Pahlawan Cilik, Bocah TK Sopiri Bus Nyelonong

Kompas.com - 08/04/2008, 13:52 WIB

CLEVELAND, SELASA - Seorang bocah TK dielu-elukan sebagai pahlawan setelah menyelamatkan 26 rekannya dari kecelakaan mengerikan. Bocah itu mengambil alih kemudi bus yang menyelonong setelah ditinggalkan sang sopir ke kamar mandi.

Kejadian itu bermula, ketika sopir bus sekolah itu turun untuk mengisi bahan bakar dan ke kamar kecil. Entah karena apa, bus itu bergerak sendiri berikut 27 penumpangnya. "Rupanya anak itu berpikir cepat," kata Larry Gray, juru bicara pemadam kebakaran.
       
Ketika bus itu mulai bergerak karena jalanan menurun, manajer SPBU itu, Conner Strickland mulai panik dan menggedor pintu kamar mandi. Lalu ia bersama seorang karyawannya mengejar bus itu.
       
Lalu bocah itu dengan cepat memegang kemudi untuk mencegah bus meluncur lebih jauh. Ia lalu menabrakkan bus itu ke sebuah pilar jembatan. Anak-anak itu lalu melompat keluar dari bus dan jatuh di aspal. "Saya heran, tidak ada satupun dari mereka yang tertabrak, padahal lalu lintas sedang ramai," lanjut Strickland.
       
Gray mengatakan tak satu pun dari anak-anak itu yang menderita luka parah. Setelah dirawat, mereka dipulangkan. Sedangkan si pahlawan cilik itu dibawa ke rumah sakit karena sakit dadanya.(AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau