Babel Masih Marak Penyelundupan

Kompas.com - 08/04/2008, 14:46 WIB

 SUNGAILIAT, SELASA  --  Wilayah Provinsi Babel yang merupakan kepulauan dikelilingi perairan sampai saat ini masih ada kemungkinan pasir timah bisa diselundupkan ke luar pulau, bisa dari mana saja yang pasti lewat daerah pantai dan pelabuhan, karena itu peran TNI AL untuk menggagalkannya.

Hal ini ditegaskan Danlanal Babel Kolonel Laut (p) M Zainudin dalam jumpa pers di rumah Dinas Danlanal Babel Sungailiat, Selasa (8/4) pagi. Rencananya, hari Rabu (9/4) akan dilaksanakan upacara serah terima jabatan Danlanal Babel dari Kolonel Laut (p) M Zainudin kepada penggantinya, Letkol Laut (p) Edi Sucipto di Lapangan Taman Sari Sungailiat dengan inspektur upacara (irup) Komandan Lantamal III Jakarta, Laksamana pertama Bambang Suharto.

"Sekarang ini pun kemungkinan penyelundupan pasir timah itu masih ada, namun sudah kecil peluangnya karena harga jual pasir timah di dalam provinsi saja saat ini cukup tinggi sekitar Rp 120.000/kg SN. Inikan sudah cukup bagus harganya, smelter juga sudah banyak berdiri dan membutuhkan bahan baku," kata Zainudin yang sudah menjabat selama 2 tahun 3 hari atau sejak 4 April 2006 lalu.

Namun Zainudin juga mengingatkan kalau PP No.19 tentang perdagangan timah antar pulau juga sudah berlaku, sehingga perdagangan timah antar pulau di Indonesia diperbolehkan bagi daerah yang memiliki persyaratan tertentu.

"Jadi smelter-smelter yang akan mengirimkan produknya ke Surabaya, Jakarta dan lainnya diperbolehkan asalkan ada izin yang berlaku sekali jalan," jelasnya.

Kepada penggantinya, Zainudin menitipkan empat pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikannya, yakni pertama meningkatkan sarana patroli. Dalam waktu dekat Lanal Babel akan mendpatkan bantuan speedboat panjang 12 m dari Mabes TNI AL dengan kecepatan 40 knot. Rencananya kapal ini akan ditempatkan di Pulau Belitung karena masih kekurangan armada patroli.(edwardi/bangka pos)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau