DHARMSALA, SENIN - Pemimpin sprituil Tibet di pengasingan Dalai Lama menjelaskan aksi demonstrasi antipemerintah China belakangan merupakan gambaran dari luapan kejenuhan mental dan fisik yang terkekang dan membuktikan sebagian besar warga Tibet menginginkan kemerdekaan dari China. Dalam pernyataan kerasnya yang dikeluarkan di Dharmsala, India, Dalai Lama menerangkan masyarakat Tibet menyimpan kegetiran di dalam hati mereka terhadap bentuk penindasan HAM maupun kebebasan beragama yang dilakukan oleh pemerintah China.
Dalai Lama menuduh pemerintah China yang berulangkali menudingnya bersalah dalam kerusuhan di Lhasa telah "mencoba mendistorsi kebenaran dari kerusuhan tersebut dalam setiap kesempatan." Dalai Lama mempersoalkan aksi kekerasan yang digunakan China untuk meredam aksi kerusuhan di ibukota Tibet ini.
Pemerintah China menjelaskan 22 orang tewas akibat aksi kerusuhan anti-Beijing yang terjadi 14 Maret 2008 lalu di Lhasa. Sementara pemerintahan Tibet di pengasingan yang dipimpin Dalai Lama menyebutkan 140 orang tewas akibat aksi kekerasan yang dilancarkan China dalam aksi kerusuhan itu.
Beberapa kelompok aktivis anti-Beijing melaporkan pekan lalu bahwa 8 orang tewas saat polisi atau polisi paramiliter China mengeluarkan tembakan terhadap sebuah aksi unjuk rasa di perfektur otonomi Tibet, Garze, dekat provinsi Sichuan. "Berbagai aksi unjuk rasa menunjukkan pesan ke dunia bahwa masalah di Tibet tidak bisa dihiraukan begitu saja," tegas Dalai Lama.
China menuduh peraih nobel perdamaian itu telah memprovokasi timbulnya aksi kekerasan di Lhasa untuk mensabotase pesta Olimpiade Beijing pada Agustus 2008 dan menciptakan sebuah negara Tibet yang merdeka.
Dalai Lama telah menetap di India sejak melarikan diri dari wilayah asalnya di Himalaya itu pada tahun 1959 setelah gagal melaksanakan pergerakan menentang pemerintah China. China mengklaim Tibet telah menjadi bagian wilayah teritorialnya selama berabad-abad, namun banyak warga Tibet merasa wilayahnya telah efektif merdeka pada sebagian besar periode tersebut. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang