, 06:05 WIB

SULIT untuk bisa melakukan wawancara dengan RE Siahaan, calon gubernur Sumatera Utara yang diusung delapan partai ini. Mungkin karena tugas-tugasnya sebagai Wali Kota Pematang Siantar masih menumpuk.

Setelah seharian menunggu di rumah dinas Wali Kota Pematang Siantar, Kamis (27/3), RE Siahaan akhirnya bersedia menemui pada sore hari. Namun, ia merekomendasikan wawancara kepada juru bicara sekaligus anggota tim pemenangannya, Palti Simanjuntak.

”Silakan tanya apa pun kepada dia. Saya masih wali kota, tidak cocok ngomong sebagai cagubsu (calon gubernur Sumatera Utara),” kata RE Siahaan. 

Robert Edison Siahaan (49), yang sering disingkat menjadi RE Siahaan, adalah seorang ahli pertanian. Rekam jejak lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, itu sebelum menjadi Wali Kota Pematang Siantar adalah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Simalungun. Sebelum itu, ia menjadi Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Simalungun serta Kepala Cabang Dinas Perkebunan Sumut di Sidikalang dan Siborong-borong.

Pertanian dan kehutanan adalah bidang yang digelutinya. Tak heran jika ia ingin menyejahterakan rakyat Sumut dari dua titik itu, dengan konsep agropolitan dan agromarinepolitan. ”Potensi Sumut masih cukup bagus dikembangkan untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat,” tutur Palti, sang juru bicara yang mengaku kenal dekat RE Siahaan dua tahun ini.

Sumut saat ini sudah mulai menerapkan konsep agropolitan dan agromarinepolitan. Menurut Palti, konsep yang diterapkan pemerintah sekarang belum tepat sasaran. Masih banyak yang harus dibenahi. 

Di bidang kelautan misalnya, sumber daya Sumut cukup tinggi seperti yang ada di pantai barat. ”Banyak hasil-hasil laut yang memang tidak terkondisi dengan baik. Contohnya masih banyak pukat harimau yang beroperasi sehingga ini sangat merugikan. Ini yang harus dihindari dan dicarikan solusinya,” kata Palti, yang diwawancarai di kantor tim sukses tim yang mengusung slogan PASS, pasangan Siahaan-Suherdi, di Jalan Juanda Medan.

Potensi perkebunan di Sumut masih lebih besar diserap pemerintah pusat dibandingkan provinsi itu sendiri. Sektor pertanian dan kehutanan yang menjadi fokus tim pemenangan RE Siahaan tidak meninggalkan sektor industri dan sektor lainnya yang juga mendukung pertanian dan perkebunan.

”Beliau juga berkomitmen dengan pendidikan. Jika beliau jadi gubernur, faktor penting yang akan dimajukan adalah sektor pendidikan lewat pembangunan infrastruktur pendidikan yang sudah dimulai pemerintah saat ini,” tutur Palti.
 RE Siahaan lahir di Balige, 29 April 1959. Ia dibesarkan di Pematang Siantar sebagai anak nomor dua dari lima bersaudara keluarga pensiunan polisi. Setelah lulus SMA, ia meneruskan studi di IPB.

RE Siahaan menyukai olahraga, khususnya jalan pagi, tenis meja, dan karate. Ia pun kadang-kadang menggunakan waktu luang untuk bernyanyi. 

Ia menikah dengan Elfrida Dorowaty Hutapea (47) dan memiliki empat anak. Dua di antaranya sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

Calon partai lain

RE Siahaan juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Pematang Siantar. Namun, ia justru diusung menjadi calon gubernur tidak dari partainya. Ia diusung oleh delapan koalisi partai kecil, yakni Partai Damai Sejahtera, Partai Indonesia Baru, PNI Marhaen, Partai Persatuan Daerah, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Pelopor, Partai Kebangkitan Bangsa, dan PNBK.

Ia dikabarkan sudah menggalang dukungan sejak dua tahun lalu. Menurut Palti, niat itu sudah ada beberapa bulan lalu. RE Siahaan banyak melakukan pendekatan ke kampung halaman dan keluarga. Untuk kegiatan pencitraan, ia mendekati tokoh adat, masyarakat, panti asuhan, dan gereja sambil melihat apa yang terjadi di akar rumput.

Jika RE terpilih jadi gubernur, ia akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota Pematang Siantar yang dijabatnya dua tahun ini. ”Tekad dan kemauan beliau sangat tinggi. Bukan berarti mengenyampingkan tugasnya (sebagai Wali Kota Pematang Siantar). Dia punya cita-cita, jika Pematang Siantar bisa lebih baik, mengapa Sumut tidak,” kata Palti. 

Cara memajukan Sumut selain dengan pertanian juga lewat pemerataan pembangunan. Tidak hanya Medan yang jadi pusat pembangunan, namun juga Sibolga dan Tanjung Balai. 

Namun, dalam hal lingkungan hidup, Palti mengatakan, berjuta pohon di hutan-hutan Toba Samosir adalah salah satu kerja RE Siahaan. Ia hendak mengembangkan usaha kecil menengah lewat penyaluran kredit perbankan. Perizinan pendirian usaha juga akan dipermudah.

Pemasaran Danau Toba

Dalam hal pariwisata, tim RE merasa selama ini kelemahan pariwisata ada dalam pemasaran. Danau Toba, Nias dengan selancarnya, dan Istana Maimun adalah contoh-contoh tujuan wisata di Sumut yang kurang dapat perhatian. Sarana transportasi dan jalan pun kurang mendukung. 

Palti mengatakan, RE Siahaan sangat antipremanisme. Pihaknya berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengatasi itu, dan memperdayakan tenaga kepemudaan untuk bekerja di sektor yang produktif dengan memberi pelatihan kursus kewirausahaan bagi para pemuda. Palti juga menyatakan, jika terpilih RE Siahaan akan memberantas korupsi.

Kepemimpinan RE di Pematang Siantar bukan tanpa berita sumir. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan dirinya bersalah melakukan persekongkolan tender pembangunan RSUD Pematang Siantar. Beberapa saat setelah pencalonannya, muncul pula kasus masuknya kerabat pejabat menjadi pegawai negeri sipil tanpa prosedur resmi.

Tim pemenangan RE Siahaan melihat, kasus-kasus yang dimunculkan di publik itu hanyalah bagian dari kampanye hitam kubu lain. ”Itu sudah masalah hukum, tentu aparat hukum yang lebih tahu masalah ini apakah dia melanggar hukum atau tidak. Kami tidak melakukan klarifikasi-klarifikasi. Biarlah hukum yang bicara,” tutur Palti.

”Kami melihat hal ini biasa saja. Ini dilancarkan  kubu lain. Kami ikuti perkembangan saja, masyarakat bisa melihat dan menilai. Silakan orang yang memandang itu,” ujar Palti.

Meskipun banyak wartawan menyatakan sulit mendapat konfirmasi dari RE Siahaan, Palti mengatakan calon gubernur Sumut itu  orang yang gampang ditemui. ”Tidak harus ada permohonan audiensi dan  sangat demokratis. Setahu kami, siapa saja yang akan bertemu dia gampang. Dia tidak akan khawatir dan akan melayani dengan baik,” kata Palti. (Aufrida Wismi)

 

Sumber: Halaman Pilkada Kompas Sumbagut (4/4) Halaman 2

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau